Inspiration, MICE

Perawatan Plastik atau PVC Lunak, Kurangi Migrasi Plasticizer dalam Kantong Darah

Cara perawatan plastik atau PVC lunak (soft PVC) perlu diketahui. PVC lunak memilki zat berbahaya terhadap kesehatan—terutama produk kantongan darah atau toys,...

Written by Rayendra L. Toruan · 1 min read >
Perawatan Plastik

Cara perawatan plastik atau PVC lunak (soft PVC) perlu diketahui. PVC lunak memilki zat berbahaya terhadap kesehatan—terutama produk kantongan darah atau toys, mainan anak-anak. Hindari menggunakan hard PVC sembarangan.

Perawatan Plastik
Pengaturan eksperimental untuk pengobatan DBD (Dielectric Barrier Discharge) film PVD. Perawatan plastik atau PVC lunak (Foto/©: Fraunhofer IST)

Jangan sembarangan menggunakan bahan plastik. Produk medis seperti kantong darah yang berselang menggunakan bahan baku PVC lunak atau soft PVC yang disebut plastik.

Bahan tersebut seringkali mengandung zat plasticizer dan phthalate yang  berpotensi menimbulkan bahaya terhadap kesehatan manusia.

Zat pada plasticizer dan phthalate ini tidak terhubung secara kimiawi dengan polimer. Akan tetapi, ada bahan yang mudah lolos ke dalam kantong darah yang berselang sehingga bersentuhan dengan sel manusia.

Bagaimana mencegah zat berbahaya itu? Proses baru di Institut Fraunhofer untuk Teknologi Lapisan dan Permukaan IST mencegah zat berbahaya bermigrasi ke lingkungan.

Bahan PVC lunak pada dasarnya berbentuk pipa PVC yang memiliki tambahan  pelembut.  Bahan ini digunakan sebagai selang, akuarium,  dan kantongan atau tempat darah dan sejenisnya. Oleh karena itu, fleksibilitas bahan sangat penting.

Pelembut (tambahan) biasanya berupa bahan-bahan kimia, namun beberapa jenis bahan  tidak dapat  digunakan sebagai tempat atau kemasan makanan.

Sektor industri mengenal PVC keras dan PVC lunak atau hard PVC dan soft PVC yang digunakan sebagai kemasan berbagai produk berdasarkan sifat fisik dan karakteristiknya.

Sementara PVC adalah singkatan polivinil klorida—sejenis polimer termoplastik, dan  PVC keras pada umumnya digunakan di sektor konstruksi. PVC keras memiliki daya tahan dan lenturan.

Bahan polivinil klorida, salah satu plastik yang paling umum digunakan karena bahan ini relatif stabil, lembam, dan fleksibel.

PVC dapat diekstrusi dalam berbagai bentuk seperti produk dengan bentuk yang rumit misalnya dasbor kendaraan dan bahan mainan anak-anak seperti boneka.

Alat yang menggunakan bahan plastik mrliputi benda-benda yang kita butuhkan sehari-hari—termasuk produk dan perangkat medis.

Bahan itu ditambahkan ke polimer untuk mencapai elastisitas dan fleksibilitas material yang lebih besar dan kuat.

Contohnya Aditif PVC DEHP atau diethylhexyl phthalate sering digunakan sebagai kantong darah dan tabung medis. Penggunaannya tentu saja berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Oleh sebab itu, Uni Eropa telah mengklasifikasikan DEHP yang termasuk dalam kelas bahan phthalates yang digunalan untuk toksik pada alat reproduksi.

Oleh karena sifat toksiknya, pemlastis DEHP tidak boleh digunakan sembarangan tanpa izin otoritas di Uni Eropa.

Zat dengan toksin tersebut dilarang digunakan dalam kemasana kosmetik atau mainan anak-anak. Meski demikian, kandungan dalam PVC lunak dapat digunakan sebagai kantong darah.

“PVC lunak mengandung plasticizer DEHP hingga 40 persen menurut beratnya. Karena molekul pemlastis tidak terikat secara kimiawi ke PVC, molekul dapat bermigrasi ke lingkungan,” urai Dr. Thomas Neubert, seorang ilmuwan yang bekerja di Fraunhofer IST di kota Braunschweig, Jerman.

Rekan Thomas Neuberty adalah seorang fisikawan menggunakan teknik plasma tekanan atmosfer untuk mengubah struktur molekul plasticizer pada permukaan plastik. Apa tujuan Teknik plasma?

Baca: Mengikat Molekul dan Zat Berbahaya, Penghalang dan Pelindung Terbentuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *