Fraunhofer IBMT bergabung dalam proyek REACH untuk mengembangkan terapi sebagai terobosan nanopartikel untuk mengatasi kanker pancreas (PDAC) yang sangat mematikan dan resisten terhadap kemoterapi.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSRI.co.id – Fraunhofer IBMT (sumber): Kanker pankreas jenis pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC) dikenal sebagai salah satu kanker paling agresif dan mematikan di dunia, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 10–11 persen.
Meski bukan termasuk kanker paling umum, angka harapan hidup pasien yang berkisar hanya 6–12 bulan menunjukkan bahwa pendekatan terapi saat ini belum mampu memberikan terobosan signifikan dalam tiga dekade terakhir.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Menjawab tantangan tersebut, Fraunhofer Institute for Biomedical Engineering IBMT bergabung dalam konsorsium internasional proyek REACH. Para ahli mengembangkan solusi inovatif berbasis nanopartikel guna meningkatkan sensitivitas tumor terhadap kemoterapi standar.
Meskipun bukan termasuk kanker yang paling umum, adenokarsinoma PDAC tetap menjadi salah satu tumor yang paling mematikan dan paling resisten terhadap pengobatan, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 10–11 persen.
Prognosis yang buruk ini sebagian besar disebabkan oleh resistensi bawaan tumor terhadap kemoterapi dan radioterapi. Resistensi ini sebagian disebabkan oleh sel punca kanker (CSC) dengan profil transkripsi unik yang diatur oleh mekanisme epigenetik dan epitranskriptomik. Institut Fraunhofer untuk Teknik Biomedis IBMT mendukung konsorsium internasional dengan keahliannya dalam pengembangan nanopartikel yang disesuaikan.
Proyek REACH (Reversing Epitranscriptomic Alterations for CHemosensitization of Pancreatic Cancer) berfokus pada aspek epitranskriptomik PDAC—bidang yang masih relatif jarang dieksplorasi.
Salah satu target utamanya adalah modifikasi N6-methyladenosine (m6A), yang berperan penting dalam mengatur resistensi sel kanker terhadap terapi.
Pendekatan inovatif ini dilakukan dengan menggunakan nanopartikel bertarget tumor untuk mengantarkan modulator m6A (writers, erasers, dan readers) langsung ke sel kanker pankreas dan cancer stem cells (CSCs).
Tujuannya pendekatan ini adalah memprogram ulang lingkungan epitranskriptomik tumor sehingga menjadi lebih responsif terhadap kemoterapi konvensional.
Teknologi ini tengah diuji pada model praklinis tingkat lanjut, termasuk kultur 3D dan patient-derived xenografts dengan target akhir menghadirkan terapi personal yang mampu memperpanjang harapan hidup pasien secara signifikan.
Konsorsium proyek REACH yang berpengalaman
Para ahli dalam Proyek REACH mengatasi tantangan dengan menyelidiki bidang epitranskriptomik PDAC yang sebagian besar belum dieksplorasi, khususnya peran modifikasi N6-metiladenosin (m6A) dalam mengatur resistensi kemoterapi.
Dengan menggunakan nanopartikel yang ditargetkan pada tumor yang mengirimkan modulator penulis, penghapus, dan pembaca m6A langsung ke sel PDAC dan CSC. REACH bertujuan untuk memprogram ulang lingkungan epitranskriptomik tumor dan meningkatkan sensitivitasnya terhadap kemoterapi standar.
Pendekatan ini sedang diuji dalam model praklinis tingkat lanjut, termasuk xenograft yang berasal dari pasien dan kultur 3D. Tujuan utamanya adalah untuk menerjemahkan temuan ini menjadi terapi personal yang efektif yang dapat secara signifikan memperpanjang kelangsungan hidup pasien dengan penyakit serius ini.
Fraunhofer IBMT menyumbangkan pengalamannya yang luas dalam sintesis, modifikasi, dan karakterisasi nanomaterial untuk proyek yang menantang ini. Fokusnya akan pada desain dan adaptasi nanopartikel.
Nanopartikel ini dirancang sedemikian rupa sehingga modulator yang terenkapsulasi dapat mencapai tumor secara terarah dan memberikan efeknya di sana.
Nanopartikel akan dikarakterisasi di institute dengan menggunakan metode yang telah mapan dan kemudian tersedia untuk mitra proyek untuk eksperimen lebih lanjut.
Proyek REACH yang dikoordinasikan oleh Institut Penelitian Kesehatan Ramón y Cajal (IRYCIS) di bawah arahan Dr. Bruno Sainz Anding, terpilih untuk mendapatkan pendanaan sekitar €1,3 juta.
Dana di bawah TRANSCAN 3 Joint Transnational Call for Proposals 2023 “Penelitian translasional tentang epigenetika kanker”—terdiri dari konsorsium lima institusi di empat negara berbeda.
Ilmuwan kunci adalah Dr. Bozena Smolkova dari Akademi Ilmu Pengetahuan Slovakia (Slovakia), Dr. Sylvia Wagner dan Dr. Michael Gepp dari Fraunhofer Society for the Advancement of Applied Research dari Fraunhofer Institute for Biomedical Engineering IBMT (Jerman).
Tim diperkuat oleh Dr. Vita Rovite dari Latvian Biomedical Research and Study Centre (Latvia), dan Dr. Justo Castaño dari Maimonides Biomedical Research Institute of Córdoba (Spanyol).
Proyek dikerjakan selama 36 bulan dan acara pembukaan berlangsung di Madrid, lokasi institusi koordinator pada April 2025. Para ilmuwan yang berpartisipasi dari seluruh Eropa sepakat untuk mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.
Hal itu dilakukan untuk meletakkan dasar bagi perencanaan strategis yang cermat yang diperlukan untuk keberhasilan implementasi proyek REACH dan untuk memaksimalkan dampaknya bagi masyarakat. Apa rekomendasi bagi Indonesia?
Industri Farmasi dan Bioteknologi berpeluang untuk berkolaborasi riset dan hilirisasi teknologi nanopartikel untuk terapi kanker presisi semakin terbuka lebar.
Contohnya membangun Startup HealthTech—merupakan inovasi berbasis nanoteknologi dan epigenetik menjadi area potensial untuk investasi dan pengembangan produk masa depan.
Pendekatan epitranskriptomik menjadi fokus penelitian baru dalam pengembangan terapi kanker yang lebih efektif. Proyek lintas negara seperti REACH menunjukkan tren kuat pendanaan di Uni Eropa terhadap terapi presisi berbasis molekuler.
Partisipasi Fraunhofer IBMT dalam proyek REACH menandai langkah penting dalam pengembangan terapi inovatif untuk kanker pankreas yang selama ini dikenal sangat resisten terhadap pengobatan.
Melalui pendekatan epitranskriptomik dan teknologi nanopartikel bertarget, proyek ini berpotensi membuka era baru terapi personal yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Bagi pelaku industri dan pemangku kepentingan di sektor kesehatan, inisiatif ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi riset internasional dan inovasi teknologi nano akan memainkan peran sentral dalam transformasi pengobatan kanker di masa depan. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form