INDUSTRI BAJA

BAJA Menambah Kapasitas Produksi Baja

0
13

Salah satu anak usaha grup Sarana Steel,  PT Saranacentral Bajatama Tbk berencana mengoperasikan lini produksi ketiga pada Maret 2013.  Hal itu dilakukan untuk  menambah portofolio dan nilai jual produk seperti dijelaskan oleh Handaya Susanto Direktur Utama PT Saranacentral  Bajatama. Saat ini pembangunan lini produksi ketiga—pabrik yang berlokasi di Kerawang Timur, Jawa Barat—berjalan sesuai dengan rencana.

Sekadar mengingatkan,  produsen baja lapis ini menambah lini produksi di pabrik Saranacentral di Karawang Timur,  Jawa Barat,  yang memiliki luas 6 hektare.  Sebelumnya,  pabrik ini memiliki dua lini produksi utama yang menghasilkan dua jenis baja lembaran canai dingin (cold rolled coil),  yaitu baja lapis seng (BjLS) dan baja lapis aluminium seng (BjLAS).

Advertisement

Kapasitas terpasang kedua lini produksi tersebut mencapai 15.000 ton per bulan.  Adapun rata-rata produksi kedua produk tersebut mencapai 9.000 ton per bulan.

Nah,  lini ketiga itu akan memproduksi varian produk baru,  yaitu baja lapis aluminium seng berwarna.  “Dengan adanya lini ketiga ini menjadi nilai tambah untuk produk kami,” ucap Handaya.

Perusahaan baja berkode saham BAJA ini merogoh kocek Rp50 miliar untuk membangun lini produksi ketiga tersebut.  Dana tersebut berasal dari hasil IPO tahun lalu.

Kapasitas produksi pabrik baru ini diperkirakan sebesar 5.000 ton per bulan atau 60.000 ton per tahun.  “Awalnya mungkin belum full capacity.  Tapi secara bertahap akan naik,” ungkap Handaya.

Baca juga :   Puninar Logistics Distribusi Coil Produk Krakatau Steel dengan Truk Marcedes-Benz Axor
Produk baja (Sumber foto: http://www.saranacentral.com/)

Sejatinya,  penambahan lini produksi ketiga juga dilakukan demi memaksimalkan kapasitas produksi lini kedua.  Sejauh ini,  lini produksi pertama sudah full capacity,  sedangkan lini kedua masih 60 persen  “Bahan baku lini ketiga dari hasil produksi lini kedua,  sehingga produksi lini kedua mendekati full,” papar Handaya.  Nantinya,  lini ketiga itu diharapkan mampu berkontribusi hingga 30 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Produk BAJA digunakan sebagai bahan pendukung pada indstri konstruksi, elektrikal dan industri pendukung otomotif. (Sumber: tender-indinesia.com dan web sarana sentra).

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda