Gunakan kain serat rami berlapis dan rangka baja modular sebagai furniture seating ramah lingkungan, mudah bongkar-pasang tanpa lem. Teknologi ini merupakan solusi desain circular economy dan tepat bagi pelaku industri furniture di Indonesia.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IKW (sumber): Tren keberlanjutan kini bukan lagi nilai tambah, melainkan standar baru dalam industri furniture global.
Bagaimana menjadikan bahan kain serat rami yang dilapis dengan baja sebagai pilihan tempat duduk yang geometri dan fleksibel?
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Menjawab kebutuhan tersebut, peneliti dari Fraunhofer Institute for Wood Research Wilhelm-Klauditz-Institute (WKI) mengembangkan sistem seating modular yang inovatif melalui proyek LinumTube.
Para ahli menggabungkan bahan kain serat rami berlapis dan struktur baja dalam konsep furniture circular yang dapat dibongkar tanpa merusak material, tanpa menggunakan lem perekat, dan tanpa sekrup.
Keberlanjutan semakin penting bagi konsumen saat membeli furnitur. Para peneliti Fraunhofer WKI yang ahli bidang perkayuan sukses menciptakan furnitur tempat duduk modern melalui proyek penelitian LinumTube.
Hasil desain dan produk prototipe mudah dibongkar, dikonfigurasi ulang, diangkut, dan didaur ulang dengan standar tinggi. Sistem modular ini terdiri dari dua material yakni bahan tekstil serat alami dan tabung baja.
Di pasar, banyak pilihan tempat duduk yang tidak dirancang atau didesain untuk penggunaannya lama atau dalam waktu jangka panjang. Furniture awet dipakai dan perakitan serta pembongkaran mudah dilakukan jika pemilik atau pengguna memidahkan.
Seringkali, kursi rusak saat pemilik atau pengguna memindahkan dari satu tempat ke lokasi lain. Hal itu berbeda dengan bangku, kursi, dan kursi panjang yang dikembangkan sebagai bagian dari proyek kolaborasi LinumTube yang dipimpin oleh Fraunhofer WKI.
Tujuan konsorsium proyek ini adalah untuk mengembangkan tempat duduk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi sirkular.
Perabot yang didesain terdiri dari struktur baja dan penutup serat rami, yang dapat dipisahkan menjadi bahan-bahan penyusunnya melalui pembongkaran tanpa merusak komponen.
Hal itu memungkinkan komponen-komponen tersebut untuk digunakan kembali, disusun ulang, dan dikembalikan ke siklus material.
Desain inovatif dan kombinasi komponen baja dan tekstil menghasilkan struktur keseluruhan yang stabil dan mampu menahan beban yang tidak memerlukan perekat atau sekrup.
Tim peneliti berfokus pada pengembangan dan produksi kain serat rami berlapis-lapis, sementara mitra proyek Studio Jonathan Radetz—terutama bertanggung jawab atas struktur dan desainnya.
Prinsip desain inovatif dan teknologi tenun mutakhir

“Pendekatan yang kami lakukan: mendesain tempat duduk sesederhana mungkin agar mudah dirakit, dibongkar, dan dikonfigurasi ulang dengan cepat. Dengan demikian mudah dibongkar saat dipindahkan,” jelas Christina Haxter, ilmuwan Fraunhofer WKI.
Tim Christina Haxter fokus pada keberlanjutan dengan bahan yang digunakan. Pembongkaran memungkinkan furnitur untuk dipecah menjadi satuan komponen-komponen—tabung baja dan kain serat alami.
“Dengan demikian dimasukkan ke dalam berbagai siklus material, dalam beberapa kasus siklus yang sudah lama ada,” tambah Christina Haxter.
Penutupnya, yang terbuat dari kain serat rami berlapis-lapis, kokoh, dan tebal, memiliki struktur saluran terintegrasi, yang memungkinkan penutup tersebut mudah dipasang di atas tabung baja.
Penutup tersebut diproduksi dengan mesin tenun penjepit ganda di Fraunhofer WKI. Kain keluar dari mesin dalam satu bagian yang berkelanjutan dan tidak memerlukan jahitan atau pemotongan selanjutnya.
Hanya tepinya yang perlu diselesaikan; tidak diperlukan pemrosesan lebih lanjut.
Christina Haxter menjelaskan, “Anda dapat mengeluarkan kain dari mesin dan, setelah penyelesaian tepi yang cepat, memasangnya langsung ke tabung baja.”

Sarung tersedia dalam berbagai desain: berwarna-warni atau alami, dengan atau tanpa rumbai, dan dengan atau tanpa struktur bilah yang memberikan permukaan tempat duduk efek berlapis dan memberikan kenyamanan tambahan.
Bagaimana pengaturan struktur ini memengaruhi perakitan dan pembongkaran adalah aspek yang harus dipertimbangkan oleh manajer proyek dan tim selama pengembangan kain.
Berkat struktur terintegrasi tambahan di bagian atas dan bawah kain, strip LED yang dapat dilepas dapat dimasukkan untuk menciptakan suasana nyaman di ruangan melalui pencahayaan tidak langsung.
Rangka baja juga tersedia dalam berbagai geometri – sebagai tabung bulat atau persegi. Pilihan kaki menstabilkan tabung.
Konsep desain holistik dan variabel memungkinkan berbagai kain untuk dikombinasikan dengan berbagai substruktur baja.
Konsep ini memastikan bahwa dimensi bagian furnitur dapat disesuaikan, memungkinkan perakitan berbagai elemen desain dari satuan komponen.
Prototipe awal furnitur tempat duduk telah dipresentasikan kepada audiens internasional di pameran furnitur ternama.
Inovasi kain serat rami berlapis dan sistem modular baja dari Fraunhofer WKI menunjukkan bahwa masa depan furniture bukan hanya soal estetika, tetapi juga rekayasa material dan desain sirkular.
Bagi pelaku industri furniture Indonesia, ini adalah momentum untuk melakukan transformasi ke desain modular berkelanjutan dan mengembangkan tekstil struktural berbasis serat alam.
Mengurangi ketergantungan pada adhesive dan fastener permanen dan memperkuat positioning sebagai produsen eco-furniture global.
Transformasi menuju circular economy bukan lagi opsi—melainkan arah strategis untuk menjaga daya saing industri furniture Indonesia di pasar internasional. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form