Thursday
08 October 2026

Metanol Hijau Ramah Lingkungan dari Denmark

Blue World Technologies  membuat metanol hijau yang  ramah lingkungan dengan menyelesaikan sistem sel bahan bakar yang diuji dengan maritim 200 kW. Apakah Indonesia sudah kembangkan metanol hijau?   

Sistem sel bahan bakar 200 kW diuji di fasilitas pengujian Blue World yang terhubung dengan pabrik sel bahan bakar di Aalborg, Denmark (Foto/@: Blue World Technologies)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id –  Blue World Technologies (sumber): Perusahaan Blue World Technologies sukses mengembangkan methanol hijau yang  ramah lingkungan. Metanol ramah lingkungan atau metanol hijau adalah metanol yang diproduksi dari sumber-sumber terbarukan seperti biomassa atau melalui proses penangkapan karbon. 

Penggunaan metanol hijau mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 95 persen, mengurangi emisi nitrogen oksida hingga 80 persen dan menghilangkan emisi sulfur oksida serta partikel sepenuhnya. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Metanol hijau dapat digunakan sebagai bahan bakar rendah karbon dan merupakan alternatif yang menjanjikan untuk bahan bakar fosil di berbagai industri—termasuk di Indonesia.

Keberhasilan Worl Blue Technoogies membuat metanol hijau tercapai setlah melakukan serangkaian pengujian sistem sel bahan bakar PEM HT 200 kW dan yang pertama kali di dunia—setelah menggunakan teknologi baru untuk mendorong dekarbonisasi di industri maritim.

PEM HT 200 kW adalah sistem sel bahan bakar membran elektrolit polimer suhu tinggi–High-Temperature Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell—kapasitas  200 kW. Sistem ini digunakan untuk menghasilkan listrik dengan efisiensi tinggi dan emisi karbon yang rendah. 

Blue World Technologies berhasil menguji sistem sel bahan bakar HT PEM 200 kW yang menggunakan metanol hijau sebagai bahan bakar. Sistem ini dapat mencapai efisiensi listrik hingga 55 persen dan memungkinkan penangkapan karbon hingga 100 persen.

Sedangkan PEM HT adalah singkatan High-Temperature Polymer Electrolyte Membrane merupakan jenis teknologi sel bahan bakar yang beroperasi pada suhu tinggi, biasanya sekitar 150°C, yang memungkinkan efisiensi lebih tinggi dan penggunaan bahan bakar yang lebih beragam dibandingkan dengan sel bahan bakar PEM konvensional.

Disiapkan dalam beberapa bulan, perusahaan yang bermarkas di Aalborg, Denmark,itu mengumumkan keberhasilan pengujian modul sel bahan bakar PEM dengan suhu tinggi 200 kW. 

Pengujian diselesaikan di fasilitas pengujian yang baru didirikan yang terhubung dengan Pabrik Blue Aalborg, tempat sel bahan bakar untuk sistem tersebut diproduksi. Pengujian awal diselesaikan dengan hasil yang bagus dan telah melampaui ekspektasi kinerja. 

Dengan efisiensi listrik hingga 55 persen saat mencapai tahap komersial, sistem sel bahan bakar biasanya memberikan penghematan bahan bakar sebesar 20-30 persen yang memungkinkan penggunaan bahan bakar hijau lebih berhemat biaya. 

Selain itu, sistem sel bahan bakar memungkinkan penangkapan karbon hingga 100 persen untuk pemanfaatan dalam produksi bahan bakar hijau dan untuk penyimpanan.

Produksi metanol hijau

Bagaimana metanol hijau yang ramah lingkugan diproduksi?  Melalui beberapa metode yang memanfaatkan sumber daya terbarukan dan proses kimia yang ramah lingkungan. 

Metanol hijau  diproduksi dengan menggunakan biomassa seperti limbah pertanian atau kayu. Proses ini melibatkan konversi biomassa menjadi gas sintesis (campuran hidrogen, karbon dioksida, dan karbon monoksida) melalui gasifikasi atau pirolisis, yang kemudian diubah menjadi methanol demikoan disarikan laman methanol.org dan weforum.org

Selain itu, metanol hijau diproduksi dengan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer atau sumber industri. Selanjutnya bahan CO2 direaksikan dengan hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisis air menggunakan listrik dari sumber terbarukan, seperti tenaga surya atau angin, untuk menghasilkan metanol demikian papertechnologyinternational.com 

Dalam metode ini, hidrogen diproduksi melalui elektrolisis air menggunakan energi terbarukan. Hidrogen ini kemudian dikombinasikan dengan CO2 dalam reaktor kimia untuk menghasilkan metanol. Proses ini dikenal sebagai e-metanol atau metanol elektro.

Dengan menggunakan metode di atas maka produksi metanol hijau justru berpotensi  untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dan mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“Proyek ini merupakan terobosan besar dalam dekarbonisasi maritim dan dengan pengujian sistem 200 kW kami, kami membuktikan bahwa teknologi sel bahan bakar HT PEM berpotensi menjadi salah satu teknologi utama untuk mendekarbonisasi sektor yang sulit dikurangi,” ungkap Dennis Naldal Jensen, Chief Technology Officer  Blue World Technologies. 

Selama periode pengujian, pihaknya berhasil memvalidasi pengaturan sistem kami dengan prosesor bahan bakar metanol, koneksi seri tumpukan sel bahan bakar, serta keseimbangan komponen pabrik di sekitar sel bahan bakar, demikian Dennis Naldal Jensen. 

Sistem percontohan pertama adalah sistem 1 MW untuk produksi daya yang dilakukan di atas kapal. Sistem ini dipasang di salah satu kapal metanol berbahan bakar ganda milik A.P. Moller – Maersk dan pemasangan di atas kapal diharapkan akan dilakukan pada H1 2026.

Setelah bekerja dengan teknologi sel bahan bakar selama lebih dari 20 tahun, sungguh menakjubkan bagi manajemen perusahaan untuk mencapai tahap pengembangan teknologi ini yang dengan sistem besar memberikan alternatif yang kuat bagi industri yang sangat bergantung pada teknologi berbasis fosil, lanjut Anders Korsgaard, Chief Executive Officer dan Co-founder  Blue World Technologies. 

Maersk adalah pelopor global dalam hal dekarbonisasi maritim, dan pihak World Blue sangat senang dengan kolaborasi pada uji coba 1 MW pertama dan kami sangat menantikan untuk meluncurkan sistem yang diiciptakan. 

Pesanan untuk sistem percontohan tersebut diikuti oleh investasi ventura oleh Maersk Growth – cabang ventura A.P. Moller – Maersk – di mana mereka pada akhir tahun 2023 berpartisipasi dalam pra-putaran C senilai Euro 11 juta bersama The Export and Investment Fund of Denmark (EIFO), Cycle Group, dan pemegang saham baru dan lama lainnya. 

Dengan potensi besar teknologi sel bahan bakar HT PEM, mereka mengikuti perkembangan dan pengujian sistem tersebut dengan saksama. 

Sebagai investor di Blue World Technologies, Direktur Investasi  Maersk Growth, Alex Smout,  Maersk Growth senang mengikuti kemajuan pengembangan sistem dan ingin berbagi kegembiraan tim atas keberhasilan pengujian sistem sel bahan bakar 200 kW.

Industri maritim membutuhkan berbagai teknologi dan jalur baru untuk mencapai target nol bersihnya, dan teknologi sel bahan bakar PEM suhu tinggi sangat menjanjikan dalam menemukan keseimbangan antara efisiensi listrik yang tinggi, ukuran, dan penyesuaian beban. Ini adalah contoh hebat tentang bagaimana kita dapat mendukung inovasi melalui investasi dan kemitraan,” tutur Alex Smout, Direktur Investasi  Maersk Growth.  

Blue World akan memasok sistem untuk daya tambahan dan berharap sistem maritim mereka yang mencapai tingkat komersial pada tahun 2027. 

Perusahaan melanjutkan untuk memasok sistem propulsi multi-megawatt untuk pengiriman global, yang merupakan tempat teknologi sel bahan bakar akan memberikan dampak terbesar pada lingkungan dan iklim.

Rendering modul sel bahan bakar 200 kW

Sistem Maritim Blue World: Sistem ini adalah konfigurasi yang dapat diskalakan, pertama-tama bertujuan untuk menggantikan genset berbasis fosil konvensional, tetapi kemudian juga disediakan sebagai sistem propulsi berbasis sel bahan bakar multi-megawatt yang besar.

Sistem ini dibangun dengan pendekatan modular, yang memungkinkan sistem daya sel bahan bakar sebagai solusi kontainer di dek atau terintegrasi di kapal.

Diharapkan untuk mencapai tahap komersial dengan sistem untuk produksi daya pada tahun 2027. Dengan efisiensi hingga 55 persen  saat mencapai tahap komersial, sistem ini biasanya memberikan penghematan bahan bakar 20-30 persen.

Sistem yang berbasis pada teknologi sel bahan bakar PEM suhu tinggi (HT PEM) ini menghasilkan panas buang bermutu tinggi sebesar 150°C. Saat menggunakan metanol terbarukan, sistem ini beroperasi dengan nol emisi.

Sistem sel bahan bakar siap untuk penangkapan karbon, yang memungkinkan CO2 didaur ulang atau disimpan. Tanpa emisi NOx, SOx, atau partikel, sistem sel bahan bakar ini tidak menyebabkan polusi udara.

Meski Wold Blue Technologies belum bekerja sama dengan Indonesia, pengembangan metanol hijau di Indonesia, menurut  laman energynews.biz, Indonesia sedang mengembangkan metanol sebagai energi baru terbarukan. 

Salah satu proyek signifikan adalah kolaborasi antara PLAGEN dan BFI untuk memproduksi metanol hijau dengan menggunakan  limbah biomassa yang potensial di Indonesia. 

Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan 20.000 ton metanol hijau bersih setiap tahun, yang kita harapkan akan membantu mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi energi hijau di Nusantara.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



1
FOLLOW US
  • Rubrik