Wednesday
07 October 2026

Transmisi Data Melalui Cahaya dan Sinyal Radio, Bagaimana Proses Produksi tanpa Kabel?

Bagaimana transmisi data melalui cahaya sinyal radio berlangsung? Cara berkomunikasi nirkabel atau tanpa kabel semakin meningkat. Namun, perangkat Wi-Fi dan Bluetooth sangat terbatas di pabrik.

Di ruang pabrik, data akan di masa depan ditransmisikan secara nirkabel melalui spektrum cahaya yang terlihat. (Foto/@: Fraunhofer IOSB-INA)

Penulis/editor: Rayendra l Toruan                                                                                                       mmINDUSTRI-co.id –  Komunikasi nirkabel atau tanpa kabel secara tradisional yang berlangsung  di lingkungan produksi menimbulkan  masalah. Maklum. perangkat Wi-Fi dan Bluetooth dengan bandwidth sangat terbatas. Dampaknya adalah proses produksi di pabrik terganggu.

Sementara banyak komponen seperti sensor dan robot yang membutuhkan jaringan secara nirkabel atau tanpa kabel. Bagaimana mengatasinya?

Sebuah tim peneliti di Fraunhofer IOSB-INA yang berlokasi di Lemgo, Jermanm  bekerja sama dengan OWL University of Technology—mencarikan solusi terbaik dan tepat untuk menjawab tantangan dan masalah di atas sehingga tidak menimbulkan masalah di masa depan.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Tim peneliti mencatat bahwa di masa depan, mesin-mesin produksi yang berada di ruang pabrik manufakur misalnya harus  dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan sensor cahaya tanpa kabel.

Peneliti mengakui bahwa teknologi ini bukan hal baru lagi, dan para ahli mengisyaratkan teknologi itu sangat penting dikembangkan terutama kebutuhan sektor industri dan pabrik.

Tim ahli mencoba sistem visible light communication (VLC) yang tersedia dan berperan dan telah uji cpba. Sistem akhir itu berguna  untuk produksi jaringan dan telah digunakan pada  pertengahan tahun 2021.

Dalam beberapa situasi, komunikasi yang berbentuk cahaya yakni VLC memiliki keuntungan yang cukup besar dibandingkan dengan menggunakan frekuensi radio atau radio frequency (RF) yang lebih umum digunakan.

Sostem VLC mendapatkan banyak perhatian para ahli karena kemampuannya untuk menyediakan sistem penentuan posisi dalam ruangan yang sangat akurat dan aman—selain  penggunaan transmisi data yang jelas dari satu lokasi ke lokasi lain.

Menerapkan sistem VLC menimbulkan rintangan yang unik dalam hal integrasi sistem dan manajemen daya, terutama bagi orang yang tidak terbiasa dengan teknologi cahaya tersebut.

Menurut laman electronicsworkshops.com beberapa penggunaan VLC, serta dasar-dasar sistem penentuan posisi VLC, dan bagaimana perangkat terbaru menawarkan pendekatan desain dengan risiko lebih rendah.

Sementara itu, menurut rilis para ahli Fraunhofer IOSB-INA, sistem transportasi driverless, conveyor belt, motor, robot, sensor, drone, sistem monitoring, terminal mobile, berbagai mesin,  dan sistem semua perangkat itu berkomunikasi satu sama lain—saling bertukar data dalam lingkungan produksi.

Seringkali komponen dioperasikan di lokasi yang berbeda yang tentu saja membuat jaringan nirkabel sangat diperlukan.

Komunikasi dengan menggunakan radio harus bekerja dengan lancar, jika tidak, maka proses  produksi akan gagal.

Dalam kehidupan profesional dan pribadi, tim peneliti telah lama menghasilkan manfaat dari koneksi nirkabel seperti penggunaan Wi-Fi dan Bluetooth—dalam  produksi, komunikasi nirkabel tradisional yang mencapai batas.

Perangkat Wi-Fi dan Bluetooth hanya menyediakan bandwidth yang terbatas, dan spektrum nirkabel kelebihan beban dalam menghadapi meningkatnya pengguna, penerima dan perangkat.

Baca: Teknologi 5G Mengurangi Masalah, Apa Keistimewaan Teknologi Cahaya?


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik