Thursday
08 October 2026

Deteksi Pemalsuan Pangan dengan Sensor Gas Kromatografi Portabel

Deteksi yang cepat tentang pemalsuan pangan dapat dilakukan di lokasi seperti pabrik makanan/minuman, labortorium atau tempat tertentu. Teknologinya adalah sensor gas kromatografi yang portable atau bisa dipindah dan diangkut.

Gambar mikroskop elektron pemindaian (SEM) dari bagian tengah chip µGC yang dipotong. Titik balik kolom di tengah terlihat (Foto/©: Fraunhofer IPMS)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id- Fraunhofer IPMS (sumber): Menjawab kebutuhan deteksi pemalsuan pangan yang dapat dilakukan dengan cepat di lapangan, maka tiga Institut Fraunhofer mengembangkan sistem sensor gas kromatografi portabel yang murah dan mudah digunakan.

Penggunaan perangkat ini memungkinkan identifikasi produk pangan yang salah label secara langsung di lokasi, bahkan oleh pengguna tanpa latar belakang keahlian analisis laboratorium.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Sistem pengukuran portabel untuk pengujian keaslian minyak zaitun secara cepat contohnya.

Sistem portabel ini, yang nantinya berukuran sebesar tas bahu, terdiri dari kolom kromatografi gas atau gas chromatography (GC) berbasis chip silikon, detektor/sensor, persiapan sampel yang terintegrasi, elektronik control, dan evaluasi serta catu daya.

Kromatografi gas atau gas chromatography (GC) adalah teknik analisis kimia yang digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur komponen senyawa yang mudah menguap (volatile) dari suatu sampel (produk pangan).

“Kromatografi gas (GC) adalah metode analitik untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur campuran zat, yang cocok untuk zat gas atau zat yang dapat menguap dan tidak terurai,” urai Dr. Olaf Hild, Kepala Departemen Fraunhofer IPMS.

“Sampel pertama-tama dialirkan melalui kolom GC, yang telah diukir ke dalam chip silikon dan dapat dipanaskan dan didinginkan dengan cepat—menggunakan gas pembawa,” jelas Dr. Olaf Hild.

Di dalam kolom, molekul gas berinteraksi dengan dinding bagian dalam yang dilapisi polimer. Bergantung pada afinitasnya, volatile organic compounds (VOCs) bereaksi dengan lapisan dalam kolom, memisahkan campuran tersebut.

VOCs adalah senyawa kimia yang merupakan ciri khas komposisi atau bahaya kesehatan tertentu dan terkait dengan perubahan sifat produk (pangan). Deteksi VOCs dilakukan di bidang kualitas dan keamanan pangan, penanda medis, keamanan sipil, pertanian, dan industri kimia.

Di ujung kolom GC berbasis chip, detektor mengukur zat-zat yang diurutkan berdasarkan jenis molekulnya, menghasilkan kromatogram gas dengan puncak-puncak yang darinya komposisi campuran dapat disimpulkan.

Fraunhofer IME bertanggung jawab untuk mengevaluasi data pengukuran. Dalam kasus minyak zaitun, tujuannya adalah untuk menentukan parameter seperti negara asal, usia, dan tingkat kemurnian.

Sistem pengukuran portabel untuk pengujian keaslian minyak zaitun secara cepat (Foto/©: Fraunhofer IVV)

Uji coba awal & direkomendasikan bagi UMKM

Uji coba terbaru dengan co Kolom GC konvensional sepanjang tiga meter menunjukkan kinerja pemisahan VOCs yang andal dan memungkinkan evaluasi sampel.

Kolom GC dalam kromatograf gas laboratorium konvensional yang mahal seringkali memiliki panjang lebih dari 30 meter dan menawarkan kinerja pemisahan yang unggul dan tidak diperlukan untuk penilaian kualitas berbagai produk makanan.

Para peneliti Fraunhofer menghadapi tantangan lainnya, pengembangan kolom GC miniatur yang mampu memisahkan senyawa organik volatil secara memadai dengan cara yang spesifik untuk makanan.

“Dengan system yang kami rancang maka target kami adalah orang awam seperti pengemas botol dan inspektur barang masuk yang dengan mudah mengoperasikan perangkat setelah sesi pelatihan singkat, bahkan tanpa pengetahuan khusus,” kata Dr. Tilman Sauerwald, seorang ilmuwan di Fraunhofer IVV saat alat diuj coba belum lama ini, dan hasilnya terus dikembangkan oleh para ahli.

“Komponen sistem kami dapat diadaptasi untuk aplikasi spesifik, sehingga cocok untuk kontrol kualitas di banyak bidang, misalnya, evaluasi plastik daur ulang. Kami senang berkolaborasi dengan mitra industri untuk mengembangkan aplikasi yang disesuaikan,” jelas Dr. Tilman Sauerwald.

Teknologi sensor gas kromatografi ini direkomendasikan supaya digunakan oleh otoritas pengawas pangan, UMKM, hingga pelaku industri besar sebagai alat skrining awal.

Dengan biaya terjangkau dan pengoperasian sederhana, sensor portabel ini dapat menjadi solusi praktis dalam pengawasan mutu pangan sehari-hari.

Sensor gas kromatografi portabel menawarkan terobosan penting dalam upaya pencegahan penipuan pangan.

Kemampuan deteksi cepat, penggunaan di tempat, serta aksesibilitas bagi non-ahli menjadikannya teknologi yang relevan untuk mendukung keamanan dan kualitas pangan di masa depan.

Di Indonesia pun terjadi kasus pemalsuan dan peredaran produk makanan yang bermasalah (baik terkait merek palsu mau pun bahan/label yang tidak sesuai standar) selama tahun 2024–2025 demikian Antara News melaporkan.

BPOM secara rutin mengawasi dan menindak peredaran produk pangan ilegal atau berbahaya di pasar modern dan tradisional di berbagai daerah di Indonesia.

Contohnya -produk-produk (pangan) tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, dan produk (kemasan) rusak. Lebih dari sepertiga fasilitas yang diperiksa BPOM pada tahun 2025 ditemukan tidak memenuhi ketentuan.

Dalam patroli daring, BPOM menemukan puluhan ribu tautan yang mempromosikan produk makanan ilegal atau berbahaya, menunjukkan masalah peredaran produk yang tidak terdaftar secara resmi demikian siber pemerintah. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik