MARINE JOURNAL, Maritime-Tech

Remotely Operated Vehicle Ungkap Misteri Bawah Air, Apa Bedanya dengan Kapal Selam?

Para peneliti menggunakan  remotely operated vehicle (ROV) merupakan robot yang bekerja untuk mengungkap misteri dan potensi ekonomi di dasar laut. Apa perbedaan...

Written by Marinus L Toruan · 2 min read >
sistem modular

Para peneliti menggunakan  remotely operated vehicle (ROV) merupakan robot yang bekerja untuk mengungkap misteri dan potensi ekonomi di dasar laut. Apa perbedaan dengan kapal selam?  

Remotely Operated Vehicle
ROV-mini buatan Institut Fraunhofer IGD yang dikendalikan dari jarak jauh. Remotely operated vehicle ungkap misteri bawah air (Foto/@: Fraunhofer IGD)

Penulis/editor: Marinus L. Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Bagaimana cara mengungkap misteri bawah permukaan laut seperti dasar laut misalnya di kedalaman tertentu yakni 883 meter hingga 6000 meter? 

Para peneliti biasanya menggunakan remotely operated vehicle (ROV) yakni kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh demikian laman oceanexplorer.noaa.gov. 

ROV merupakan robot bawah air yang menyelam secara mandiri tanpa dikendalikan atau dikemudikan oleh manusia. 

Remotely Operated Vehicle

Robot penyelam demikian lincah melakukan manuver saat digunakan menjelajahi kedalaman laut yang dioperasikan atau dipandu oleh seseorang. Orang itu berada di permukaan air misalnya berada  di dalam sebuah kapal. 

Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh yang dinamai Deep Discoverer ditemukan setelah menyelesaikan 19 penyelaman selama ekspedisi Windows to the Deep pada tahun 2019. 

Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh, dan ROV memungkinkan kita menjelajahi lautan tanpa benar-benar berada atau menyelam di bawah permukaan  air laut. 

Robot bawah air ini dikendalikan oleh seseorang yang biasanya berada di kapal permukaan air laut, menggunakan joystick dengan cara yang sama seperti seseorang bermain video game. 

Sejumlah kabel yang digunakan sebagai atau tambatan berguna untuk menghubungkan ROV ke kapal tempat operator. Robot ROV mengirimkan sinyal listrik bolak-balik antara operator dan kendaraan. 

Sebagian besar ROV dilengkapi dengan peralatan seperti kamera biasa yang mengambil gambar dalam posisi diam, kamera video (mengambil gambar yang bergerak sesuai keadaan asli), dan peralatan lampu. 

Kamera itu mengirimkan gambar dan video yang terekam ke kapal pengendali. 

Peralatan tambahan lainnya adalah alat manipulator atau cutting arm (semacam lengan pada robot), water sampler (sampel penganalisis air laut),  dan instrumen yang mengukur parameter seperti kejernihan dan suhu air.

Robot ROV dikembangkan untuk memenuhi keperluan industri seperti inspeksi internal dan eksternal misalnya rencana pemasangan pipa bawah air dan pengujian struktural platform lepas pantai. 

Robot remotely operated vehicle mengungkap misteri bawah  dan semakin banyak digunakan untuk beragam aplikasi seperti penelitian ilmiah. 

ROV terbukti sangat berharga dalam eksplorasi laut dan juga digunakan untuk program pendidikan dengan akuarium dan menghubungkan ke ekspedisi ilmiah secara langsung melalui Internet. 

Ukuran ROV bervariasi seperti komputer kecil hingga sebesar truk kecil. Sedangkan ROV yang lebih besar sangat berat, membutuhkan peralatan lain seperti winch untuk meletakkannya di sisi kapal dan kemudian menurunkannya ke dalam air laut. 

Alat winch merupakan perangkat mekanis yang digunakan untuk menarik atau melepaskan (melonggarkan) dan menyesuaikan tegangan tali seperti tali kawat atau kabel yang digunakan pada ROV.

Meskipun penggunaan ROV tanpa keberadaan dan peran  manusia di dalam air, namun dalam banyak pekerjaan, pengoperasian ROV lebih sederhana dan lebih aman untuk dilakukan dibandingkan jenis operasi kapal selam dengan operator (manusia) karena tetap aman dan kering.  

Dengan  ROV memungkinkan peneliti untuk menyelidiki area laut yang terlalu dalam bagi manusia misalnya untuk menyelam dengan aman.

Robot ROV dapat bertahan di bawah air lebih lama daripada penyelam manusia, dan ini menambah waktu untuk melalukan eksplorasi mengungkap misteri.

Sementara itu, Fraunhofer IGD tengah menggarap proyek penelitian yang disebut MiRo-Base—juga kendaraan bawah air tanpa awak. 

Proyek MiRo-Base ini bertujuan untuk mengembangkan konsep sistem ROV mini dan juga dioperasikan dari jarak jauh. 

Para pakar membuat prototipe dan memvalidasi konsep tersebut dengan dua kendaraan uji coba yang saling berbeda. 

Selain komponen sistem, konsorsium sedang mengerjakan metode pengembangan untuk kelas khusus sistem fisik siber ini. 

Selama pengembangan harus dicapai kualitas teknologi tinggi, dan efisiensi besar. 

Dengan menyelesaikan proyek MiRo-Base, konsorsium berupaya memposisikan mereka sebagai penyedia kendaraan lengkap, ROV-mini buatan Jerman khusus pasar global dengan mengandalkan teknologi bawah air. 

Untuk mencapai tujuan itu, beberapa UKM dan mitra ilmiah bekerja sama di bawah koordinasi proyek ROV-mini

Baca: Peneliti Rostock Kembangkan Sistem Modular, Uji Coba di Laut Baltik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *