Wednesday
07 October 2026

Transformasi Industri 5.0 Berbasis AI, Manusia & Keberlanjutan di Singapura

Transformasi Industri 5.0 Berbasis AI, Manusia & Keberlanjutan di Singapura Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia menghadiri Manufacturing Day Summit 2026—diselenggarakan oleh Singapore ManufacturIng Federation (SMF) belum lama ini. Bagaimana pelaku manufaktur dari Singapura, Malaysia dan Indonesia membangun kerja sama?

Seusai peluncuran buku panduan bagi para pelaku manufaktur di Singapura pada Manufacturing Day Summit 2026, pengurus Singapore Manufacturing Federation (SMF) dan undangan Istimewa berfoto Bersama (Foto/@: Singapore Manufacturing Federation)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – SMF (sumber): Singapore Manufacturing Federation (SMF) menyelenggarakan Manufacturing Day Summit 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan implementasi transformasi Industri 5.0 berbasis AI, manusia, dan keberlanjutan.

SMF mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan, serta mitra regional untuk merespons tantangan geopolitik, rantai pasok global, dan transformasi tenaga kerja di tengah pertumbuhan manufaktur sebesar 7,6 perasen sepanjang 2025.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Konferensi unggulan tahunan Federasi Manufaktur Singapura (SMF) itu mempertemukan para pemimpin industri dan pembuat kebijakan untuk mendorong transformasi Industri 5.0 melalui inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang berpusat pada manusia, dengan kemitraan dan inisiatif baru yang diumumkan.

Konferensi unggulan tahunan SMF itu mempertemukan para ahli industri, pembuat kebijakan (pemerintah), dan inovator bisnis untuk mengeksplorasi bagaimana sektor manufaktur Singapura dapat memanfaatkan teknologi canggih, pendekatan yang berpusat pada manusia, dan praktik berkelanjutan di era Industri 5.0.

Meski sektor ini mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 7,6 persen pada tahun 2025, SMF menegaskan (Kembali) perannya sebagai pilar utama perekonomian Singapura.

Akan tetapi, pada saat yang sama, para produsen menghadapi tantangan yang terus berkembang, termasuk ketegangan geopolitik, dinamika perdagangan yang berubah, dan tekanan pada rantai pasokan global—di samping kebutuhan untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kesiapan tenaga kerja, keselamatan, dan keberlanjutan.

Dengan latar belakang itu konferensi bertajuk Industri 5.0 dengan Generasi Berikutnya: Bersama-sama Menciptakan Masa Depan Manufaktur untuk Manusia dan Planet mengkaji bagaimana industri secara keseluruhan dapat membangun momentum kuat sektor ini.

Jawabannya adalah dengan mempercepat adopsi manufaktur canggih, robotika, dan kecerdasan buatan (AI), seraya menanamkan keberlanjutan, kemampuan manusia, dan ketahanan sebagai inti transformasi.

KTT tahun ini dihadiri oleh Menteri Negara, Gan Siow Huang, Kementerian Luar Negeri & Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, dan menyambut para pejabat regional seperti Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Zona Ekonomi: Johor-Singapura & Batam-Bintan-Karimun

Lennon Tan, Presiden SMF (kiri) dan Menteri Negara Singapura, Gan Siow Huang (Foto/@: Singapore Manufacturing Federation)

Sekitar 1.500 delegasi dari seluruh ekosistem manufaktur, termasuk para pemimpin industri dan instansi pemerintah, menghadiri KTT 2026, memperkuat hubungan yang telah dibangun dan menciptakan koneksi baru untuk pembelajaran dan kolaborasi yang lebih besar dan tangguh.

Tahun 2026, SMF mengumumkan beberapa perkembangan baru melalui KTT SMF tahunan tersebut.

SMF merancang promosi kemajuan sektor manufaktur Singapura, contoh inisiatif ini seperti:

Mengurangi hambatan untuk Pertumbuhan Lintas Batas di Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura dan Batam-Bintan-Karimun (BBK).

Sejak pembentukan Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ) pada Januari 2025, minat di kalangan produsen dari Singapura untuk melakukan ekspansi bisnis di zona tersebut terus meningkat.

Sejak Juli 2025, SMF mengikut-sertakan lebih dari 100 perusahaan untuk meningkatkan wawasan mereka tentang JS-SEZ serta memfasilitasi kunjungan lapangan lintas batas yang melibatkan 50 perusahaan, dan mendukung produsen yang siap untuk maju melalui klarifikasi peraturan dan pengenalan mitra.

Melalui keterlibatan ini, SMF mengamati minat yang kuat di kalangan produsen terhadap JS-SEZ, dan pentingnya penghimpunan informasi, menyelaraskan pemahaman peraturan, dan memberikan wawasan praktis untuk mendukung ekspansi lintas batas dengan percaya diri.

Untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan ini, pada Manufacturing Day Summit 2026, para delegasi dan undangan lainnya menyaksikan meluncuran Buku Panduan Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura yang berguna bagi para produsen seperti cara mendirikan Perusahaan dan mengroperasikannya di Johor, Malaysia.

Buku panduan itu merupakan sumber daya komprehensif pertama yang dirancang khusus untuk memandu produsen yang tertarik untuk beroperasi (ndustri dan bisnis) di dalam JS-SEZ.

Menurut pengalaman pengurus SMF dengan kontribusi dari Enterprise Singapore, Malaysian Investment Development Authority, DXC Technology, EY, dan UOB, buku panduan yang berisikan informasi (panduan) sangat berguna sebagai bahan pertimbangan utama ke dalam panduan operasional terstruktur dan menyeluruh—mencakup faktor-faktor penting di setiap tahap pendirian perusahaan.

“SMF merupakan pemeran kunci dalam mendorong kolaborasi dan internasionalisasi sektor manufaktur Singapura. Buku panduan ini berguna untuk mendukung perusahaan Anda dengan siklus pengambilan keputusan yang lebih cepat, jalur investasi yang lebih jelas, dan peningkatan kepercayaan dalam menjalankan pendirian lintas batas di Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura,” ungkap Lennon Tan, Presiden SMF.

Sementara Kepala Kemitraan Jaringan dan Pemasaran Strategis, Penasihat Investasi Langsung Asing Grup, UOB, Jimmy Koh menyatakan bahwa buku panduan JS-SEZ menawarkan kerangka kerja praktis bagi investor untuk mengevaluasi dan memanfaatkan peluang di kawasan JS-SEZ.

Dengan pengalaman luas UOB dalam mendukung investasi lintas batas dan pengembangan SEZ di seluruh ASEAN, pihak Lennon Tan berharap wawasan dan informasi dalam buku panduan yang diterbitkan SMF akan membantu investor dapat menilai risiko yang akan terjadi.

Selanjutnya para investor mampu mengoptimalkan penyebaran modal, dan mempercepat masuknya produk ke pasar. Sebagai mitra keuangan jangka panjang bagi bisnis regional dan global, SMF berkomitmen kuat untuk membantu perusahaan mengubah peluang lintas batas menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan demikian Lennon Tan menjanjikan.

Simak lanjutan informasi selanjutnya tentang upaya SMF memperkuat ekspansi manufaktur lintas negara dan kolaborasi regional dengan Indonesia.

Redaksi mmINDUSTRI.co.id siap bekerja sama dengan Singapore Manufacturing Federation (SMF) untuk menerbitkan buku panduannya dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang kami distribusukan melalui e-magazine https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/mmindustri

#SalamSobatmmINDUSTRI

 

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik