Industrialisasi, Otomatisasi & Inovasi

Dana Pengembangan Teknologi Inovasi Sidik Jari, Universitas Birmingham Membantu

Kolaborasi Universitas Birmingham untuk mendanai pengembangan teknologi inovasi sidik jari layak diterapkan di Indonesia. Contohnya, Rheality Ltd berpeluang mengembangkan acoustic fingerprint technology...

Written by Marinus L Toruan · 2 min read >
Universitas Birmingham

Kolaborasi Universitas Birmingham untuk mendanai pengembangan teknologi inovasi sidik jari layak diterapkan di Indonesia. Contohnya, Rheality Ltd berpeluang mengembangkan acoustic fingerprint technology yang bermanfaat bagi penurunan limbah industry makanan, Petrokimia, dan Farmasi. 

Universitas Birmingham
Industri manufaktur butuh teknologi inovasi baik untuk meningkatkan kapasitas produksi dan meminimalisasi limbah. Dana pengembangan teknologi inovasi sidik jari (Foto /@: Ivan-Balvin/ University of Birmingham)

Perguruan Tinggi terkemuka yang berlokasi di Edgbaston, Birmingham, Kerjaan Inggris, University of Birmingham memperpanjang pendanaan bagi Rheality Ltd perusahaan yang mengembangkan teknologi yang disebut acoustic fingerprint technology atau kita namakan teknologi sidik jari akustik.

Dengan teknologi ini maka  data dapat diringkasan atau dipadatkan dengan digital sehingga tampilannya berbentuk sidik jari yang dihasilkan secara deterministik dengan menggunakan  sinyal audio. 

Data berbentuk sidik jari ini digunakan untuk mengidentifikasi sampel berbasiskan audio sehingga cepat ditemukan item yang sejenis dalam database audio.

Penggunaan teknologi sidik jari akustik ini digunakan untuk mengurangi limbah dari perusahaan sejenis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yakni industri makanan, petrokimia, dan manufaktur farmasi. 

Berkat dukungan University of Birmingham, perusahaan Rheality Ltd menerima hibah dari     Innovate UK’s Sustainable Innovation Fund. Dengan teknologi yang inovatif,  perusahaan Rheality Ltd mampu mengukur reologi fluida, viskositas fluida, dan cara alirannya. 

Hal itu sangat penting dalam jalur produksi untuk cairan seperti kecap atau sampo yang memiliki kekentalan khusus saat dikeluarkan dari botol (kemasan). 

Universitas Birmingham

Perusahaan Rheality bertujuan untuk mewujudkan manfaat sistem sensor cairan yang dikembangkan oleh Dr Daniel Hefft dan Profesor Federico Alberini dari Fakultas Teknik Kimia Universitas Birmingham

Teknologi sidik jari akustik ini menggunakan pin yang bergetar saat fluida mengalir ke sekitarnya, dan sensor akustik mengubah getaran menjadi sinyal listrik. 

Sementara Artificial Intelligence Machine Learning algorithm atau algoritma pada pembelajaran mesin yang memiliki kecerdasan buatan mampu menganalisis sinyal dan kemudian mengubahnya menjadi nilai reologis. 

Seluruh sistem dipasang di dalam pipa untuk memantau cairan sepanjang pengoperasian. Dan hal itu dapat dikalibrasi untuk menentukan keberadaan gelembung udara atau partikulat dalam cairan, atau untuk menunjukkan tahap akhir reaksi Kimia. 

Pengukuran waktu nyata ini dapat dipantau secara berkelanjutan dan banyak manfaatnya bagi pelaku industri manufaktur. Praktik yang dilaksanakan di lapangan adalah mengambil sampel dan mengujinya secara off-line, dan mengharuskan produksi dihentikan saat pengujian berlangsung. 

Jika fluida memiliki sifat yang salah, maka seluruh batch harus dikerjakan ulang atau dibuang ungkap University of Birmingham melalui rilisnya. 

Untu itu, perusahaan Rheality bermitra dengan perusahaan FMCG guna merancang aplikasi khusus untuk perusahaan Petrokimia dan Farmasi atau semua sektor yang membutuhkan pengetahuan tentang karakteristik fluida. 

Industri makanan juga membutuhkan teknologi inovasi. (Foto / @: Ivan-Balvin/ University of Birmingham)

Dana inovasi yang berkelanjutan yang dikucurkan oleh  Innovate UK’s Sustainable Innovation Fund, bertujuan untuk membiayai penelitian dan inovasi di Inggris. 

Tujuan pendanaan penelitian itu—University of Birmingham tidak menjelaskan jumlahnya—merupakan bantuan bagi semua sektor usaha di Inggris agar perusahaan-perusahaan kembali bangkit  dari keterpurukan yang diterpa badai COVID-19

Ketua Eksekutif Inovasi Inggris Ian Campbell menjelaskan, “Pada masa-masa sulit ini, kami melihat inovasi bisnis terbaik di Inggris. Pandemi #Coronavirus bukan hanya menyebabkan darurat kesehatan, juga berdampak signifikan bagi masyarakat dan ekonomi.”

Ian Campbell melanjutkan, perusahaan Rheality Ltd, bersama dengan setiap inisiatif yang didukung oleh Lembaga Inovasi Kerjaan Inggeris. Dengan bantuan dana,  hal itu merupakan langkah maju dan penting untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Inggeris. 

Dana bantuan itu juga membantu untuk mewujudkan ambisi orang-orang  yang pekerja keras. Dan perusahaan Rheality Ltd ini menyelenggarakan Made Smarter Emerging Tech Show berbasis  Digital Manufacturing Week 2020 pada 13 November 2020. 

Sementara itu, University of Birmingham Enterprise membantu para mahasiswa dan peneliti yang memiliki gagasan dan mewujudkannya menjadi layanan publik, produk, dan membantu perusahaan baru.

Universitas ini berusaha memenuhi kebutuhan kehidupan nyata, dan mendukung para inovator dan wirausahawan seperti pembimbingan, saran, dan pelatihan serta mengelola Layanan Konsultasi Akademik Universitas.

Contoh dukungan dilakukan melalui perusahaan Rheality Ltd (bagian dari University of Birmingham) yang konsisten mengembangkan teknologi Aartificial Intelligence (AI)—mampu mengukur reologi cairan secara real-time selama produksi.

Hal itu bermanfaat untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan produktivitas. Model stimulus ini tepat dilaksanakan di Indonesia.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *