Wednesday
07 October 2026

Melindungi Data Perusahaan dari Serangan Phishing

Bagaimana cara melindungi data perusahaan dari serangan phishing? Hackers seperti  malware menggunakan AI untuk menguasai data utama dan cadangan organisasi. Gunakan AI untuk melawan siber jelas Octavian Tanase penulis: Growing Enterprise Data is Creating Big Cybersecurity Risk.                                                                         

Bukan hanya data utama yang diincar oleh para pencuri (siber) namun data cadangan pun menjadi target mereka. Oleh karena itu, perusahaan dan organisasi harus memantau dan menjaga ketahanan data mereka setiap saat (kiri).  Octavian Tanase (kanan), salah seorang petinggi Hitachi Vantara—dan juga penulis Growing Enterprise Data is Creating Big Cybersecurity Risk (Foto/@: Hitachi Vantara)

Penulis:  Octavian Tanase1       Editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id –  Hitachi Vantara (sumber): Apakah masih perlu membahas: melindungi data perusahaan? Sebab, perbincangan tentang big data merasuki percakapan teknologi pada pertengahan 1990-an. 

Akan tetapi,  orang-orang saat ini tidak banyak lagi yang  membicarakan peran big data—seolah tidak diperlukan lagi digunakan untuk melindungi data perusahaan. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Bukan berarti big data tidak lagi berperan besar. Jumlah data saat ini lebih besar dari sebelumnya, dan terus bertumbuh. Perkiraan menunjukkan bahwa penciptaan data global akan melampaui 180 zettabyte pada tahun 2025.

Ingat bahwa data masa kini mampu merasuki hampir setiap aspek kehidupan dan bisnis kita. Data di lantai pabrik atau manufaktur, di sistem transportasi dan jalan raya, terminal dan loket penjualan tiket, dan tempat lain seperti data kependudukan, lembaga keuangan,  dan organisasi lainnya data sangat diperlukan.

Keberadaan data membantu dan  mendorong transformasi dan pertumbuhan bisnis, mendorong inovasi, dan menciptakan keunggulan kompetitif ekonomi, dan sebagainya.

Di mana pun perangkat yang terhubung dan berada, data selalu harus siap digunakan. Hal itu merupakan  fakta kehidupan manusia sehari-hari.

Jadi, mungkin tidak perlu dikatakan lagi bahwa data itu berperan besar. Akan tetapi, penting untuk mengakui dan mengatasi risiko keamanan siber besar yang akan terjadi dan ditimbulkan terutama  data yang berkaitan dengan bisnis dan industri. 

Sebagian dari tantangannya adalah bahwa data saat ini tersebar dan berada di mana-mana. Hal itu membuat pengelolaan dan pengamanan data menjadi lebih rumit dari sebelumnya. 

Ironisnya , data  lebih mudah digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mengakses, memanipulasi, dan menyandera data untuk meminta uang  tebusan yang jumlahnya sangat besar atau fantastik. 

Mengamati angka-angka data yang sangat besar maka perusahaan dan organisasi (bukan bisnis)  menghadapi tantangan besar dalam mengamankan data perusahaan yang mereka kelola, sangat perlu menjaga keamanan data mereka. Simak penjelasan berikut:

  • Menurut Cybersecurity Ventures, ulah atau kejahatan ransomware merugikan korban mereka sebesar $20 miliar pada tahun 2021. Mereka memperkirakan kerugian perusahaan akibat ulah ransomware akan melonjak hingga $265 miliar per tahun pada tahun 2031.

 

  • Seiring dengan kecerdasan buatan (AI) dan alat GenAI yang memberdayakan pelaku kejahatan untuk meluncurkan serangan phishing dan memperluas jangkauannya, serangan ransomware meningkat dua kali lipat antara tahun 2022 dan 2023.

 

  • Menurut laporan Insurance Journal, terjadi lonjakan klaim yang disebabkan  ransomware sebesar 64 persen pada tahun 2023.

Sementara itu, biaya rata-rata waktu henti di seluruh industri vertikal meningkat dari $5.600 menjadi $9.000 per menit (laporan tahun 2023)—belum  termasuk dampak tambahan terhadap pelanggan, produktivitas perusahaan, dan biaya pergantian karyawan.

Intinya, semakin banyak data perusahaan maka hal itu menciptakan lebih banyak peluang dan risiko yang lebih besar.

Gunakan AI untuk mencuri data

Secara tradisional, perusahaan melindungi diri mereka sendiri dengan gaya yang sama seperti yang digunakan prajurit abad pertengahan dengan cara:  melawan perampok sebelum mereka dapat menembus perimeter kastil. 

Akan tetapi, dengan data dan perangkat yang kini ada di mana-mana, lingkungan TI hibrida baik di tempat maupun di cloud, dan tenaga kerja yang terdistribusi saat ini, perimeter telah menghilang.

Semua itu membuat manajemen dan keamanan data menjadi lebih kompleks dan data perusahaan menjadi lebih rentan. 

Keadaan itu mengharuskan perusahaan untuk menggunakan teknologi dan pengalaman mendalam dalam keamanan siber, data, dan TI perusahaan yang telah tersedia untuk lebih memahami data mereka.

Mereka harus tahu bahwa ancaman terhadap data perusahaan dan organisasi serta beralih dari sikap keamanan siber reaktif ke pro-aktif.

Langkah pertama dalam melakukan perubahan ini adalah mengidentifikasi aset data Anda, siapa yang diizinkan  memiliki akses ke aset tersebut, dan risiko yang akan muncul atau terjadi. 

Hal itu akan membantu organisasi Anda menentukan data apa yang sangat penting dan tingkat investasi yang harus Anda lakukan untuk menyimpan dan melindungi berbagai aset data Anda.

Karena data ada di mana-mana, bekerjalah dengan seorang ahli untuk membuat strategi modernisasi perlindungan data yang memperkuat ketahanan operasional Anda dari tepi ke inti. 

Oleh sebab itu,  perlindungan harus mencakup penerapan infrastruktur data yang andal dan aman yang mencakup cloud dan pusat data, kantor cabang, dan perangkat pengguna seperti laptop dan ponsel pintar – di mana pun rekan kerja Anda menggunakannya. 

Manfaatkan teknologi dengan kemampuan untuk membuat salinan data yang tidak dapat diubah dan bersifat sementara. 

Ini akan membantu bisnis Anda pulih dengan cepat jika Anda terkena serangan yang menghapus atau mengubah data Anda. Dengan snapshot data yang tidak dapat diubah, pemulihan menjadi cepat dan mudah.

Ketahuilah bahwa pelaku kejahatan kini menargetkan data cadangan perusahaan selain data produksi (utama). Jadi, pastikan upaya keamanan siber dan ketahanan Anda juga mencakup data cadangan Anda.

Serangan siber semakin banyak menggunakan AI untuk menargetkan data Anda. Namun, Anda dapat pula menggunakan AI untuk melawan mereka! Pantau terus malware dengan bantuan AI. 

Ini akan memungkinkan Anda mudah mengidentifikasi ancaman dengan lebih cepat sehingga Anda dapat menyelidiki dan menahan ancaman tersebut, sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan yang meluas. 

Dengan AI, Anda juga dapat memanfaatkan apa yang Anda pelajari dari insiden keamanan sebelumnya untuk memprediksi dan mencegah ancaman di masa mendatang. 

Selain itu, AI dapat bekerja untuk menganonimkan data sensitif Anda sehingga Anda dapat menggunakan data tersebut untuk analisis sambil tetap mematuhi peraturan privasi data.

Keamanan, ketahanan, dan kepatuhan data bukanlah upaya yang dilakukan sekali saja, dan tidak dapat ditunda. 

Sangat penting untuk terus mengevaluasi dan mengadaptasi strategi keamanan siber Anda untuk secara efektif mengurangi ancaman yang terus berkembang dan melindungi data perusahaan Anda dalam lanskap yang dinamis saat ini.

Mulailah sekarang, tetap waspada dan fokus pada peningkatan berkelanjutan. Teknologi modern sangat penting untuk melakukan itu, dan itu hanyalah satu bagian dari solusi. 

Bekerja samalah dengan sekutu terpercaya untuk menyatukan teknologi, orang, dan proses yang tepat untuk mengurangi risiko dan memperkuat bisnis Anda.

1Octavian Tanase, Chief Product Officer Hitachi Vantara. Perusahaan ini yang mengubah cara data mendorong inovasi—anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Hitachi Ltd., Hitachi Vantara menyediakan fondasi data yang diandalkan oleh para inovator terkemuka di dunia. 

Melalui penyimpanan data, sistem infrastruktur, manajemen cloud, dan keahlian digital, perusahaan membantu pelanggan membangun fondasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Tulisan ini diposting di www.hitachivantara.com pada pada 17 Januari 20 25.

Melindungi data perusahaan dan organisasi mutlak dilakukan!


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik