Wednesday
07 October 2026

Tingkatkan Dialog Global tentang Peranan AI dan Talenta Digital

                   Peningkatan dialog global tentang peran AI dan talenta digital disampaikan oleh DANA melalui World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss pada 19-23 Januari 2026. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pandangan Indonesia dan CEO Danantara juga menghadiri WEF 2026. 

Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia dalam diskusi panel pada World Economic Forum (WEF) 2024. Pada WEF 2026 kali ini, DANA kembali hadir untuk ketiga kalinya, menegaskan posisinya sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam forum internasional guna mendukung keberlanjutan ekosistem tekfin Indonesia (Foto/@: PT Espay Debit Indonesia Koe/DANA).

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Espay Debit Indonesia Koe (sumber): Untuk ketiga kalinya, PT Espay Debit Indonesia Koe pengelola dan pemilik dompet digital DANA mengikuti perhelatan World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss pada 19 hingga 23 Januaru  2026.

Pihak DANA yakin bahwa forum itu merupakan dialog global  tentang peningkatan peran teknologi kecerdasan buatan AI dan peningkatan talenta digital khususnya di kalangan muda dan relevan dengan —Indonesia.   



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Mengikuti dinamika global yang semakin berfokus pada adopsi kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan, DANA demikian pro-aktif berperan dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. 

Kehadiran pihak DANA menegaskan komitmen manajemen dompet digital DANA untuk terlibat dalam pembahasan tingkat global lintas sektor, sekaligus perspektif Indonesia terkait penguatan ekonomi digital, kesiapan SDM yang punya talenta, dan tata kelola berbasis  inovasi.

Dari ekonomi global hingga peningkatan peran AI dan talenta digital, pengelola DANA melibatkan diri dalam World Economic Forum 2026 yang tentu saja relevan dengan kepentingan Indonesia. 

Perbincangan global belakangan kian mengerucut pada dua tema besar tentang adopsi kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan. 

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ketidakpastian ekonomi global, isu tata kelola inovasi, kesiapan talenta, serta dampak sosial dan lingkungan menjadi sorotan lintas sektor. 

Sejak tahun 1971, forum tahunan ini mempertemukan pemimpin pemerintahan, bisnis seperti pengelola Lembaga keuangan, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk menyelaraskan pandangan dan membaca arah perhatian global ke depan. 

Bagi negara berkembang dengan ekonomi digital yang bertumbuh kuat seperti Indonesia, diskusi ini menjadi semakin relevan. Lantas, apa saja yang perlu dicermati dari WEF Davos 2026?

Diskusi lintas sektor di tengah dunia yang terus berubah

WEF Davos 2026 mengusung tema besar A Spirit of Dialogue. Tema ini diurai dalam lima pokok bahasan kunci: kerja sama global di tengah fragmentasi dunia, pencarian sumber pertumbuhan baru, investasi pada manusia, inovasi yang bertanggung jawab, dan pembangunan kemakmuran yang berkelanjutan. 

Pembahasan para peserta WEF 2026 menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi yang aman dan tepercaya sebagai fondasi masa depan ekonomi global.

AI, Talenta Digital, dan Inovasi yang Bertanggung Jawab: Isu seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan tata kelola teknologi digital akan dibahas bukan hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan sistem ekonomi. 

Isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama WEF Davos 2026 melalui tema How can we deploy innovation at scale and responsibly?

Bagi Indonesia, topik ini semakin relevan. Hingga 2025, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia yang baru mencapai 27,34 persen, sementara Komdigi memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai 600.000 orang per tahun untuk memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030. 

Di tengah upaya mengejar Visi Indonesia Digital 2045, pengembangan teknologi yang aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia menjadi semakin krusial.

Menyeimbangkan Pertumbuhan dengan Keberlanjutan Lingkungan: Selain pertumbuhan ekonomi dan teknologi, WEF Davos 2026 juga menempatkan keberlanjutan sebagai agenda penting melalui tema How can we build prosperity within planetary boundaries? 

Forum ini mendorong pendekatan ekonomi yang regeneratif, sirkular, dan inklusif, memastikan agar pertumbuhan tidak mengorbankan lingkungan. 

Perubahan preferensi konsumen membuat keberlanjutan semakin relevan bagi bisnis: studi OECD mencatat 65 persen konsumen global bersedia bersedia untuk mengubah gaya hidup mereka demi kebaikan lingkungan, sehingga perusahaan yang lebih berkelanjutan punya peluang lebih besar membangun preferensi dan loyalitas. 

Di Indonesia, peluangnya juga konkret. Laporan AC Ventures–BCG memetakan potensi green growth hingga US$400 miliar dan peluang bisnis utama di jasa strategi/profesional, solusi pengurangan intensitas emisi, serta emission offsetting, yang pada akhirnya menguntungkan perusahaan sekaligus mendukung target iklim.

WEF 2026 dihadiri oleh sekitar 3.000 orang peserta dari 130 negara—mencerminkan keberagaman perspektif lintas sektor. Sejalan dengan tema WEF 2026, DANA sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, turut hadir untuk ketiga kalinya. 

Ini menegaskan komitmen jangka panjang untuk terlibat aktif dalam forum internasional sekaligus mendukung ekosistem tekfin Indonesia agar terus berkembang secara inklusif, tepercaya, dan berkelanjutan, termasuk melalui fokus pada pengembangan layanan keuangan digital berbasis komunitas dan pengguna yang berdampak serta bertanggung jawab bagi lingkungan. 

Komitmen ini juga didokumentasikan secara transparan melalui Sustainability Report 2024 yang dipublikasikan DANA pada Desember 2025.

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya pada WEF 2026 di Davos menjadi ruang penting untuk terus belajar dan berkontribusi. 

WEF merupakan  forum strategis untuk memahami bagaimana dunia bergerak dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif. 

“Bagi DANA, partisipasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung kebiasaan finansial yang sehat lewat layanan keuangan digital yang a , inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” pendapat Vince Iswara.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mendapat kesempatan untuk mengemukakan pandangan Indonesia melalui pidatonya. Sedangkan Danantara untuk pertama kalinya menghadiri World Economic Forum 2026. 

Menurut Kumparan Bisnis, CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan partisipasi Danantara di WEF 2026 ditujukan untuk membangun kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan global, memobilisasi modal secara selektif, dan mendorong investasi berkualitas.

Oleh sebab itu, pelaku usaha dan institusi finansial perlu berinvestasi pada pengembangan SDM, khususnya di bidang AI, data, dan keamanan siber, agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan global.

Indonesia perlu mengadopsi teknologi, termasuk AI, perlu disertai tata kelola yang kuat, transparansi, serta perlindungan konsumen dan data untuk menjaga kepercayaan publik.

Sinergi antara pemerintah, industri, startup, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Isu keberlanjutan, inklusi keuangan, dan dampak sosial perlu menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan, sejalan dengan arah diskusi global seperti di WEF 2026 di Davos, Swiss.

Partisipasi Indonesia dalam percakapan global seperti WEF 2026 menjadi momentum penting untuk memastikan ekonomi nasional bertumbuh, dan tangguh dan relevan di tingkat dunia. 

Bagi pelaku ekonomi, bisnis, dan finansial, memahami arah diskusi global—mulai dari AI, talenta digital, hingga keberlanjutan—merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia di era transformasi digital yang terus berkembang. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik