Gunakan aplikasi meningkatkan kesehatan penderita Parkinson—dibuat oleh para ahli dalam bentuk platform web. Jumlah orang tua lanjut mencapai 39 juta di Indonesia. Mereka rentan diserang Parkinson. Bahagiakanlah mereka setidak-tidalnya pada Hari Lansia tiap 29 Mei.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer (sumber): Gunakan aplikasi meningkatkan kesehatan para penderita penyakit Parkinson yang diderita oleh para lansia atau usia lanjut.
Meski penyakit dalam satu kondisi neurodegeneratif yang paling umum di seluruh dunia makin meningkat, namun usia harapan hidup semakin meningkat.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Di Indonesia, usia harapan hidup mencapai 70 hingga 79 tahun.
Akan tetapi, para lansia rentan terhadap penyakit Parkinson yang ditandai dengan gangguan motorik seperti tubuh penderita gemetar, gerakan lambat, terjadi kekakuan otot, dan masalah keseimbangan tubuh.
Daya ingat juga berpotensi untuk memburuk seiring perkembangan penyakit.
Perjalanan penyakit secara individual tidak dapat diprediksi, sehingga para ahli merekomendasikan pemantauan pasien secara teratur dan ketat untuk memungkinkan respons yang cepat terhadap setiap perubahan gejala. Para ahli menggunakan teknologi guna membantu para penderita.
Alat teknologi baru bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi antara dokter, perawat, dan pasien serta memperbaiki situasi perawatan.
Melalui proyek ParkProReakt, para peneliti di Fraunhofer Institute for Applied Information Technology FIT yang bekerja sama dengan mitra untuk menciptakan platform dan aplikasi digital guna membantu meningkatkan kesehatan para lansia.
Plaform itu digunakan dengan perangkat yang dapat dikenakan dan mampu melacak perjalanan (histori) penyakit dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien Parkinson. .
Aplikasi yang disebutkan Active PD app dapat mengungkap sebab penyakit Parkinson dan gangguan motorik yang berlebihan.
Saat ini terdapat sekitar 400.000 orang yang hidup dengan penyakit Parkinson di Jerman. Pengobatan membantu mengatasi gejalanya, tetapi belum ada obatnya.
Sedangkan di Indonesia, menurut laman-journal.unair.ac.id dan rstdrsoedjono.co.id, diperkirakan terdapat sekitar 200.000-400.000 penderita Parkinson pada tahun 2021, dan meningkat menjadi 876.665 orang.
Sel-sel tertentu yang bertanggung jawab untuk melakukan gerakan secara bertahap mati, sehingga penderita penyakit ini menjadi semakin terbatas dalam pergerakannya dan mengalami gemetar pada tangan dan kaki saat istirahat.
Mengunjungi dokter merupakan tantangan bagi banyak pasien, dan jaraknya mungkin jauh, terutama di daerah pedesaan. Akibatnya, pasien mungkin hanya diperiksa setiap enam bulan atau bahkan lebih jarang lagi.
Aplikasi meningkatkan kesehatan
Gejala-gejala baru sering kali tidak disadari oleh pasien dan orang yang mereka cintai, sehingga informasi tersebut tidak disampaikan kepada tim pengobatan.
Para peneliti Fraunhofer FIT dan Philipps-Universität Marburg, Justus Liebig University Giessen, Praxis für Neurologie und Psychiatrie Hamburg Walddörfer, AWO Stadtkreis Giessen e.V., AWO des Landesverband Hamburg e .V., Techniker Krankenkasse, dan Technische Hochschule Mittelhessen.
Juga para ahli dari Universitas Cologne, Universität zu Lübeck, LiKe Research GmbH, dan Portabiles Healthcare Technologies GmbH bertindak sebagai pembina komunikasi berkelanjutan antara dokter dan pasien dan memungkinkan pemeriksaan secara rutin.
Para peneliti sedang menyelidiki apakah solusi digital dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit Parkinson. Tim neurologi di Philipps-Universität Marburg mengoordinasikan proyek ini, yang dijadwalkan berjalan hingga akhir tahun 2025.
Model perawatan berbasis permintaan dengan pendekatan holistik
Dengan mengembangkan platform web dan aplikasi ponsel pintar yang dipasangkan dengan Apple Watch melalui Bluetooth, para ahli membangun model perawatan lintas sektor yang proaktif, didorong oleh permintaan, dan mengikuti pendekatan holistik.
Mereka melibatkan petugas kesehatan dan spesialis, yang dapat berkomunikasi. satu sama lain di platform. Tujuan utama proyek ini adalah untuk memastikan perawatan pasien yang lebih baik dan meringankan beban keluarga perawat.
Penggunaan solusi digital akan membantu untuk dapat menilai perubahan dalam perjalanan penyakit.
“Aplikasi Active PD app ini digunakan oleh pasien sendiri setelah tahap sosialisasi awal. Data yang dikumpulkan menggunakan aplikasi ini dikirim ke platform web, yang tersedia untuk dokter,” jelas Daniel Wolferts, ilmuwan Fraunhofer FIT.
Daniel Wolferts dan timnya bertanggung jawab atas desain kedua sistem yang berpusat pada manusia, dan aspek lainnya. Mereka merancang antarmuka pengguna agar ramah pengguna.
“Bagaimana merancang aplikasi untuk pasien Parkinson, dan informasi seperti apa yang ingin diperoleh orang-orang ini? Bagaimana kita memvisualisasikan data di kedua aplikasi dengan cara yang mudah digunakan untuk semua kelompok berbeda yang terkait,” lanjut Daniel Wolferts.
Bagaimana memenuhi persyaratan dengan paling efektif? Bagaimana memastikan pasien dapat menjalani pengujian dan pemeriksaan yang diperlukan langsung di ponsel mereka tanpa menghadapi tantangan motorik yang terlalu besar? Para ahli sedang mencari jawaban.
Studi klinis dengan 170 peserta.
Konsep ini sedang divalidasi dalam studi klinis dengan 170 pasien selama enam bulan. Satu kelompok intervensi menerima solusi digital, sedangkan kelompok kontrol menerima pengobatan konvensional tanpa alat teknologi tambahan.
Para pasien diminta untuk melakukan tes standar terkait Parkinson dua kali seminggu dengan menggunakan aplikasi dan Apple Watch, yang menangkap pergerakan mereka melalui sensor. Tes ini bertujuan untuk melihat keterampilan motorik dan kondisi mereka secara keseluruhan.
Serta membantu dokter dan penyedia layanan kesehatan lainnya untuk mengukur gejala terkait penyakit dengan lebih baik dan dengan cepat mengambil tindakan yang tepat sebagai respons.
Peserta diminta melakukan senam jari di depan kamera ponsel cerdas, mengetukkan jari telunjuk dan ibu jari secepat mungkin beberapa kali berturut-turut. Fitur pengenalan gambar mendeteksi ibu jari dan telunjuk serta mengukur jarak di antara keduanya selama pengujian.
Latihan lainnya melibatkan membuka dan menutup kepalan tangan beberapa kali dengan cepat. “Pasien Parkinson kesulitan melakukan gerakan ini dengan cepat dan lancar karena penyakit tersebut,” jelas peneliti.
Selain itu, sensor digunakan untuk memeriksa apakah peserta dapat menahan tangan mereka selama jangka waktu tertentu tanpa gemetar – sebuah tantangan bagi penderita penyakit Parkinson.
Tes tersebut disertai dengan pertanyaan tentang kesejahteraan pasien sehingga dukungan juga dapat diberikan pada tingkat emosional sesuai kebutuhan. Tiga kode warna—hijau, kuning, dan merah—digunakan untuk memperingatkan dokter yang merawat jika kondisi pasien memburuk secara drastis.
Aplikasi masih dalam tahap prototipe juga dapat digunakan untuk melaporkan insiden seperti terjatuh.
“Kami berharap solusi digital dapat memberikan penyedia layanan gambaran yang lebih baik mengenai kehidupan pasien sehari-hari dan memberikan dampak positif pada kualitas hidup mereka. Jika kami berhasil, pada akhirnya kami mungkin dapat memperluas konsep ini untuk mencakup penyakit neurologis lainnya,” tutur Daniel Wolferts.
Sementara itu, menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sekitar 30,16 juta jiwa penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia pada tahun 2021. Lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas, dan kelompok ini mencakup sekitar 11,01 persen dari total penduduk Indonesia.
Berilah perhatian kepada mereka di Hari Lanjut Usia yang diperingati setiap 29 Mei. Contohnya, kita mengajarkan lansia cara menggunakan teknologi seperti smartphone dan komputer yang membantu menemani mereka,
Ketika anak-anak atau cucu tidak bisa mengunjungi para lansia secara fisik, teknologi dapat membuka akses ke dunia luar dan mengurangi perasaan terisolasi demikian saran gooddoctor.co.id
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form