Green & Waste Management, WATER-TECH

Teknologi Daur Ulang Komposit Menggunakan Bilah Rotor

Teknologi daur ulang komposit menggunakan bilah rotor dan jika hasilnya tidak maksimal, bagaimana tim peneliti mengatasinya? Bagaimana hasilnya jika komposit dicampur dengan...

Written by Erwin Prasetyo · 2 min read >
Tehnologi Daur Ulang Komposit

Teknologi daur ulang komposit menggunakan bilah rotor dan jika hasilnya tidak maksimal, bagaimana tim peneliti mengatasinya? Bagaimana hasilnya jika komposit dicampur dengan polimer plastik?

Tehnologi Daur Ulang Komposit
Gambar atas adalah bilah rotor komposit yang berpenampang melintang  dan gambar bawah merupakan parut. Teknologi daur ulang komposit menggunakan bilah rotor (Foto/©: ICT Fraunhofer)

Perusahaan penggergajian yang menghasilkan limbah kayu, sebaiknya jangan membuang atau membakar limbah kayu. Meski penerapan teknologi pengolah limbah di Indonesia belum semaju di Jerman, prospek bisnis limbah serbuk kayu menjajinkan banyak untung.

Komposit yang terbuat dari serat seperti kayu lapis dan jika dicampur dengan polimer—plastik yang berserat—merupakan bahan matriks dan menjadi fokus pengembangan material terbaru selama beberapa tahun terakhir di Jerman.

Apa keistimewaan komposit itu? Tim peneliti menyimpulkan kompos itu sangat potensial sebagai bahan  konstruksi yang ringan namun lebih efisiensi dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Komposit lainnya juga berasal dari limbah matriks keramik  dan logam.

Jumlah limbah berupa komposit semakin banyak di tiap negara—lebih-lebih di negara yang melakukan banyak pembangunan konstruksi dan manufaktur seperti di Indonesia.

Limbah komposit itu dimasukkan ke dalam produk baru—tentu saja setelah  diolah menjadi bahan baru—menurut tim peneliti karena jumlahnya sangat besar perlu pengaturan baik dari seri penggunaan teknologi dan standar (kualitas).

Selain polimer yang diperkuat dengan penggunaan bahan serat, bahan pengisi seperti  serat kayu balsa atau busa polimer sebagai konstruksi yang diterapkan pada bilah rotor turbin angin untuk menghemat berat tambahan.

Keuntungan dari penggunaan bahan hibrida yakni campuran bahan yang tepat dalam komposit yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus. Jika limbah itu dibuang begitu saja bakal merugi.

Daur ulang bahan komposit  khususnya pemisahan komponen tanpa kehilangan sifat yang diinginkan, diakui oleh tim peneliti masih belum terselesaikan.

Teknologi pengembangan solusi daur ulang yang ekonomis dan ekologis untuk komposit harus memperhitungkan seluruh rantai daur ulang.

Dilakukan sejak dari pembongkaran dan pengolahan hingga penyediaan bahan baku sekunder yang dapat diproses menjadi bahan standar konstruksi.

Langkah-langkah yang terbukti sulit dilakukan—terutama dengan komponen skala besar seperti bilah rotor.

Meski menggunakan teknologi tercanggih, pembongkaran hanya memungkinkan dilakukan untuk pengangkutan segmen bilah rotor yang tidak memerlukan otorisasi.

Tentu saja hal itu tidak mencapai tujuan yakni memisahkan limbah menjadi fraksi sesuai jenisnya masing-masing.

Bilah rotor membutuhkan pembuangan terbuat dari polimer yang diperkuat serat gelas—mengandung busa polimer atau konstruksi berbentuk sandwich kayu basal.

Baut logam besar terletak di flensa, yang menghubungkan rotor, dan garis tembaga terkandung di dalam bilah untuk bertindak sebagai konduktor petir.

Beberapa pabrikan juga mengintegrasikan polimer yang diperkuat serat karbon ke dalam area yang sangat ditekankan di beberapa bilah rotor generasi terbaru.

Pekerjaan penelitian saat ini juga berfokus pada penerapan struktur termoplastik pada bilah rotor, yang selanjutnya berkontribusi pada campuran material yang ada.

Pemisahan fraksi individu pada titik kontak akan membuat pemrosesan selanjutnya dan pemulihan material lebih efisien.

Hingga saat ini, proses daur ulang untuk bahan bilah rotor adalah penghancuran secara mekanis dari seluruh komposit.

Bahan itu kemudian digunakan sebagai pengganti yang mudah terbakar atau pasir di industri semen, atau untuk pemulihan termal di pabrik insinerasi limbah.

Penggunaan pembongkaran energi untuk memisahkan bahan bilah rotor menjadi fraksi yang berbeda, serta pemrosesan spesifik bahan berikutnya, sedang diteliti oleh tim peneliti Fraunhofer ICT.

Penelirian itu merupakan bagian proyek ForCycle tentang daur ulang komponen komposit yang terbuat dari polimer sebagai bahan matriks.  

Proyek ini bertujuan untuk memulihkan bahan baku sekunder dengan aplikasi yang diperbarui dan berkualitas tinggi.

Kemungkinan teknologi untuk memulihkan bahan serat terdiri dari proses mekanik, termal dan bahan kimia.

Bekerja sama dengan Technische Hochschule Nürnberg, tim peneliti melakukan pemisahan serat dari bahan matriks diteliti selain pemulihan resin dan pengisi ini, untuk mencapai proses daur ulang yang efisien secara ekologis dan ekonomis.

Keberlanjutan pengembangan baru ditunjukkan dalam evaluasi akhir dari proses dan bahan baru serta melalui perbandingan dengan keadaan seni dalam daur ulang bilah rotor.

Sebaiknya teknologi daur ulang komposit menggunakan bilah rotor kita manfaatkan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *