Wednesday
07 October 2026

Cara Cerdas Mengubah Limbah Plastik Jadi Sumber Baru 

Bagaimana mengubah limbah plastik menjadi sumber ekonomi baru? Para ahli menetapkan enam prioritas penelitian: model evaluasi, teknologi sensor, teknologi pemilahan, daur ulang material, daur ulang kimia, dan pengembangan formulasi.

Dalam proyek mengubah limbah plastik, poliamida diekstraksi dari limbah plastik dan diproses menjadi rangka kursi dengan menggunakan cetakan injeksi (Foto/©: Fraunhofer IMWS)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhifer IMWS (sumber): Bagaimana  cara cerdas mengubah limbah plastik menjadi sumber ekonomi dalam produk baru?

Para ahli mendaur ulang dengan efisien dan melakukan perluasan penggunaan aliran limbah plastik menjadi bahan material baru seperti kerangka kursi.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Delapan institute di grup Fraunhofer mengerahkan para ahli masing-masing untuk  mengembangkan solusi baru guna pengelolaan limbah plastik menjadi ekonomi sirkular plastik yang digarap melaui proyek besar yang disebutkan dengan Waste4Future.

Dengan keahlian yang dikuasai oleh para peneliti, mereka meningkatkan aspek-aspek seperti daur ulang, pemilahan, pengembangan resep, jalur pemanfaatan, dan minimalisasi aliran limbah.

Secara khusus, hal ini memungkinkan untuk menggunakan limbah plastik yang mengandung plastik yang sebelumnya dibakar.

Hasil temuan para peneliti telah dipresentasikan kepada perwakilan pelaku industri.

Plastik, material penting di industri

Plastik berkinerja tinggi merupakan salah satu material terpenting di dunia industri dan memungkinkan banyak aplikasi sejak awal—memberikan manfaat besar bagi pengelola industri mau pun kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kita ingat bahwa plastik biasanya dibuat dari bahan baku fosil dan menghasilkan emisi CO2 sesuai jenis plastik.

Selain itu, lebih dari 6 juta ton limbah yang mengandung plastik diproduksi di Jerman saja setiap tahun, sekitar setengahnya saat ini masih dibakar dan belum didaur ulang.

“Oleh karena itu, pendekatan untuk mempertimbangkan karbon yang terkandung dalam plastik sebagai sumber daya dan memanfaatkannya lebih jauh merupakan pendekatan yang jelas,” papar Prof. Dr. Erica Lilleodden, manajer proyek Waste4Future.

Prof. Dr. Erica Lilleodden yang merangkap Direktur Fraunhofer Institute for Microstructure of Materials and Systems IMWS, menjelaskan, prasyarat untuk membangun ekonomi sirkular seperti yang kita rencanakan.

Caranya dengan mengidentifikasi komponen yang mengandung karbon dalam limbah dengan lebih baik, mendaur ulangnya dengan lebih efektif, dan mengubahnya kembali menjadi bahan baku berkualitas tinggi yang dibutuhkan industri.

“Dengan gabungan keahlian kami, tim kami menemukan solusi individual dan inovatif untuk aliran limbah yang sangat berbeda dalam proyek mercusuar,” cerita Prof. Dr. Erica Lilleodden yang bertanggung jawab atas kesuksesan proyek Waste4Future itu.

Para ahli Fraunhofer secara khusus berfokus pada penggunaan limbah plastik yang sebelumnya tidak dapat didaur ulang dan menetapkan enam prioritas penelitian.

Keenam prioritas itu meliputi penetapan model evaluasi, teknologi sensor, teknologi pemilahan, sistem daur ulang material, daur ulang limbah kimia,  pengembangan formulasi,  dan fokus pada daur ulang poliamida.

Untuk menunjukkan (hasil) kemungkinan baru, tim peneliti memproduksi rangka kursi dari limbah poliamida atau polyamide (PA) yang telah didaur ulang. Plastik secara otomatis dipilah dari aliran limbah, kemudian diproses, lalu dicetak dengan teknolog injeksi.

Poliamida atau polyamide (PA) dikenal sebagai nilon yakni  plastik yang  memiliki kekuatan tinggi dan ketahanan aus yang baik. Banyak digunakan dalam industri tekstil, suku cadang mesin, dan peralatan olahraga.

Limbah plastiK PA ini didaur ulang dengan teknologi injeksi digunakan sebagai bahan pembuatan kerangka kursi.

Ranking berapa Indonesia sebagai penghasil limbah plastik tingkat dunia dan ASEAN?  Apakah ada perusahaan dan pemerintah daerah yang sukses mengolah limbah plastik di Indonesia?

Kenapa limbah plastik Indonesia bisa “melancong” ke Afrika?

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik