Identifikasi Kumpulan Transponder Tebal Sekarang Menjadi Lebih Aman

0
7

Thomas Henneke

Meskipun kemajuan perkembangan di bidang radio frekuensi identifikasi terjadi hampir di semua bidang aplikasi, tetapi masih da masalah dalam pembacaan paket yang masal. Dari masalah ini, fase modulasi jitter menawarkan pilihan-pilihan solusi

Transponder RFID yang padat saling menumpuk harus dibaca dengan susah payah. Dalam praktiknya, masalah ini sangat sering terjadi, misalnya dalam manajemen dokumen. Dalam banyak kasus, tidak ada transponder yang terdeteksi, terlepas apakah itu dalam identifikasi frekue4nsi radio sistem HF (high frequency) maupun UHF (ultra high frequency).

Advertisement

Penyebabnya adalah transponder yang berdekatan mengubah resonansi frekuensi yang lain, yang berada dalam jarak yang sangat dekat, sedangkan dalam ruang yang sempit hanya terdapat tingkat energi tertentu, sehingga tidak semua transponder mendapatkan energi yang sama.

Teknologi FMJ dapat mengidentifikasi objek atau dokumen yang tebal dan tersimpan dengan sangat cepat dan aman.

Fase modulasi jitter sangat cocok untuk pembacaan masal  

Transponder, yang memungsikan fase modulasi jitter (FMJ), berkerja dengan cara yang berbeda, berdasarkan standar ISO/IEC 18.00-3,2. Seperti namanya (Jitter = gemetar), ini berkaitan tentang fase modulasi, yang variasi fasenya kecil sekali, contohnya ±1°. Yang mendasari sistem RFIDS adalah sistem HF (13,56 MHz), karenanya antena transponder tidak dipasang pada frekuensi tertetu.

Konsepnya mirip dengan transponder broad-band . Tansponder FMJ memilih salah satu dari beberapa saluran, menjawab juga atas perbedaan frekuensi. Konsep ini disebut ”Frequency & Time Division Multiple Access“ (FTDMA) dan dikembangkan dan dipatenkan oleh Magellan di Australia.

Kemungkinan aplikasinya sangat banyak, terutama dalam konteks pembacaan masal dari artikel yang padat. Contoh saat ini adalah kemasan tablet dan berlian. Sepertinya modulasi ini sangat menjanjikan untuk ”penandaan” dokumen dan surat-surat. Sertifikat dan dokumen, misalnya, dapat dibuktikan dengan teknik RFID, seperti yang sudah dipraktikkan di India.

Baca juga :   Mengubah Telepon dan e-mail Jadi Chat

Dengan teknik FMJ, di tingkat dokumen pribadi hal ini membuka peluang baru. Karena dapat membuka dokumen tebal yang tersimpan. Sangat mungkin, misalnya, mengidentifikasi dengan cepat sebuah dokumen dalam tumpukan. Bisa saja setumpuk kertas dari ratusan kertas yang ’telah ditandai’  dalam satu detik di-scan, untuk menemukan lagi satu dokumen atau mendeteksi masuknya dokumen dalam sebuah departemen atau kantor.

Pengembangan solusi RFID yang baru untuk industri kemasan

Lembaga Logistik, Perdagangan dan Distribusi Jerman (IDH) yang berpusat di Dortmund sejak tahun 1990-an disibukkan dengan masalah transponder tebal yang tersimpan dan oleh karena hal itu menyebabkan masalah di pengemasan logistik. Institusi ini mengambil alih tugas untuk klien terkemuka dari berbagai bidang agar mengembangkan solusi RFID ini. (MM)

Dipl.-Math. Thomas Henneke adalah pimpinan proyek pengembangan inovasi proses di Institut Logistik, Distribusi dan Perdagangan Jerman (IDH).

Advertisement

Tulis Opini Anda