Platinum Fruits menggunakan kemasan berbasis serat yang alami dan bioplastik sehingga buah-buahan yang dikirim dari Thailand ke Eropa dan Asia termasuk Indonesia tetap segar saat dinikmati.

di Asian Ekspor Awards 2023
Penulis/editor: Marinus L Toruan
mmINDSTRI.co.id – Platinum Fruits (sumber): Ekspor buah segar mudag dilakukan. Penggunaan kemasan berbasis serat yang alami dan bioplastik mengurangi pengguaan bahan plastik sebagai kemasan buah-buahan baik untuk dipasarkan di dalam dan tujuan ekspor.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Hal itulah yang mengantarkan Platinum Fruits perusahaan yang berbasis di Thailand sebagai ekspoter buah yang mendapatkan pengakuan pada Asian Export Awards 2023 yang dirilis oleh sebuah majalah di Asia belum lama ini.
Berkat penggunaan kemasan berbasis serat alami dan bioplastik, perusahaan ini secara konsisten memasok buah-buahan segar dan berkualitas tinggi ke pasar di Asia termasuk Indonesia dan Eropa.
Selain itu, menurut laman mdpi.com, Platinum Fruits mengoptimalkan rute pengiriman untuk mengurangi jejak karbon, memastikan bahwa setiap langkah dalam rantai pasokan mereka ramah lingkungan.
Bioplastik merupakan jenis plastik yang terbuat dari bahan organik seperti pati jagung, pati kentang, atau minyak nabati. Dengan menggunakan teknologi cangggih maka ati jagung, pati kentang, minyak nabati, dan kitosan yakni kulit udang atau kepiting dapat dijadikan sebagai kemasan berbasis bioplastik tulis rethink-plastic.com
Bioplastik mudah terurai secara alami yang diproses oleh mikroorganisme dan jejak limbah lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik konvensional demikian e-jurnal.pnl.ac.id menyimpulkan.
Sedangkan kemasan berbasis serat alami merupakan kemasan yang dibuat dari bahan serat tumbuhan seperti serat kayu, serat bambu, singkong dan bahkan serat kelapa.
Bahan kemasan jenis ini mudah terurai secara alami dan merupakan alternatif yang dipilih oleh pengguna kemasan yang ramah lingkungan untuk kemasan plastic seperti dirangkuum dari rethink-plastic.com
Perusahaan Platinum Fruits menerapkan praktik ramah lingkungan dalam rantai pasokannya, seperti pengurangan penggunaan bahan plastik konvensional dan optimalisasi rute pengiriman untuk mengurangi jejak karbon.
Untuk tetap menjaga keberlanjutan, Platinum Fruits membangun kerja sama dengan petani lokal dan pemasok untuk memastikan kualitas produk—baik buah-buahan dan bahan kemasan—dengan kualitas yang konsisten dan mendukung komunitas lokal.
Pembuatan bioplastik kemasan berbasis serat alami
Bioplastik dari bahan organik dengan menyiapkan bahan utama seperti pati misalnya dari jagung, kentang atau singkong, gliserol sebagai plasticizer dengan melakukan pencampuran pati dengan air dan dipanaskan hingga larut. Tambahkan gliserol untuk meningkatkan fleksibilitas.
Panaskan campuran bahan tersebut sambil diaduk hingga mengental dan membentuk gel dan selanjutnya gel dituangkan ke dalam cetakan atau lembaran dan dibiarkan hingga mengering pada suhu kamar atau gunakan oven dengan suhu rendah untuk mempercepat proses pengeringan.
Demikian pula pembuatan kemasan berbasis serat alami seperti serat kelapa, serat bambu, atau serat tebu. Bahan yang sudah dipilih dicampurkan serat dengan bahan pengikat alami seperti pati atau resin alami.
Bentuk campuran selanjutnya menjadi lembaran atau bentuk kemasan yang diinginkan yang kemudian dikeringkan sebagai kemasan pada suhu kamar atau gunakan oven dengan suhu rendah.
Buah-buahan dikemas dalam kotak atau peti yang kokoh dengan bantalan yang cukup untuk melindungi dari kerusakan selama proses transit.
Platinum Fruits berkembang menjadi salah satu eksportir buah segar terkemuka di Thailand, dengan spesialisasi durian, lengkeng, manggis, dan kelapa.
Buah-buahan premium ini diperoleh dengan cermat dari produsen dan pengolah bersertifikat GAP dan Global GAP, dan perusahaan menjunjung tinggi kepatuhan yang teguh terhadap standar HACCP, GMP, GHP, DOA, dan Halal untuk memastikan kualitas dan keamanan tertinggi pada produknya.
Komitmen Platinum Fruits terhadap inovasi merupakan landasan keberhasilannya. Contohnya pada pandemi COVID-19 yang menimbulkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk pembatasan transportasi dan kemacetan jalur laut.
Mengatasi kendala itu, Platinum Fruits menunjukkan semangat inovatifnya dengan memastikan kualitas premium buah-buahannya tidak pernah dikompromikan.
Tonggak penting dalam upaya mengatasi adalah diperkenalkannya sistem logistik Cold Chain yang membawa perubahan besar. Platinum Fruits dengan berani menciptakan halaman kontainer yang dilengkapi dengan pengatur suhu berkelanjutan, dan menjadi perusahaan Thailand pertama yang melakukannya.
Dengan inovasi terbaru memungkinkan perusahaan untuk menjaga kesegaran buah-buahan sepanjang perjalanannya, secara konsisten memenuhi jadwal pengiriman dan standar produk ketika banyak perusahaan lain tidak bisa melakukannya.
Inovasi teknologi terbaru bertujuan untuk menjamin kesegaran buah. Platinum Fruits menggunakan berbagai teknologi canggih untuk memastikan buah-buahan tetap segar selama pengiriman.
Perusahaan ini menerapkan metode seperti penyimpanan atmosfer terkendali, iradiasi ultraviolet-C, dan pengkondisian suhu rendah.
Teknologi ini membantu memperpanjang umur simpan buah dengan mengurangi laju respirasi dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme menurut mdpi.com
Demikian juga penggunaan sensor suhu dan kelembaban, Platinum Fruits menggunakan sensor suhu dan kelembaban canggih untuk memantau kondisi lingkungan selama pengiriman. Sensor itu memberikan data real-time yang memungkinkan penyesuaian kondisi penyimpanan secara otomatis.

Dengan demikian, Platinum Fruits menjaga suhu dan kelembaban optimal, yang penting untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran buah.
Cara ini membantu mereka mencapai tujuan Conquering the summit of success and making brands shine dengan menyediakan produk berkualitas tinggi yang selalu segar tulis mdpi.com.
Dampak Platinum Fruits melampaui angka finansial, karena telah mendapatkan pengakuan dan kepercayaan global atas komitmennya yang teguh terhadap standar dan kualitas. Perusahaan ini berhasil menembus pasar baru di provinsi-provinsi selatan China, dan memposisikan diri untuk ekspansi lebih lanjut ke tiga provinsi tambahan.
Langkah strategis ini memungkinkan perusahaan untuk memenuhi beragam selera dan permintaan, yang merupakan bukti dedikasi mereka terhadap keunggulan.
Skalabilitas sangat tertanam dalam pendekatan Platinum Fruits, khususnya dalam mengekspor buah-buahan sensitif seperti durian, yang berfungsi sebagai cetak biru untuk buah-buahan lainnya. Platinum Fruits menyempurnakan teknik yang menjamin kesegaran setiap unit buah, memenuhi standar pelanggan mereka.
Ke depan, rencana Platinum Fruits ambisius, termasuk memperluas ekspor mereka ke pasar baru seperti Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Selain itu, mereka siap memasuki pasar kelapa di Tiongkok dan bertujuan menjangkau pengecer di daerah terpencil, berkat peningkatan logistik China.
Dengan pendapatan perusahaan yang terus meningkat, Platinum Fruits berinvestasi dalam memberdayakan petani dan mempromosikan pertanian tanpa limbah, sehingga berkontribusi terhadap ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Dedikasi Platinum Fruits terhadap keunggulan dalam industri ekspor buah segar telah membuatnya mendapatkan penghargaan Inisiatif Rantai Pasokan Thailand Tahun 2024.
Sistem pelacakan yang transparan memungkinkan pelanggan untuk mengetahui asal-usul dan perjalanan produk mereka dari ladang hingga ke meja makan.
Platinum Fruits menggunakan sensor suhu dan kelembaban untuk memantau kondisi buah sepanjang perjalanan. Cara ini membantu memastikan buah tetap segar dan dalam kondisi optimal.
Demikian juga buah-buahan disimpan dalam kondisi suhu yang terkontrol untuk memperlambat proses pematangan dan mencegah pembusukan. Platinum Fruits melakukan kontrol kualitas secara berkala selama penyimpanan dan transportasi untuk memastikan buah yang rusak atau busuk dapat segera disingkirkan.
Sedangkan penggunaan gas etilen bertujuan untuk buah-buahan klimakterik, mereka memantau dan mengontrol kadar etilen untuk mengatur proses pematangan. Dan nuah-buahan memerlukan kondisi suhu dan kelembaban yang tepat untuk tetap segar. Penyimpanan yang tidak memadai dapat menyebabkan pembusukan atau penurunan kualitas.
Buah-buahan memiliki umur simpan yang terbatas, sehingga waktu transit yang lama dapat mengurangi kesegarannya. Pengiriman yang cepat dan efisien sangat penting. Kondisi cuaca ekstrem dapat mempengaruhi produksi dan kualitas buah-buahan. Misalnya, suhu yang terlalu tinggi atau rendah dapat merusak tanaman.
Kontainer reefer (berpendingin) sering kali terbatas jumlahnya, terutama di rute-rute tertentu. Ini bisa menyebabkan kesulitan dalam memastikan buah-buahan dikirim dalam kondisi yang tepat demikian sebuah laman.
Dan penggunaan teknologi digital twin bertujuan untuk melakukan sensor real-time dan model in silico untuk memprediksi kualitas dan kelayakan pasar buah selama pengiriman¹. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam menjaga kondisi buah.
Bahan pengemas baru yang mengandung agen antimikroba dapat memperpanjang umur simpan buah dengan mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
Sistem pemantauan canggih yang memberikan visibilitas end-to-end dalam rantai pasokan, memungkinkan deteksi dini masalah dan pengambilan tindakan korektif yang cepat².
Algoritma dan perangkat lunak baru membantu mengoptimalkan rute pengiriman untuk mengurangi waktu transit dan menjaga kesegaran buah.
Inovasi-inovasi ini membantu memastikan bahwa buah-buahan tetap segar dan berkualitas tinggi sampai ke tangan konsumen, sambil mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form