INDUSTRI OTOMOTIF

Isuzu dan Astra Daihatsu Bangun Pabrik Baru dengan Investasi Rp1,5 triliun dan US300 juta

0
12

Salah satu anak usaha grup ASTRA, yakni PT Isuzu Astra Motor Indonesia selaku Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan merek Isuzu di Indonesia,  akan merealisasikan investasi sebesar Rp1,5 triliun. Dana investasi itu untuk meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap sehingga menjadi 80.000 unit per tahun seiring bertambahnya permintaan di pasar domestik.

“Tingginya permintaan kendaraan komersial di pasar domestik,  membuat prinsipal menambah investasinya sebesar Rp 1,5 triliun untuk pembangunan pabrik di Karawang.  Nantinya,  pabrik baru tersebut akan memproduksi 80.000 unit seluruh produk Isuzu,” kata Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor,  Yohannes Nangoi.

Advertisement

Untuk menarik minat konsumen,  menurut Yohannes,  pihaknya akan mengoptimalkan jaringan penjualan dan purna jualnya meliputi 88 diler,  170 bengkel resmi dan 1.600 bengkel.

“Kami menyadari sebagai produsen kendaraan komersial harus terus meningkatkan jaringan penjualan dan purna jual sebagai bagian dari hubungan bisnis antara konsumen dan produsennya.  Dengan jaringan yang luas,  Isuzu optimistis akan menjadi pemain utama di pasar kendaraan komersial di Indonesia pada 2015,” paparnya.

Untuk kapasitas pabrik Isuzu di Pondok Ungu,  lanjut Yohannes,  produk kendaraan niaga Isuzu Giga hanya mampu memproduksi rata-rata 300-350 unit per bulan,  masih di bawah permintaan pasar yang mencapai 400-450 unit per bulan.

“Permintaan produk kendaraan niaga Isuzu terus bertambah karena perkembangan di sektor perkebunan dan produk Isuzu Giga dan Isuzu Elf mampu mengalahkan kompetitor,” katanya.

Baca juga :   Lafarge Membangun Pabrik Semen di Langkat dengan Rp3-5 triliun

Untuk kapasitas produksi Isuzu Elf rata-rata 1.700-1.900 unit per bulan akan ditingkatkan menjadi sekitar 2.000 unit per bulan untuk memenuhi pasar yang terus meningkat.

Astra Daihatsu Siapkan US$ 300 juta untuk Pabrik Baru

Sementara itu, PT Astra Daihatsu Motor  akan mengucurkan modal sekitar US$300 juta pada 2013 guna mendanai pembangunan pabrik baru serta pusat penelitian dan pengembangan usaha di Karawang,  Jawa Barat.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan meski di Tanah Air terjadi gonjang-ganjing mengenai masalah perburuhan,  kondisi tersebut relatif tidak membuat pemodal asing mengurungkan niat investasinya.

Salah satu contohnya adalah produsen mobil Jepang,  PT Astra Daihatsu Motor  yang justru tertarik untuk ekspansi pembangunan pabrik baru dan pusat penelitian dan pengembangan usaha (research and development/R&D) di Indonesia pada awal 2013.

Budi Darmadi,  Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin,  memperkirakan untuk tahap awal pembangunan pabrik dan pusat R&D Daihatsu akan menghabiskan modal sekitar US$300 juta.  Proyek tersebut rencananya akan dimulai pada Januari 2013.   (Sumber: tender-indonesia.com)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda