Agenda, Photo Stories

Mining & Engineering Indonesia Expo 2018

Menurut situs Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, seluas 6.000.000 km2 seabed mining belum dieksplorasi di Indonesia—tentu membutuhkan teknologi untuk mengeksplorasinya. Apakah peserta...

Written by Rayendra L. Toruan · 1 min read >
Mining & Engineering Indonesia Expo 2018

Menurut situs Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, seluas 6.000.000 km2 seabed mining belum dieksplorasi di Indonesia—tentu membutuhkan teknologi untuk mengeksplorasinya. Apakah peserta Mining & Engineering Indonesia 2018 berkontribusi signifikan?

Mining & Engineering Indonesia Expo 2018
Penyelenggaraan Mining & Engineering expo di Jakarta diikuti oleh 83 perusahaan kebanyakan berasal dari China. Mining & Engineering Indonesia Expo 2018 (Foto: Rayendra L. Toruan)

Luas Indonesia mencapai 5.193.250 km² terdiri dari daratan dan lautan seluas 3.273.810 km². Lautan lebih luas dengan potensi cadangan pertambangan yang masih terpendam.

Potensi tambang itu meliputi minyak,  gas bumi, mineral,  dan batubara—cadangan minyak bumi diperkiraka 3,602.53 MMSTB, dan yang cadangan potensial sebesar 3,702.49 MMSTB.ber

Bagaimana menggali kekayaan yang masih berada di dasar lautan itu?  Bayangkan seluas 6.000.000 km2 masuk kategori seabed mining yang belum dijamah sama sekali.

Penambangan dasar laut merupakan sektor industri yang melakukan banyak eksperimen yang  meliputi penggalian mineral dan sumber daya yang terendam di dasar laut dan baik.

Kemudian melakukan pengerukan pasir dan pengangkatan material dengan teknologi—mengoperasikan sabuk konveyor yang bergerak dari dasar laut menuju permukaan laut.

Di permukaan air laut telah disiapkan kapal atau platform pertambangan yang mengekstraksikan mineral dengan cara mendinginkan, dan mengembalikan tailing ke laut.

Teknologi penambangan yang lain adalah hisap hidraolik dengan menurunkan pipa ke dasar laut yang berfungsi sebagai alat transfer nodul ke kapal penambangan. Inovasi terhadap teknologi pertambangan tentu mengalami beragam kemajuan.

Teknologi eksplorasi dan eksploitasi mineral yang digunakan untuk mengeruk kekayaan bumi dengan melakukan serangkaian proses—mulai rancang bangun tambang, eksplorasi, pengerukan, pemurnian, hingga pengangkutan baik melalui jalur darat, sungai, atau pengapalan.

Perkembangan teknologi dengan menerapkan digital disruption berbasis Internet of Things (IoT) semakin memungkian pencapaian tingkat efisiensi dan efektivitas yang signifikan.

Seperti apa  teknologi yang digunakan untuk menggali potensi di lapisan tanah jarang? Apa yang dimaksud dengan tanah jarang? Bagaimana mengeruk mineral di open pit? Ulasannya pada rubrik Tambang media ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *