MOBIL LISTRIK

Uji Coba Ketahanan Sistematis dan Peluang Bisnis

0
7

Para peneliti terus mengembangkan komponen dan disain mobil listrik. Di Jerman, sebuah rig uji coba dilakukan untuk menguji as dan badan kendaraan secara menyeluruh. Di  Indonesia? Kita akan memproduksi 10.000 unit mobil listrik dan para pejabat tinggi negara pun akan menggunakannya.

Gambar: Rig baru uji coba keseluruhan kendaraan juga melayani kebutuhan kendaraan listrik (Foto/© Fraunhofer LBF)

Pada Hari Teknologi Nasional ke-17 di Bandung, Jawa Barat, 8-11 Agustus 2012 diperlihatkan ketangguhan mobil listrik hasil buatan anak Indonesia. Menurut Kompas Otomotif  Menteri BUMN Dahlan Iskan  menjelaskan empat prototipe mobil listrik yang diperlihatkan kepada publik meliputi city car  diproduksi PT Sarimas Ahmadi Pratama (SAP), sedan kecil karya PT Pindad, MPV mini, dan  mobil sport yang difinalisasi di Yogyakarta. Keempat  prototipe itu akan terus dikembangkan agar layak diproduksi secara massal.

Indonesia akan memajukan mobil listrik buatan lokal dalam beberapa tahun mendatang. Meski ketinggalan di bidang penguasaan teknologi mesin bensin, Indonesia dapat membuktikan diri sebagai salah satu negara yang menguasai teknologi mobil dengan mesin listrik.

Advertisement

Produksi mobil listrik tahun 2014  

Untuk meningkatkan mobil  listrik nasional, Menko Ekonomi Rajasa Hatta menjelaskan kepada Jawa Post Network, pemerintah menggandeng enam perguruan tinggi dan 2 lembaga yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Keemat perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), dan Politeknik Manufaktur Bandung.

Menurut Hatta, pemerintah menargetkan, paling lambat pada tahun 2014, mobil nasional listrik yang saat ini masih dalam bentuk prototipe atau purwarupa, dapat diproduksi secara massal. Pihaknya menargetkan untuk memproduksi 10.000  ribu unit per tahun. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan regulasi untuk proses produksi maupun insentif perpajakan agar industri mobil listrik dan mobil hibrida lebih mudah diproduksi.

Salah satu regulasi adalah insentif perpajakan yang berpengaruh terhadap penentuan harga jual mobil listrik. Tanpa insentif, harga mobil listrik bisa mencapai Rp 300 juta—jauh di atas harga mobil sekelas city car berbahan bakar BBM yang harga jualnya berkisar Rp120 – 150 juta per unit. Menurut Dahlan, agar bisa diterima oleh pasar atau masyarakat, mobil lstrik harus dijual dengan harga yang tidak terlalu jauh berbeda dengan mobil berbahan bakar BBM. Diharapkan, harga jual  mobil listrik di bawah Rp200 juta per unit.

Oleh  karena itu, pemerintah mendorong Pertamina dan PLN mendesain pengembangan stasiun pengisian listrik pada mobil listrik. Di lokasi SPBU milik Pertamina, alat charger akan dibangun khusus melayani pengisian listrik. Sedang  dikaji pembangunan charger di tempat-tempat umum seperti mal/pusat perbelanjaan.

Industri otomotif sedang mengalami transisi besar di beberapa negara termasuk Indonesia.  Tidak ada kata berhenti bagi sebuah sedan baru yangh sedang diujicoba. Mobil baru itu melintasi jalan-jalan bergelombang dan belokan tajam dengan kecepatan tempuh 300.000 kilometer dalam waktu tiga minggu—tanpa sopir dan hanya diam di tempat atau tanpa bergerak sama sekali dari satu tempat ke tempat lain. Mobil uji coba itu tetap diam di tempat. Yang diuji bukan hanya semata-mata kecepatannya, namun justru yang paling utama diuji coba adalah daya   listrik yang menghgerakkan mesin mobil itu.

Baca juga :   Komponen Otomotif Butuh Kualitas Ketahanan Aus, Kekuatan dan Kelancaran dengan Pembakaran Mesin

Uji coba mobil listrik di Jerman

Rig uji coba kendaraan telah dilakukan di Institut Fraunhofer. Uji coba itu bertujuan  untuk mengetahui ketahanan struktural dan reliabilitas sistem LBF di Darmstadt. Mobil berbobot 2,5 ton dikenai berbagai gaya di semua arah. Apakah mobil itu bisa bertahan terhadap penanganan ekstrim seperti itu?

Dalam proses yang mirip dengan TÜV—pemeriksaan kendaraan dan uji kelaikan jalan, semacam KIR di Indonesia—jauh lebih komprehensif, dan peneliti LBF mengecek keselamatan dan reliabilitas kendaraan tersebut.

Gambar: Mobil listrik buatan Indonesia (Foto: bandung.detik.com)

Rig ujicoba memiliki 26 silinder hidrolik yang terkontrol secara elektronik yang  memungkinkan untuk mensimulasikan semua kekuatan yang bekerja pada roda, sasis dan bodi kendaraan. Alat ukur roda dipasang, di mana Anda biasanya menyangka menemukan roda yang digunakan di jalan. Roda ini khusus diproduksi oleh Kistler yang dilengkapi dengan sensor yang merekam segala sesuatu yang terjadi selama tes–mulai dari efek akselerasi mobil hingga dampak peregangan bahan dan komponen-komponen menjadi semakin panas.

Para insinyur menganalisis hasil pada komputer, memungkinkan mereka mendeteksi adanya potensi kerusakan kendaraan dan memperkirakan masa pakai dari perakitan tertentu.

“Ketika perusahaan beralih ke kendaraan listrik, kita akan melihat perubahan radikal pada cara bagaimana mobil dirancang. Disain baru ini akan menimpakan beban berbeda pada chasis, yang akan memacu permintaan metode baru untuk melakukan pengujian dan penilaian. Kami sangat siap menghadapinya. Rig ujicoba inovatif kami mendapat dana sebesar 3,5 juta Euro dari paket stimulus ekonomi pemerintah Jerman,” kata Profesor Holger Hanselka, direktur LBF dan koordinator proyek penelitian sistem e-mobilitas Fraunhofer.

“Kami memiliki kapasitas untuk menguji semuanya, mulai dari mobil kecil hingga transporter bertenaga listrik dan bus berbobot 6 metrik ton, yang akan lebih banyak kita saksikan di pusat kota di masa mendatang. Kami memberi kesempatan kepada produsen dan pemasok kendaraan listrik dan hibrida untuk menguji produk-produk inovatif seperti komponen baru mereka untuk motor listrik,” jelas manajer proyek Erich Lucker.

Beralih ke tenaga listrik memerlukan pemikiran ulang konsep keseluruhan kendaraan. Karena ukuran baterai berat berarti mobil harus dirancang untuk membawa beban lebih banyak. Dia menambahkan, “Kami menggunakan data yang kami kumpulkan sebagai dasar untuk mengembangkan standar uji coba baru.”

Komponen dan fitur disain mana yang dapat disempurnakan? Para peneliti mengolah data pada sistem komputer dan memberikan rekomendasi ke produsen tentang bagaimana membuat sedan sehandal mungkin. (Marion Horn, Informasi: www.fraunhofer.de/magazine)

Advertisement

Tulis Opini Anda