Tim ahli Fraunhofer MEVIS menyediakan platform gammaSTAR untuk pengembangan MR sequence yang netral vendor, mempercepat inovasi MRI, mempermudah sertifikasi, dan meningkatkan efisiensi diagnosis di rumah sakit.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer MEVIS (sumber): Para ahli Fraunhofer MEVIS membuka jalan bagi urutan MR baru untuk memasuki praktik klinis. Tujuan mereka adalah untuk mempersingkat dan mengoptimalkan pemeriksaan Magnetic resonance imaging (MRI).
Penelitian terbaru dari Fraunhofer Institute for Digital Medicine MEVIS di Bremen, Jerman, membuka jalan baru bagi inovasi pencitraan medis melalui platform perangkat lunak yang dinamai dengan gammaSTAR.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Platform ini dirancang sebagai kerangka kerja Magnetic resonance imaging (MRI) yang netral terhadap vendor yang memungkinkan pengembangan, simulasi, dan rekonstruksi MR sequence secara lebih efisien.
Pencitraan resonansi magnetik atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah metode pemeriksaan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh, sehingga membantu dokter mendiagnosis berbagai penyakit tanpa operasi.
Dengan pendekatan ini, teknologi MRI terbaru dapat lebih cepat masuk ke praktik klinis, mengatasi hambatan tradisional berupa proses sertifikasi yang kompleks dan ketergantungan pada sistem perangkat milik produsen tertentu.
Dengan platform perangkat lunak gammaSTAR yang digunakan pada proyek SpinIt, para peneliti di Institut Kedokteran Digital Fraunhofer MEVIS menyederhanakan transfer teknologi pencitraan inovatif ke penggunaan klinis.
Pencitraan resonansi magnetik atau Magnetic resonance imaging (MRI) dianggap sebagai salah satu teknik pencitraan terpenting di dunia kedokteran.
Komunitas ilmiah terus berupaya mengembangkan perangkat lunak kontrol untuk pemindai, yang disebut urutan MR, yang berpotensi menghasilkan gambar yang lebih informatif yang memudahkan pemeriksaan yang lebih cepat.
Masalahnya: proses persetujuan yang kompleks terlalu sering menghambat keberhasilan transfer urutan baru ke praktik klinis.
Oleh sebab itu, tim peneliti di Institut Kedokteran Digital Fraunhofer MEVIS berusaha menutup kesenjangan itu.
Dengan platform perangkat lunak gammaSTAR yang digunakan pada proyek SpinIt, mereka bekerja sama dengan mitra industri untuk mentransfer urutan MR inovatif ke aplikasi klinis secara independen dari produsen.
Hal itu menjadi jaminan atas kualitas, dan sistematis—berguna untuk kepentingan pasien dan tim medis di rumah sakit.
Membuka akses bagi inovator eksternal
Informatifnya gambar MRI sangat bergantung pada urutan MR. Ini menentukan kapan dan bagaimana pulsa frekuensi radio dikirim, medan magnet diaktifkan, dan sinyal dibaca di dalam pemindai.
“Urutan MR menjelaskan secara tepat bagaimana berbagai komponen harus dikontrol tepat waktu untuk akhirnya menghasilkan kontras gambar yang diinginkan,” jelas Dr. Daniel Hoinkiss, Ilmuwan Utama dari Fraunhofer MEVIS.
“Penyetelan halus ini harus sangat tepat dan oleh karena itu sangat menantang untuk dikembangkan,” lanjut Dr. Daniel Hoinkiss.
Akan tetapi, upaya ini sepadan dengan urutan MRI baru, misalnya, dapat mempersingkat waktu pemeriksaan atau menciptakan gambar baru yang kontras sehingga memungkinkan diagnosis yang lebih tepat dan akurat.
“Fokus utama pengembangan kami adalah urutan yang mempercepat proses pemindaian dan hanya membutuhkan beberapa menit, bukan setengah jam,” cerita Dr. Daniel Hoinkiss. “Sebuah bantuan yang signifikan bagi pasien,” tambahnya.
Hasil pemindaian tidak perlu lagi berada di dalam tabung sempit dalam waktu yang lama. Selain itu, rumah sakit dapat memanfaatkan peralatan mereka dengan lebih efisien.
Industri alat kesehatan perlu mulai mempertimbangkan model ekosistem terbuka seperti gammaSTAR untuk mempercepat inovasi perangkat diagnostik.
Rumah sakit dan jaringan klinik dapat memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan utilisasi MRI dan mengurangi waktu tunggu pasien.
Demikian pula Startup healthtech dan institusi riset sebaiknya memanfaatkan peluang pengembangan MR sequence independen yang kini lebih mudah memperoleh jalur sertifikasi.
Sedangkan regulator dan pembuat kebijakan dapat melihat model ini sebagai contoh bagaimana standardisasi teknologi dapat mempercepat adopsi inovasi medis tanpa mengorbankan keamanan pasien.
Platform gammaSTAR menandai perubahan penting dalam ekosistem teknologi MRI.
Dengan mengurangi ketergantungan pada sistem proprietary dan membuka akses bagi inovator eksternal, platform ini berpotensi mempercepat lahirnya teknologi diagnostik baru yang lebih cepat, akurat, dan efisien bagi sistem kesehatan global.
Lengkapi pemahaman dengan membaca informasi tentang Pangkas Waktu Pemeriksaan MRI dan Buka Akses Inovasi bagi Startup MedTech. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form