Wednesday
07 October 2026

Daur Ulang Plastik Semakin Efektif Mengurangi Limbah      

Metode daur ulang plastik menjadikan prosesnya semakin efektif untuk mengurangi limbah.  Sebagai  produsen sampah terbesar ke-2 di dunia, bagaimana Indonesia mendaur ulang sampah agar tak sampai ”melancong” ke Afrika?

Mitra proyek meningkatkan solusi ke skala percontohan yang dilaksanakan di pabrik percontohan skala besar milik Fraunhofer IVV (Foto/©: Fraunhofer IVV)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhifer IMWS (sumber): Para peneliti berhasil mendesain metode daur ulang plastik yang efektif, dan mampu mengurangi jumlah limbah plastik dan limbah bahan kimia.

Setelah diuji-coba, struktur bahan komponen yang jika dibandingkan dengan material baru dan bahan daur ulang, hasilnya adalah material daur ulang bisa digunakan sebagai bahan rangka jok kursi. Daya saingnya cukup tinggi dilihat dari semua aspek utama.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


“Kami fokus pada limbah poliamida untuk memenuhi banyak permintaan dari industri otomotif. Jumlah permintaan bahan hasil daur ulang akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang meski regulasinya semakin diperketat,” cerita Prof. Dr. Maik Feldmann, Manajer Proyek Teknis Waste4Future.

“Dengan uji coba, konsorsium kami dapat melacak seluruh jalur dari aliran limbah yang kompleks dari fraksi ringan mesin penghancur melalui bahan daur ulang berkualitas tinggi hingga produk baru. Ini menunjukkan di banyak area, kami membuat kemajuan bersama,” lanjut Prof. Dr. Maik Feldmann.

Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah pengembangan dasar untuk model holistik yang memungkinkan evaluasi (waktu nyata) proses daur ulang (plastik) menurut kriteria ekologi dan ekonomi.

Model ini memungkinkan pernyataan tentang kualitas aliran limbah dan bagaimana masing-masing komponennya dapat didaur ulang dengan kualitas setinggi mungkin.

“Kami menciptakan kembaran digital dari proses dan material, menciptakan peluang untuk interaksi antara dunia nyata dan virtual,” tutur Dr. Gert Homm, kepala subproyek “Model evaluasi berbasis entropi” bagian dari proyek Waste4Future.

Demonstrasi atau uji coba pemilahan dengan sistem multisensor dengan evaluasi data berbasis AI, tim ahli mengembangkan dan menyesuaikan secara  mendasar dengan  teknologi sensor THz guna memilah plastik hitam, yang hampir tidak mungkin dilakukan hingga saat ini.

Akan tetapi, hasil temuan para peneliti telah didemonstrasikan meskipun masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk memilah fraksi limbah nyata.

Kemungkinan baru untuk pengembangan resep dan daur ulang limbah kimia.

Kemajuan signifikan telah dicapai dalam evaluasi daur ulang (misalnya proses penuaan) dan dalam pengembangan formulasi seperti misalnya aditif.

Misalnya, reologi daring dikembangkan sebagai alat diagnostik cepat untuk pengembangan formulasi, seperti penggunaan stabilisator proses dalam poliolefin dan aditif penggandeng untuk peningkatan berat molekul dalam poliamida.

Dalam kasus poliolefin, tim proyek Waste4Future mengidentifikasi apa yang disebut titik kritis sebagai kriteria pemilahan untuk pemrosesan bertingkat.

Produksi daur ulang plastik dengan kemurnian tinggi berhasil dilaksanakan dengan menggunakan pelarut bahan daur ulang.

Pengembangan Resep Rheologi Online. Mitra proyek mengembangkan metode untuk reologi secara online yang digunakan sebagai alat diagnostik cepat dalam pengembangan resep (Foto/©: Fraunhofer LBF/K. Raapke)

Jalur daur ulang yang sesuai untuk polipropilena atau polypropylene (PP), polistirena atau polystyrene (PS), kopolimer akrilonitril-butadiena-stirena atau acrylonitrile-butadiene-styrene copolymers (ABS) dan poliamida atau polyamide (PA) dari limbah mesin penghancur.

Sampah dari Indonesia tembus benua Afrika

Para peneliti merancang neraca massa aliran limbah yang sangat tidak homogen seperti limbah plastik pascaindustri dan pascakonsumen yang selanjutnya disusun sampai bahan menjadi homogen.

Untuk daur ulang limbah kimia seperti pirolisis dan gasifikasi, model entropi baru memungkinkan penilaian holistik aliran limbah yang mengandung plastik.

Limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang secara mekanis selanjutnya diproses melalui metode kimia seperti pirolisis dan gasifikasi—bertujuan untuk  mengubah plastik menjadi bahan baku yang sama sekali menjadi produk baru.

“Kami mampu menunjukkan bahwa gasifikasi dan pirolisis dapat digunakan untuk mendaur ulang fraksi yang mengandung poliamida yang tidak lagi dapat didaur ulang secara mekanis,” kata Dr. Jörg Kleeberg, kepala subproyek “Daur Ulang Kimia”.

Hasilnya menjadi dasar untuk pemodelan ASPEN, yang juga dapat digunakan sebagai dasar untuk sintesis plastik yang sama sekali baru.

Dalam semua kegiatan, mitra proyek mengingat bahwa solusi inovatif tidak hanya berfungsi di laboratorium, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, lembaga yang berpartisipasi menggunakan peralatan teknis kelas satu milik mereka yang bekerja pada skala demonstrasi dan percontohan di banyak bidang.

Kepala subproyek “Daur Ulang Material”, Dr. Elke Metzsch-Zilligen menyimpulkan, “Kami selalu melihat keseluruhan sistem, termasuk evaluasi ekonomi dan ketentuan kerangka peraturan.”

Menurut Dr. Elke Metzsch-Zilligen, bahwa optimalisasi yang dicapai dalam pemilahan, pemurnian, pemrosesan plastik daur ulang dengan kualitas tinggi, dan identifikasi jalur daur ulang yang sesuai menawarkan peluang baru yang sangat menarik.

Misalnya untuk pengelolaan limbah dan industri kimia, hingga pengembangan model bisnis yang sama sekali baru lanjut Dr. Elke Metzsch-Zilligen.

Para peneliti yang berpartisipasi dalami proyek Waste4Future  membuktikan hasil penelitian mereka yang meliputi:

Peningkatan teknologi daur ulang: Para peneliti mengembangkan metode baru untuk meningkatkan efisiensi daur ulang dan pemanfaatan limbah plastik yang sebelumnya hanya dibakar.

Teknik penyortiran yang lebih akurat: Sistem pemilahan limbah yang lebih canggih memungkinkan identifikasi dan pemisahan plastik dengan presisi lebih tinggi, sehingga meningkatkan kualitas material daur ulang.

Pengembangan resep material baru: Dengan pendekatan ilmiah, tim peneliti menciptakan formulasi baru yang memungkinkan penggunaan kembali limbah plastik dalam berbagai aplikasi industri.

Minimisasi aliran limbah: Dengan proses yang lebih efisien, jumlah limbah plastik yang tidak dapat digunakan semakin berkurang, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Presentasi kepada industri: Hasil penelitian dipresentasikan kepada perwakilan industri, menunjukkan kesiapan teknologi andalan mereka untuk diterapkan dalam skala yang lebih besar.

Bagaimana kondisi limbah plastik di Indonesia? Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 di dunia dengan 7,8 juta ton sampah plastik per tahun. Sebanyak 4,9 juta ton belum terkelola dengan baik, menjadikan Indonesia sebagai produsen sampah plastik tertinggi.

Sekitar 20 persen sampah plastik dari Indonesia terbawa arus hingga ke Afrika Selatan dan Madagaskar dalam waktu kurang dari satu tahun.

Pengelolaan sampah di Indonesia belum optimal, dari 31,9 juta ton sampah nasional, hanya 64,3 persen yang dikelola sedangkan 35,7 persen atau 11,4 juta ton terabaikan—menunjukkan  tantangan besar dalam sistem pengelolaan sampah.

Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang disebut Extended Producer Responsibility (EPR) yang mewajibkan produsen untuk mengelola limbah plastik dari produk mereka. Contohnya, Bali melarang produksi botol plastik kecil untuk mengurangi limbah plastik.

Limbah plastik diolah dan didaur ulang menjadi berbagai produk ekonomi serta bahan energi. Beberapa perusahaan dan inisiatif yang berperan dalam daur ulang plastic.

Dikutip dari beberapa sumber, PT Eterna Persada Indonesia (Pan Era Group) bekerja sama dengan Dow Chemical Company untuk meningkatkan pasokan resin daur ulang berkualitas tinggi dan mendukung ekonomi sirkular plastik.

Sedangkan PT Veolia Services Indonesia bermitra dengan Danone-AQUA dalam membangun pabrik daur ulang botol plastik PET terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi 25.000 ton per tahun.

ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia), sebuah organisasi yang menaungi lebih dari 500 anggota seperti pengepul, bank sampah, dan industri daur ulang plastik.

Pemerintah Indonesia mendorong pengolahan sampah menjadi energi melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif di berbagai industri.

Dengan inovasi baru, semakin banyak kegiatan daur ulang limbah plastik yang dapat digunakan kembali, mengurangi jumlah yang di tempat pembuangan akhir atau insinerator.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik