Wednesday
07 October 2026

Desain Swedia Bertemu Budaya Indonesia di Jakarta

Hasil desain Swedia dan budaya Indonesia bertemu dan ini membuka peluang kolaborasi kreatif lintas budaya. Produk IKEA Indonesia dapat dilihat pada pameran Tyra Kleen di Autograph Tower, Jakarta—berlangsung hingga 30 September 2026.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert (kiri, gambar kiri) dan Charlie Landale, Managing Director IKEA Indonesia (kanan) pada pembukaan pameran Tyra Kleen, A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921 di UP at Thamrin Nine, Jakarta. Gambar kanan: Area Booth IKEA Indonesia bertemakan: Two Cultures, One Room IKEA menampilkan sejumlah produk yang dipilih untuk melihat bagaimana desain Swedia dapat hadir berdampingan dengan elemen yang dekat dengan kehidupan Indonesia  (Foto/@: IKEA Indonesia)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – IKEA Indonesia (sumber): IKEA Indonesia menghadirkan desain Swedia dan elemen Indonesia  di dalam satu ruang. 

IKEA Indonesia menjadi salah satu perusahaan Swedia di Indonesia yang mendukung pameran Tyra Kleen, A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921, yang dibuka oleh Putri Mahkota Victoria dari Swedia.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert menyebutkan bahwa partisipasi pada pameran merupakan bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Swedia dan Indonesia—sekaligus menghadirkan perspektif desain Swedia di dalam ruang yang merayakan budaya Indonesia.

Ketika sebuah karya seni dari masa lalu kembali hadir di Indonesia, yang muncul bukan sekadar nostalgia, melainkan kesempatan untuk melihat kembali hubungan dua negara dari perspektif yang lebih segar. 

Pameran Tyra Kleen mempertemukan sejarah perjalanan seorang seniman Swedia dengan kekayaan budaya Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi pertemuan seni, desain, dan gagasan lintas budaya.

Fenomena tersebut semakin menarik ketika desain kontemporer ikut hadir di dalamnya. Dukungan ini menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Swedia dan Indonesia. 

Lebih dari sekadar keterlibatan korporasi, kehadiran IKEA Indonesia memperlihatkan bagaimana desain dapat menjadi medium untuk mempertemukan perspektif Swedia dengan elemen yang tumbuh dari kehidupan dan budaya Indonesia.

IKEA Indonesia menghadirkan sejumlah produk yang telah dikurasi untuk melengkapi pengalaman pameran, di antaranya koleksi IKEA PS 2026, kursi POÄNG, lampu NYMÅNE, dan tikar SWAN. Hadir pula cushion cover dari IKEA Indonesia yang memperkaya permainan material, bentuk, dan warna dalam ruang pamer.

 “Hubungan Swedia dan Indonesia  berkembang selama 75 tahun dan terus menemukan bentuk baru melalui budaya, kreativitas, dan berbagai pertukaran gagasan. Melalui dukungan terhadap pameran Tyra Kleen,” ungkap Muhammad Taufiqurrakhman, Country Marketing Manager IKEA Indonesia.

Dari material hingga cara melihat ruang

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang mendukung penyelenggaraan pameran, termasuk IKEA Indonesia dan perusahaan Swedia lainnya (gambar kiri). Salah satu produk desain IKEA (gambar kanan) hasil olahan dengan sentuhan AI (Foto/@: IKEA Indonesia/AI/mmINDUSTRI.co.id)

IKEA Indonesia turut merayakan hubungan tersebut sekaligus menghadirkan perspektif Swedia dalam sebuah pengalaman yang berangkat dari cerita tentang Indonesia lanjut  Taufiqurrakhman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pertemuan budaya tidak selalu harus menghasilkan sesuatu yang seragam. Sebaliknya, karakter masing-masing dapat tetap dipertahankan sembari menciptakan pengalaman baru.

Selanjutnya Country Home Furnishing & Retail Design IKEA Indonesia, Ardan Hanafi menjelaskan,  “Desain selalu tumbuh dari tempat, orang, dan kehidupan di sekitarnya. Ketika kita melihat karya, material, dan cara hidup dari perspektif yang berbeda, muncul kemungkinan baru untuk memahami bagaimana sebuah ruang dapat digunakan dan dirasakan.”

Bagi IKEA lanjut Ardan Hanafi pameran yang diikuti itu menjadi kesempatan untuk melihat desain bukan hanya sebagai bentuk, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan tentang budaya dan kehidupan.  

Kurasi IKEA Indonesia memperlihatkan pendekatan desain melalui perpaduan material seperti kayu, rotan, kaca, dan tekstil. Permainan bentuk dan warna hadir berdampingan dengan elemen pameran, menciptakan suasana yang memungkinkan perspektif desain Swedia dan karakter Indonesia saling melengkapi.

Penggunaan rotan dan tikar, misalnya, membawa elemen yang dekat dengan konteks keseharian Indonesia. Ketika dipadukan dengan produk berkarakter desain Skandinavia, material tersebut tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga menjadi titik temu dua perspektif.

Di sinilah desain dapat dibaca lebih luas. Desain bukan hanya persoalan bentuk produk, melainkan cara manusia berinteraksi dengan benda, ruang, material, dan lingkungan di sekitarnya.

Fenomena kolaborasi lintas budaya seperti di pameran ini juga menghadirkan pertanyaan bagi industri kreatif dan perusahaan: sejauh mana hubungan budaya dapat diterjemahkan menjadi aksi yang berkelanjutan?

Dukungan terhadap sebuah pameran memang dapat menciptakan visibilitas. Tantangan  berikutnya adalah memastikan pertukaran budaya tidak berhenti pada acara seremonial, dekorasi, atau pesan komunikasi semata.

Industri memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh melalui kolaborasi dengan seniman, desainer, perajin, komunitas, institusi budaya, hingga pelaku usaha local serta para jurnalis yang menyebarkan informasi seperti dari IKEA Indonesia ini. 

Dengan pendekatan tersebut, budaya dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus membuka ruang bagi inovasi, edukasi, dan penciptaan nilai ekonomi.

Pertemuan Swedia dan Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan perspektif justru dapat menjadi sumber kreativitas. 

Bagi perusahaan, hal ini membuka peluang untuk mengembangkan program yang tidak hanya memperkenalkan identitas merek, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan masyarakat.

Bagi pelaku industri desain dan kreatif Indonesia, momentum tersebut dapat menjadi dorongan untuk memperlihatkan bahwa material, teknik, cerita, dan kearifan lokal memiliki potensi untuk berdialog dengan pendekatan desain global.

Sementara bagi masyarakat, pengalaman tersebut dapat menjadi pengingat bahwa budaya bukan sesuatu yang hanya disimpan di museum. Budaya dapat terus hidup ketika dipelajari, ditafsirkan, digunakan, dan dipertemukan dengan gagasan baru secara bertanggung jawab.

Pameran Tyra Kleen – A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921 menjadi contoh nyata bagaimana perjalanan budaya dari satu abad lalu dapat kembali dibicarakan melalui konteks masa kini.

Diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Swedia di Jakarta, pameran ini menampilkan sekitar 30 reproduksi karya seni dan fotografi Tyra Kleen dari koleksi Etnografiska Museet atau Museum of Ethnography di Stockholm. 

Karya-karya tersebut membawa kembali perspektif Kleen ke Indonesia, tempat yang ia kunjungi dalam perjalanannya melalui Jawa dan Bali pada 1919 hingga 1921.

Kehadiran IKEA Indonesia di dalamnya menambahkan lapisan baru: sejarah dan seni bertemu dengan desain kontemporer dalam satu ruang. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antarnegara dapat terus menemukan bentuk baru melalui kreativitas.

Pada akhirnya, fenomena ini bukan hanya tentang pameran atau keterlibatan sebuah perusahaan. Ini adalah refleksi bahwa hubungan budaya dapat terus hidup ketika masyarakat mau datang, melihat, bertanya, belajar, dan membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh.

Masyarakat dapat mengambil bagian dengan mengunjungi ruang-ruang budaya, mendukung karya seniman dan pelaku kreatif, serta memperluas percakapan mengenai budaya Indonesia dan hubungan internasional.

Bagi perusahaan, momentum ini seharusnya menjadi undangan untuk bertindak lebih jauh. Sosialisasi mengenai seni, desain, dan pertukaran budaya dapat dilanjutkan melalui program edukasi, kolaborasi kreatif, aktivasi komunitas, maupun dukungan jangka panjang terhadap ekosistem budaya.

Pameran Tyra Kleen menunjukkan bahwa satu ruang dapat mempertemukan masa lalu dan masa kini, Swedia dan Indonesia, seni dan desain. 

Kini, masyarakat dapat bergerak untuk mengalami dan menyebarkan pesannya, sementara perusahaan dapat melanjutkan langkah tersebut menjadi aksi nyata yang memberi manfaat lebih luas. #SalamSobatmmINDUSTRI


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik