Peminat program restrukturisasi mesin industri tekstil meningkat

0
3

Jumlah perusahaan yang berminat terhadap dana program restrukturisasi mesin industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk tahun 2010 mengalami peningkatan. Sampai dengan akhir masa pendaftaran tgl 30 Juni 2010, tercatat sebanyak 202 perusahaan yang sudah mendaftar dengan serapan dana Rp 212,66 miliar. Akibatnya, anggaran yang disediakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang berjumlah Rp 144,35 miliar, mengalami kekurangan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Kemenperin akan mengupayakan realokasi anggaran dari program revitalisasi di industri gula, industri alas kaki dan sektor-sektor industri lainnya.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Ansari Bukhari, kurangnya anggaran program restrukturisasi mesin tekstil itu bukan disebabkan kesalahan kalkulasi, melainkan peminatnya yang bertambah banyak. Ia membandingkan dengan tiga tahun sebelumnya, realisasi program restrukturisasi mesin tekstil hanya sebesar 62-63 persen. ”Tapi ternyata situasi sekarang berbeda. Situasinya membaik. Apalagi sebenarnya secara target cuma 100 persen, tapi ternyata melonjak,” katanya, sebagaimana dikutip dari Mediaindonesia.com.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan, program peremajaan mesin dan perperalatan untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ini mampu menyerap investasi swasta sebesar Rp 4,9 triliun. Sedangkan penyaluran dana untuk program yang berjalan dari 2007 sampai 2009 ini hanya Rp 504 miliar.

”Program ini bertujuan mendorong industri TPT melakukan peremajaan mesin. Hasilnya terjadi penyerapan tenaga kerja hampir 47 ribu orang dan peningkatan produksi antara 15 sampai 28 persen,” katanya, ketika membuka seminar nasional ”Rencana Aksi Revitalisasi Industri TPT” di gedung Kemenperin.

Baca juga :   Prancis Bangun Pabrik Peugeot di Indonesia, India dan China

Selain itu, katanya, program peremajaan mesin industri TPT juga menghemat energi antara enam sampai 18 persen dan meningkatkan produktivitas antara tujuh sampai 17 persen.

Advertisement

Tulis Opini Anda