Digital & Software, Industrialisasi

Transformasi Digital Industri Indonesia, Festo Melatih Manajer Industri

Perusahaan Festo mendukung para pelaku industri memasuki transformasi digital agar Indonesia menjadi salah 1 dari 10 negara ekonomi terkemuka tahun 2030. Apa...

Written by Marinus L Toruan · 2 min read >
Festo

Perusahaan Festo mendukung para pelaku industri memasuki transformasi digital agar Indonesia menjadi salah 1 dari 10 negara ekonomi terkemuka tahun 2030. Apa sumbangan Festo ke Indonesia?  

Festo
Hartono Indra, Managing Director PT Festo Indonesia (kiri). Kualifikasi spesialis Indonesia dari semua cabang industri sebagai ahli transformasi di  Industri 4.0 (kanan). Transformasi digital industri (Foto/@: Festo SE & Co. KG)

Penulis/editor: Marinus L. Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Indonesia menjadi salah satu negara dari 10 negara berekonomi terdepan atau terbesar pada tahun 2030.  Ini merupakan harapan perusahaan Festo yang bermarkas utama di Jerman.

Utuk mencapai harapan itu, Festo mendorong transformasi digital industri di Indonesia demikian awal rilis Festo—salah satu grup perusahaan terkemuka global yang juga mengikuti pameran Hannover Messe 2021 yang diselenggarkan di Hannover, Jerman.

Bagaimana mewujudkannya?

Festo Melatih Manajer Industri

Melalui Festo Press Conference 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada 12 April 2021, Chairman of the Management Board, Dipl.-Ing. Dr h.c. Oliver D. Jung, dan Member of the Management Board Sales, Dr Ansgar Kriwet yang menjadi nara umber utama—menjelaskan keunggulan teknologi buatan Festo.

Pihak Festo menyatakan bahwa transformasi digital industri melalui Making Indonesia 4.0 sepenuhnya sepadan dengan konstribusi yang dapat  mendukung pengembangan industri di Indonesia.

Selama lebih dari 30 tahun, perusahaan Festo memiliki anak usaha di Indonesia. Festo mendukung  semua industri di Indonesia seperti makanan, otomotif, tekstil, farmasi, dan elektronik dengan solusi otomatisasi dan kualifikasi yang sesuai  dan dibutuhkan.

Grup Festo menyadari bahwa perekonomian Indonesia yang berpenduduk 271 juta  itu berada pada jalur pertumbuhan. Hal itu berdampak signifikan terhadap pertumbuhan (bisnis) PT Festo Indonesia yang mencapai dua digit dalam tahun-tahun terakhir.

Contohnya, divisi Didaktik dengan solusi kualifikasi 4.0  yang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemerintah dan para pengelola perusahaan di Indonesia menyadari bahwa pencapaian pasar global dapat dicapai yang dihasilkan tenaga kerja yang berkualitas,” tandas Hartono Indra, Managing Director Festo Indonesia.

Para peserta  pelatihan Industry 4.0 Transformation Managers yang diselenggarakan oleh PT Festo Indonesia. Festo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Perindustrian (Foto/2: Festo SE & Co. KG)

Menurut perkiraan Festo Indonesia, 80 persen dari total perusahaan di Indonesia merupakan  pelanggan akhir manufaktur. Dan jika para pekerja di sekor  manufaktur terbiasa  menggunakan teknologi baru dan benar, maka transformasi industri di Indonesia lebih berhasil.

Transformasi Digital Industri Indonesia

Pihak Festo menyatakan bahwa, produk semakin banyak ditujukan untuk pasar dunia (ekspor). Sebagai negara kepulauan yang terus berkembang dapat mengelola dan meningkatkan pertumbuhan asalkan kualitas produk semakin meningkat.

Hal itu dapat dicapai dengan penggunaan teknolgi otomatisasi yang tepat. Festo termasuk salah satu perusahaan yang diminati mitra global dan nasional karena keunggulan teknologi otomatisasinya.

“Kami adalah salah satu perusahaan penyedia teknologi otomasi yang mampu mengembangkan dan menerapkan aplikasi bagi pelanggan sesuai konsep kualifikasi yang dibutuhkan oleh para pekerja,” jelas Hartono Indra orang nomor 1 di PT Festo Indonesia sejak tahun 2003.

Pelanggan memercayai keahlian Festo. Misalnya Industri makanan dan minuman yang mengandalkan proses yang aman dan standar berkualitas tinggi dalam pemrosesan makanan.

Demikian juga industri otomotif yang membutuhkan produktivitas dan otomatisasi yang lebih tinggi agar tetap kompetitif.

Selain itu, dalam perjalanan menuju e-mobilitas, pelaku industri membutuhkan partner, seperti Festo yang kaya dengan pengalaman di bidang otomatisasi.

Sementara di sektor elektronik, Festo memberi advis agar Indonesia beralih dari perakitan berteknologi rendah dengan tangan ke produksi otomatis komponen berteknologi tinggi berkualitas tinggi.

Demikian bidang industri farmasi yang memiliki persyaratan yang tinggi dalam produksi obat. Misalnya keamanan dan stabilitas proses, kondisi ruangan yang bersih, dan pemantauan kualitas yang lancar.

Fokus lain industri Indonesia adalah industri tekstil. Festo melihat bahwa Indonesia sedang berkembang menjadi produsen pakaian fungsional yang banyak dicari.

Produksi bahan berteknologi tinggi yang terbuat dari serat sintetis membutuhkan kompetensi otomasi tingkat tinggi.

Pendidikan merupakan Kunci Transformasi Berkelanjutan 4.0 dan Festo berperan serta dalam Mechatronic Skills Competitions di Indonesia sejak tahunb 1999. Salah satu dampaknya adalah kontribusi penting bagi kualifikasi pekerja yang tambah terampil.

Saat ini, Festo Didactic menjadi partner dalam mewujudkan program Making Indonesia 4.0. Kementerian Perindustrian dan Festo mengembangkan program kualifikasi untuk menjadi Industry 4.0 Transformation Expert yang diikuti oleh 60 orang peseera dari berbagai industri.

Prorgram tahap kedua, 400 orang sedang menunggu pelatihan tahun 2021. Mereka akan ikut latihan di  Laboratorium Fisika Siber yang berlokasi di Pusat Pelatihan Industri di Denpasar.

Kualifikasi guru di politeknik perguruan tinggi dan sekolah kejuruan memainkan peran kunci dalam mempersiapkan peserta pelatihan dan siswa untuk Industri 4.0.

Festo Didactic dan Kementerian Perindustrian melaksanakan program pelatihan bagi para guru untuk menjadi Industry 4.0 Transformation Managers.  Jumlah peminat semakin banyak.

Apakah ada pelatihan bagi para jurnalis di Indonesia untuk mendalami peran teknologi otomatisasi dan digital berbasis Internet of Things?

We make Indonesia 4.0, ungkap Festo—semoga para jurnalis kebagian program.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *