KEBUGARAN & KESEHATAN SDM

Pegawai Sering Sakit? Pensiun Dini bukanlah Solusi

0
19

Jangan berprasangka buruk kepada pegawai yang sering mengaku sakit. Sebaliknya, para karyawan pun jangan mudah mengatakan, merasa tulang punggung sakit. Punggung yang terasa kurang enak bisa jadi pertanda usia tua mulai menggerogoti kebugaran. Gunakanlah teknologi untuk memecahkan masalah kesehatan. Dana kesehatan yang dialokasikan perusahaan pun dapat dihemat. Karyawan dapat bekerja produktif meski usia di atas 60-an.

Tujuan pencegahan dan pengobatan menawarkan kolam renang bernama Fussinger Fit in job paket untuk mencegah rasa nyeri di sendi punggung saat bekerja. Latihan sendi dapat menghilangkan rasa sakit tanpa operasi yang mahal. (Foto:Kurverwaltung Bad Fussing)

Atasan sering uring-uringan karena bawahannya sering absen. Beberapa karyawan mengaku sakit punggung sehingga terpaksa tidak bekerja. Seseorang  yang jatuh sakit merupakan hal yang biasa. Kita tidak mungkin sehat bugar sepanjang tahun. Namun, banyak karyawan yang mengeluhkan punggung yang sakit karena terlalu banyak pekerjaan.

Bagaimana mengatasinya? Sebuah studi yang dilakukan oleh Yayasan Burda menunjukan bahwa kasus-kasus penyakit para karyawan di perusahaan di Jerman menghabiskan 129 miliar Euro per tahun. Jumlah itu mungkin lebih besar di Indonesia. Dengan perubahan struktur masyarakat dan gaya hidup manusia—seperti pola makan dan masalah yang ditimbulkan transportasi—maka bantuan teknis sangat diperlukan untuk mengatasi masalah penyakit yang menimpa karyawan.

Advertisement

Masalah punggung dan mulculoskeletal

Para karyawan yang diteliti di Jerman, rata-rata 13 hari per tahun tidak bekerja karena sakit. Bagi para pekerja di sektor transportasi, angka ketidakhadiran karena sakit berdasarkan statistik kesehatan lebih tinggi yaitu 17,8 hari. Sebanyak 25 persen kasus sakit disebabkan masalah punggung dan mulculoskeletal yang sakit. Hasil  studi Yayasan Burda itu diterbitkan pada Juni 2011. Perusahaan-perusahaan pun lebih peduli terhadap kesehatan para pekerja. Layanan kesehatan ditingkatkan agar keluhan sakit—karena pekerjaan dapat berkurang secara signifikan.

Alat yang disebut Pick-to-Tote-picking dirancang oleh SSI Schaefer yang berfungsi mengurangi rasa sakit punggung yang mencengkeram karena beban kerja. (Foto: SSI Schaefer)

Bad Füssing merupakan tempat spa yang paling banyak dikunjungi di Eropa. Para  dokter dan terapis mengembangkan paket pencegahan Fit in Job (fit dalam pekerjaan) untuk pekerja dengan beban persendian dan punggung yang tinggi.

Program Fit in Job di Bad Füssing menguntungkan para pekerja karena menggunakan cara melanjutkan atau mengembalikan kehidupan yang menyenangkan bagi karyawan dan perusahaan. Untuk bisnis, verifikasi ukuran keberhasilan secara konkrit adalah sebagai berikut:

Mmenurut studi yang dipublikasikan pada Juni 2011, biaya ketidakhadiran karyawan sebuah perusahaan per pegawai mencapai 1197 Euro per tahun. Dengan mengimplementasikan layanan kesehatan dan tindakan pencegahan dapat mengurangi ketidakhadiran karyawan dari 30 sampai 50 persen yang meliputi pekerja bidang mekanik dan teknik elektro.

Paket yang paling banyak dipesan dari Bad Füssing adalah Fit in Job dengan biaya 355 Euro, paket ini termasuk pelatihan kesehatan sehari-hari—latihan punggung, Tai Chi, dan senam—juga biaya penginapan selama 7 hari. Umumnya, asuransi kesehatan untuk mensubsidi program ini sebesar 150 Euro.

Kondisi demografis sebagai berikut ditemukan di North Rhine Westphalia (NRW), Jerman: jumlah penduduk yang semakin meningkat di kota besar dan kosongnya daerah pedesaan. Di NRW, kota Cologne dan Bonn merupakan tiga pusat kekuatan logistik dan pertumbuhan. Kedua daerah lainnya di Duisburg dan daerah timur Ruhr yang memiliki banyak tenaga kerja yang mengalami penuaan lebih dini yang menimbulkan penyusutan populasi sehingga perusahaan kesulitan merekrut calon tenaga kerja sesuai bidang pekerjaan.

Representasi grafis dari sistem manajemen gudang Viadat perusahaan Viastore bagi para pengemudi truk yang berusia tua agar mereka dapat informasi saat mengemudikan truk.

Manajemen personalia cerdas  IPL—lembaga sistem produksi dan logistik di Munchen di NRW—merupakan model proyek Departemen Tenaga Kerja yang terintegrasi dengan bidang sosial. Proyek nasional ini telah mengembangkan lebih dari 100 pemeriksaan operasional, temasuk lebih 30 industri logistik, dalam workshop IPL. Di NRW, workshop IPL—sebagaimana pemeriksaan operasionalnya–ditawarkan secara gratis ke perusahaan-perusahaan.

Dalam workshop, IPL memadukan pemeriksaan operasional yang komponen manajemen personalia berbeda-beda, bergantung pada perusahaan yang meliputi sumber daya manusia secara terstruktur. Tren yang terjadi adalah akun waktu kerja tahunan mendorong peningkatan penerimaan angkatan kerja.

Proyek ini harus dikerjakan oleh ahli yakni Prof. Dr.-Ing. Willibald Günthner dari Universitas Teknik, Munchen. Dia bertanggung jawab untuk membuat kebijakan proses kerja dan teknologi yang berkaitan dengan proses penuaan tenaga kerja. Penelitian-penelitian itu ditangani oleh Kepala Dinas Depatemen Penanganan Teknologi, Aliran Material, dan Logistik di Garching dalam 5 tahun terakhir. “Aturan usia” kerja juga menjadi bagian sistem teknis yang beradaptasi dengan penuaan pekerja. Dengan demikian memungkinkan para pekerja untuk menunjukkan kinerja hingga titik darah penghabisan—mereka bekerja lebih optimal karena punggung tidak merasa nyeri lagi setelah menjalani latihan di kolam renang spa.

Jangan pensiunakan pekerja berumur 50-60 tahun

Günthner menunjukan bahwa usia kisaran antara 50 sampai 65 tahun seharusnya dilihat oleh manajemen perusahaan sebagai “kinerja yang berkurang” dan bukan orang yang lemah. Oleh karena itu, pengelola perusahaan, jangan buru-buru memensiunkan para pekerja yang sudah berusia di atas 50 tahun. Gunakanlah teknik yang tepat untuk mengakomodasi karyawan yang hampir pensiun untuk tetap berprestasi tinggi di perusahaan. Galilah tenaga dan ide-ide brilian dari karyawan berusia tua.

Berkoordinasi dengan Günthner Institut, prusahaan B Braun Melsungen yang berlokasi di kota Kassel, Jerman, meluncurkan program Fit in Job. Produksi produk global dilakukan di bidang kesehatan yang pusat distribusinya berlokasi di Melsungen. Dari kota inilah jarum, protesis pembuluh darah, dan sabun pembersih sampai mesin pencuci darah masuk ke pasar internasional.

Uwe Ross Kepala  Ilmu Industri di B. Braun mengklasifikasi dua kelompok risiko  perubahan demografi. Pertama, kekhawatiran atas risiko kapasitas perusahaan yang bisa tutup karena penurunan angka kelahiran dan penuaan penduduk yang dapat menyulitkan dalam mencari pegawai yang berkualitas. Kedua, untuk kesuksesan perusahaan. Faktor yang tidak kalah penting adalah risiko produktivitas. Dengan meningkatnya usia rata-rata angkatan kerja di Braun dan dengan perubahan kondisi kesehatan karyawan risiko sakit menyebabkan absensi yang semakin meningkat.

“Dari asuransi kesehatan perusahaan, kami mendapatkan gambaran bahwa pekerja yang berusia tua jarang sakit, dan jika sakit, mereka sakit dalam waktu lebih lama.” Sebutan ini dikenal sebagai multi-mobilitas, bahwa pekerja berusia tua menderita tidak hanya gangguan musculoskeletal, tetapi juga disebabkan penyakit jantung.

Pencegahan efektif bagi pekerja usia tua

Untuk menjamin kompetensi dalam rangka studi perusahaan, B. Braun melakukan analisis struktur usia dan hubungannya dengan analisis demografis. Hal itu bertujuan  untuk mendapatkan langkah-langkah pencegahan. Pada tahun 2020, Ross menjelaskan, “Perusahaan khususnya di bidang produksi dan lingkungan logistik akan mempunyai kenaikan angka pegawai yang sakit dan waktu kerja yang hilang pada masa depan. Kita dapat memperoleh ukuran dari sini. “

Baca juga :   Mencegah Bencana lebih Dini

Berdasarkan analisis, B. Braun Melsungen menyatakan lima bidang penyakit yang sering ditemukan adalah gangguan musculoskeletal, sistem kardiovaskular, sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sindrom stres seperti kelelahan. Kelima jenis  penyakit itu menyebabkan 70 persen ketidakefektifan kerja di peruasahaan Braun yang diteliti.

Tujuan penelitian itu adalah untuk menawarkan langkah-langkah pencegahan agar perusahaan Braun tidak mengalami masalah ketenagakerjaan. Braun berkerjasama dengan Universitas Teknik Munchen, dan hal itu dapat dilakukan di Indonesia.

Penelitian difokuskan pada tekanan bagi pekerja seleksi di bidang distribusi barang. Melakukan pekerjaan seleksi di bidang logistik membuat karyawan stress  akibat downtime-nya  yang tinggi. Masalah ini kadang-kadang tidak disadari atasan.

Ketahanan pekerja terhadap beban

Dengan observasi wawancara, B.Braun menganalisis pedoman untuk memilih pekerja. Bekerjasama dengan Universitas Teknik Munchen, mereka menerapkan metode Abatec—analisis beban kerja yang berkombinasi dengan analisis tugas kerja.

“Hal yang kita sukai dari metode ini adalah hasilnya yang luar biasa,” kata Ross. Ia bersama pemegang saham dapat melangkah selanjutnya. Semua proses yang berkaitan dengan pekerja seleksi dianalisis, “Mengenai cara mengatasi dan menangani beban, kami mengukur cara dan bobotnya.”

Fitur Abatec menilai setiap ciri pencapaian, pemindahan beban, pengangkatan beban menurut proporsi waktu bertindak dalam suatu periode secara keseluruhan.

Hasil analisisnya adalah pekerja yang diseleksi lebih banyak berdiri daripada duduk karena  sebagian waktu kerja mereka adalah untuk memilih barang-barang. Rekaman informasi pada tampilan merupakan kritik lainnya. Sekarang tampilan grafis dan sistem menu diubah, dengan tidak terlalu banyak informasi yang ditampilkan dalam satu waktu, sehingga pekerja dapat memahami hal-hal yang penting dalam waktu singkat.

“Cara Otto, menurut saya baik”. Itu adalah sebuah slogan iklan yang dapat digunakan untuk produk kondisi kerja pada katalog on-line. Hamburg sejak lama menangani bagaimana potensi kinerja dari “faktor resiko manusia” dapat diaktivasi dengan teknologi.

Simone Neumann Direktur Ilmu Teknik Konseling dan Keamanan Kerja perusahaan Otto, menjelaskan bahwa dunia kerja terdiri dari manusia yang kompleks, organisasi, dan teknologi. Apakah manusia merupakan faktor risiko dalam teknologi? Neumann menjawab, “Bagaimana kita bisa mengaktifkan potensi kinerja individu, supaya orang-orang dapat bekerja cukup lama?”

Bidang kerja Neumann pada intinya adalah mengidentifikasi risiko teknis pada mesin dan instalasi serta kombinasi penanganan bahan baku, yang telah digunakan oleh Otto.

Perusahaan yang berorientasi modern harus terus-menerus menghadapi tantangan baru yang datang dari luar. Proses tidak berhenti di pusat-pusat distribusi dengan High-bay Warehouses dan truk yang digunakan dari segala jenis. Akan tetapi, merencanakan sistem dan teknologi baru yang ditemukan oleh para insinyur.Para ilmuwan harus bekerja terus-menerus untuk menyesuaikan proses sesuai dengan kondisi yang diperlukan untuk landasan keselamatan dan kesehatan pekerja.

Kombinasi ilmu  kedokteran, konseling sosial, promosi kesehatan, dan saran teknis

Aktif-Net dan Otto membuat kemajuan dalam manajemen kesehatan yang relatif baik. Semua departemen digabungkan satu sama lain: jaringan okupasi kedokteran, konseling sosial, promosi kesehatan; serta bidang Neumann,  saran teknis, dan keselamatan kerja. Inovasi, pemecahan preventif, dan kesehatan fisik dan mental adalah masalah yang sangat besar.”Program itu adalah sebuah paket kerja untuk kami. Dan masing-masing alat dapat secara bebas memilih bidangnya,” ujar Neumann.

Bagaimana orang menangani konflik antara efisiensi dan demografi dalam industri otomotif tanpa menggunakan model “Hire dan Fire”? Seperti  dilaporkan Maximilian Hauk mantan Kepala Produksi Poros Baling-baling perusahaan otomotif BMW  di Landshut ketika bertemu  dengan perwakilan media Amerika Serikat saat membahas metode  pengeluaran para pekerja berusia tua yang akan digantikan tenaga muda.

“Kami tidak akan memecat orang-orang lanjut usia di Eropa. Kami mempertahankan mereka yang sudah lama bergabung dengan kami. Oleh karena itu, kami berfikir  bagaimana kami menyusun suatu sistem produksi yang sesuai dengan usia karyawan,” tandas Hauk.

Staf BMW mengalami proses penuaan buatan

BMW melakukan pendekatan yang menarik dalam programnya yang dimulai pada tahun 2004. Program itu  dinamai “Hari ini untuk esok” yang membuat industri mobil bertanya: bagaimana kemampuan tenaga kerja dapat dipertahankan? Dimulai dari pendekatan tematik pertama, misalnya melalui pengenalan pembagian waktu menurut usia, yang diluncurkan pada tahun 2007. BMW membiarkan struktur karyawan yang berusia tua.”Kami baru saja merangkum struktur staf, dan akan tetap sama hingga  tahun 2017,” tandas Hauk.

Hingga sekarang ini lebih 100 bidang produksi yang telah menggunakan program “Hari ini untuk esok”. Program Hauk ini tidak hanya di bidang-bidang klasik seperti pekerjaan rangka kasar, produksi, dan perakitan otomotif. Program ini juga diterapkanj di pabrik BMW, yang di dalamnya dibuat sebagian workshop  yang para karyawan berusia di atas 60-an tahun.

Produksi demografi lebih ekonomis

Usia rata-rata karyawan bidang produksi sumbu biasanya sekitar 39 tahun yang kemudian dapat diubah menjadi 47 tahun. Pada mulanya satuan pekerja itu diejek-ejek oleh pihak lain yang menyebutkannya sebagai “persatuan pensiunan”. Pada akhir proyek seluruh staf justru bangga bahwa kondisi itu jusru menambah peningkatan produksiu BMW.

Dalam “Sistem Produksi 2017”, BMW mengkhususkan aspek ergonomik, struktur kerja, waktu kerja, kesehatan, dan pencegahan serta manajemen.  Hauk menyatakan bahwa program itu bertujuan untuk mewakili produksi demografis yang kuat tanpa biaya yang mahal. Semua pekerja berada di satu perahu yang sama.

Sebagai kelanjutan program “Hari ini untuk esok”, merek-merek produk utama di  Bavaria menganalisis hal-hal ergonomis yang kecil di tempat kerja hingga mengambil langkah-langkah konkrit.

“Dimulai dari fakta bahwa kami menyediakan posisi bagi pekerja yang cepat atau lambat dan akan digantikan. Menurut saya memperlambat proses penuaan itu lebih baik,” kata Hauk penuh optimis. (Diolah dari artikel` Technik löst Probleme alternder Belegschaften tulisan Bernd Maienschein redaktur MM; Informasi: www.maschinenmark.vogel.de)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda