MINYAK DAN GAS

Train 3 Tangguh Papua Onstream pada tahun 2019

0
24
(Sumber foto: www.tender-indonesia.com/)

BP Indonesia optimistis produksi gas pertama dari Train 3 Kilang liquified natural gas (LNG) Tangguh,  Papua akan onstream pada awal tahun 2019.  Head of Country BP Indonesia Dharmawan Samsu mengatakan pihaknya tetap menjaga seluruh target yang sudah ditetapkan agar dilaksanakan tepat waktu.  Saat ini,  pihak BP sedang dalam proses mengerjakan feed end engineering design (FEED) atau desain rinci.

(Sumber foto: www.tender-indonesia.com/)
(Sumber foto: www.tender-indonesia.com/)

“Kami akan menjaga komitmen  untuk bisa mencapai target onstream pada tahun 2019.  Yang lelang FEED onshore (darat) sedang dalam proses,  sedangkan lelang FEED offshore (bawah laut) baru akhir tahun ini,” kata Dharmawan.

Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas Akhmad Syakhroza mengatakan Train 3 Kilang LNG Tangguh merupakan salah satu proyek yang mendapatkan perhatian khusus dari SKK Migas.  Pasalnya,  investasi di Blok Tangguh merupakan investasi yang besar sehingga harus dijaga agar semua rencana bisa berjalan sesuai target.

Advertisement

Salah satu proses yang diperkirakan bisa membuat target onstream mundur adalah persetujuan dari pemerintah daerah terkait penyelesaian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).  Pasalnya,  masih ada perbedaan pandangan dengan pihak pemerintah daerah,  salah satunya mengenai pembagian pendapatan daerah.

Dharmawan  menegaskan target onstream pada tahun 2019 merupakan target yang sejak awal BP patok,  bukan pada 2018 yang selama ini banyak diberitakan media.  “Produksi gas pertama itu tahun  2019,  sedang tahun 2018 tahap comissioning,” jelas Dharmawan.

Sebelumnya,  pemerintah telah menyetujui rencana pengembangan (plan of development) dua untuk pembangunan train 3 kilang LNG Tangguh.

Baca juga :   RI, South Korea Agree US$10b Swap Deal

Dengan disetujuinya PoD train 3 Tangguh ini,  maka tahun 2013 seharusnya bisa langsung dilakukan front end engineering design (FEED) dan lelang pengadaan dan konstruksi (EPC).

Seperti diketahui,  proyek Train 3 Kilang LNG Tangguh membutuhkan investasi sekitar US$12 miliar.  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan eks BP Migas telah menyetujui plan of further development atau rencana pengembangan lanjutan untuk lapangan gas Tangguh.

Train 3 ini nantinya akan menambah kapasitas produksi LNG Tangguh sebanyak 3,8 juta ton per tahun menjadi 11,4 juta ton per tahun.  Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan mengalokasikan 40 % produksi train 3 LNG Tangguh atau sekitar 200 juta kaki kubik per hari (MMscfd) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kilang Tangguh dioperasikan oleh BP Indonesia dengan saham sekitar 37.16 %.  Mitra BP lainnya antara lain,  MI Berau B.V (16,30 %),  CNOOC Ltd (13,90 %),  Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd (12.23 %),  KG Berau/KG Wiriagar (10 %),  LNG Japan Corporation (7,35 %),  and Talisman (3,06 %). (Sumber: tender-indonesia.com)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda