Wednesday
07 October 2026

Teknologi Kesehatan dan Robot Selamatkan Nyawa Pasien

Penggunaan teknologi kesehatan membantu selamatkan nyawa pasien sekaligus meningkatkan pertumbuhan bisnis rumah sakit. Layanan kesehatan aman dan efisien. Bagaimama robot beperan?

Platform robot bergerak di ruang operasi eksperimental di Strasbourg—dikembangkan oleh Universitas Reutlingen bersama dengan Fraunhofer IPA. Penggunaan teknologi Kesehatan itu  memungkinkan pengangkutan bahan dan instrumen medis secara otonom (Foto/©: Fraunhofer IPA)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDISTRI.co.id – Fraunhofer IPA (sumber): 5G di OR: Kemajuan teknologi kesehatan membuka peluang bagi manajemen Rumah Sakit untuk dikembangkan.

Bagaimana proses pembedahan pasien dapat menjadi lebih hemat biaya, aman, dan efisien di masa depan?



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Tim interdisipliner Perancis-Jerman mengembangkan ruang operasi hibrida dengan teknologi kesehatan tinggi dan memanfaatkan kekuatan 5G dan AI untuk membuka aplikasi baru.

Dalam percobaan, OP Hibrida Fraunhofer IPA di Mannheim yang terhubung berhasil menerapkan transfer data 5G secara real-time.

Keadaan darurat medis memerlukan tindakan operasi yang rumit. Akan tetapi, dokter spesialis terdekat berjarak ratusan kilometer dari lokasi Rumah Sakit.

Saat ini, situasi seperti itu menjadi masalah hidup atau mati seorang pasien. Sykurlah bahwa dalam beberapa tahun ke depan, tim dokter bedah mungkin dapat mengoperasi pasien dari jarak jauh dengan menggunakan robot sebagai umpan balik haptik.

Rumah sakit akan mengoperasikan jaringan 5G sendiri, hal ini memastikan koneksi latensi rendah untuk bertukar data secara terus-menerus selama operasi berlangsung.

Para peneliti mengerjakan skenario ini melalui proyek yang disebut 5G-OR dengan membangun generasi berikutnya dari ruang operasi dengan dukungan 5G.

Atau establishing the next generation of a 5G-enabled operating room ecosystem to improve patient outcome yang merupakan ekosistem  untuk meningkatkan hasil operasi pasien yang diselesaikan oleh para ahli.

“Saat ini, terjadi tekanan ekonomi yang berarti manajemen Rumah Sakit dipaksa untuk membangun infrastruktur dan proses baru yang efisien sambil menemukan cara baru untuk menggunakan teknologi kesehatan untuk menghubungkan dan berbagi data,” uangkap Johannes Horsch.

Johannes Horsch merupakan manajer proyek yang bekerja dalam penelitian teknologi kesehatan di Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA Fraunhofer Institute—mengelola  untuk teknik manufaktur dan otomasi yang berlokasi di Mannheim,Jerman.

“Para ahki Prancis-Jerman pada proyek 5G-OR menyatukan penelitian publik dan industri, membahas kedua aspek tersebut,” jelas Johannes Horsch menambahkan.

Proyek itu didukung oleh Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim, Jerman.

Menurut hasil Roland Survei Berger yang dilakukan pada Juli 2024,  menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh Rumah Sakit di Jerman membukukan kerugian tahun 2023.

Selain mengkonsolidasikan layanan dan memodernisasi infrastrukturnya, banyak Rumah Sakit memandang kolaborasi dan merger sebagai landasan yang sangat penting dalam menempatkan diri pada posisi keuangan yang aman sebagai pijakan saat ini dan masa depan.

Kekurangan tenaga profesional di bidang kesehatan justru memunculkan tantangan baru. Para ahli sepakat membangun ruang operasi berteknologi tinggi hibrida di Jerman dan Prancis

Proyek 5G-OR mempertemukan para insinyur, pengusaha, ahli bedah, dan ahli anestesi lintas batas negara di tiga lokasi: Mannheim, Berlin, dan Strasbourg.

Para ahli mengembangkan tiga ruang operasi hibrida dengan teknologi kesehatan yang tinggi dengan sistem pencitraan intraoperatif.

Selain Fraunhofer IPA, proyek ini juga melibatkan Institut Hospitalo-Universitaire (IHU) di Strasbourg (Jerman), sedangkan dari sisi Prancis diwakili oleh Charité, dan Universitätsmedizin Berlin (Jerman), Universitas Reutlingen, SectorCon GmbH, dan KARL STORZ SE & Co. KG,

Lembaga penelitian dan teknologi swasta Prancis dan perusahaan rintisan Prancis yakni Rhythm Diagnostic Systems atau RDS.

“Tujuan utama tim ahli adalah untuk menurunkan tingkat komplikasi yang timbul dari prosedur medis dan merampingkan alur kerja di ruang operasi. Kesalahan medis masih terjadi sekitar delapan hingga dua belas persen dari semua rawat inap di Rumah Sakit saat ini,” papar Johannes Horsch.

“Pengenalan teknologi 5G memungkinkan komunikasi nirkabel yang aman, fleksibel, dan andal serta pertukaran data melalui jaringan data yang kuat. Tingkat konektivitas ini mengurangi kesalahan dan meningkatkan efisiensi,” pendapat Johannes Horsch.

Kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk menganalisis data secara lebih efektif selama operasi dan mendukung penggunaan robotika dalam bidang kedokteran.

Prof. Sascha Treskatsch, kepala Departemen Anestesiologi dan Kedokteran Perawatan Intensif di Charité, Kampus Benjamin Franklin, percaya pada hasikl penelitian dilihat dari sisi pengguna.

“Memproses sejumlah besar catatan data multimodal secara real time akan merevolusi pemantauan pasien dan dengan demikian terapi dalam pengaturan klinis, dan terutama di ruang operasi selama anestesi. 5G-OR adalah dasar untuk ini,” urai Prof. Sascha Treskatsch.

Menerapkan empat aplikasi 

Dalam OR hibrida jaringan eksperimental di Fraunhofer IPA di Mannheim, 5G memungkinkan transfer data secara real-time (Foto/© Fraunhofer IPA)

Tim internasional menerapkan empat aplikasi yang relevan dalam praktik sebagai bagian dari proyek:

Pemantauan tanda-tanda vital dengan bantuan AI: Pasien mengenakan alat bantu pernapasan cerdas patch selama perawatan, sejak operasi hingga perawatan lanjutan di rumah.

Sensor di patch melacak tanda-tanda vital dan mengomunikasikannya secara nirkabel ke platform yang dipantau, tempat tanda-tanda tersebut dianalisis menggunakan AI.

Hal itu memungkinkan untuk mendeteksi potensi komplikasi sejak dini. Proyek 5G-OR meletakkan dasar bagi jenis pemrosesan data frekuensi tinggi yang benar-benar baru secara real-time, yang memungkinkan penggunaan AI secara luas.

AI-sup Analysis data bedah yang diporting: Selama operasi, AI digunakan untuk menganalisis gambar endoskopi atau rangkaian video, misalnya, bersama dengan data dari instrumen dan proses bedah.

Dengan cara ini, kemajuan operasi dapat ditentukan dan potensi anomali atau risiko dapat diidentifikasi. Analisis semacam ini juga menyederhanakan alur kerja di ruang operasi.

Telesurgery dengan bantuan robot: Ruang operasi dengan  teknologi kesehatan yang tinggi memungkinkan dokter bedah untuk mengoperasi pasien dari jarak jauh tentu dengan dukungan dari robot dengan umpan balik haptik.

5G memastikan bandwidth tinggi untuk volume data yang besar, bersama dengan koneksi latensi rendah untuk bertukar data secara real time selama operasi.

Terutama,  mengingat gelombang konsolidasi yang melanda Rumah Sakit di seluruh Jerman, aplikasi ini dapat membantu dalam keadaan darurat ketika spesialis tidak tersedia secara lokal.

Sistem ini juga dapat digunakan secara lokal di luar OR, misalnya untuk melindungi staf medis dari risiko seperti radiasi sinar-X atau infeksi.

Dukungan robot bergerak di ruang operasi: Robot bergerak yang dikembangkan khusus untuk pengaturan OR mengangkut peralatan dan instrumen medis.

Hal ini meringankan beban kerja staf rumah sakit dengan menangani tugas-tugas logistik selama operasi. Metode yang telah lama diadopsi di pabrik-pabrik industri membutuhkan akurasi, keamanan, fleksibilitas, dan keandalan yang tinggi saat digunakan di ruang operasi.

Jaringan 5G di seluruh kampus mewujudkan hal ini dengan menyediakan data secara real-time. Fokusnya  adalah mentransfer aplikasi dan teknologi Kesehatan ini ke dalam praktik klinis.

Ini termasuk pengujian ekstensif, peninjauan persetujuan medis, dan menemukan jalur ke pasar melalui mitra industri dan perusahaan rintisan.

Tim ahli berencana untuk memperluas jaringan. Tujuan mereka terdiri dari dua: untuk mendapatkan umpan balik pengguna yang lebih luas di satu sisi dan memperkuat kolaborasi internasional di sisi lain.

“Kolaborasi erat antara Jerman dan Prancis dalam proyek ini tidak hanya penting. Itu vital,” jelas Johannes Horsch, manajer proyek dari Fraunhofer IPA.

Melalui upaya ini, para ahli memungkinkan pertukaran data lintas batas dan mempercepat konsensus internasional tentang penggunaan AI di ruang operasi.

“Dengan cara ini, proyek 5G-OR berkontribusi pada kemajuan dalam praktik bedah dan untuk meningkatkan keselamatan pasien di Eropa,” Johannes Horsch menambahkan.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik