Thursday
08 October 2026

Teknologi Quantum Sensors: Bosch Pimpin Era Baru Inovasi  

Chairman grup Bosch,  Dr Stefan Hartung menjelaskan teknologi quantum sensor memilki potensi sangat besar yang dimanffatkan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia di masa depan.

Kiri ke kanan: Alat teleskopik untuk perawatan pagar dan pohon yang efisien. Alat ini kuat dengan motor tanpa sikat dan kontrol secara optimal.Pemangkas pagar dengan kepala yang putar dengan sistem anti-pemblokiran pemangkas pagar dengan rantai gergaji berkualitas tinggi dan penegang dengan mur penahan magnetic. Sistem baterai multi-merek menghemat waktu, ruang, dan uang. Chairman grup Bosch,  Dr Stefan Hartung (Foto/@: Robert Bosch GmbH)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Boch Indonesia & Robert Bosch GmbH (sumber):  Grup Bosch memperkuat kepemimpinannya di bidang teknologi quantum sensor sesuai strategi 2030: arah baru menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bosch Quantum Sensing adalah teknologi sensor canggih yang memanfaatkan prinsip fisika kuantum untuk memberikan pengukuran dengan tingkat akurasi yang belum pernah ada sebelumnya.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Teknologi ini telah dikembangkan selama lebih dari 10 tahun oleh Bosch dan dirancang agar portabel, tangguh, serta mudah digunakan.

Sensor kuantum dari Bosch memiliki berbagai aplikasi, termasuk dalam bidang medis, navigasi, eksplorasi sumber daya, dan peningkatan proses industri.

Misalnya, dalam dunia medis, sensor kuantum dapat membantu dalam diagnosis penyakit neurologis seperti Alzheimer dan Parkinson dengan mendeteksi perubahan medan magnet di otak manusia.

Bosch juga mengembangkan sensor kuantum untuk navigasi yang sangat presisi, yang dapat digunakan dalam penerbangan, transportasi darat, dan eksplorasi laut.

Perusahaan yang bermarkas di Stuttgart dan Renningen, Jerman, dan mempunyai anak usaha di Nusantara, PT Bosch Indonesia melanjutkan strategi 2030 untuk memperkuat posisinya meski kondisi pasar menjadi penghambat utama pertumbuhan.

Pada tahun 2024, Bosch mencatat pendapatan sebesar Euro 90,3 miliar turun 1,4 persen dibanding tahun sebelumnya (turun 0,5 persen setelah disesuaikan dengan efek kurs).

Laba sebelum bunga dan pajak  dari operasional tercatat sebesar Euro 3,1 miliar (2023: Euro 4,8 miliar); margit EBIT operasional sebesar 3,5 persen.

Ketua (Chairman) Board of Management Robet Bosch GmbH, Dr Stefan Hartung menyatakan, “Di fiskal tahun 2024, kami membuat peningkatan penting dalam biaya, struktur, dan portofolio. Kami tetap berpegang pada target untuk terus bertumbuh dan memperkuat kemandirian finansial.”

Strategi menghadapi tahun 2030,  memberikan Bosch arahan yang dibutuhkan, khususnya di tengah gejolak global, untuk menjadi salah satu dari tiga penyedia teratas di pasar inti Bosch dalam waktu lima tahun. Strategi perusahaan tercermin pula dalam target keuangan.

Dengan asumsi tingkat inflasi normal antara 2 hingga 3 persen, Bosch menargetkan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 6 hingga 8 persen sampai dengan tahun 2030.

Pada kuartal pertama tahun 2025, Bosch mencatat peningkatan pendapatan penjualan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Bosch tetap menargetkan margin keuntungan sebesar 7 persen pada tahun 2026.

Dr Stefan Hartung melihat bahwa target Bosch merupakan tantangan besar, terutama di tengah gejolak global dan meningkatnya persaingan yang signifikan dari kawasan Asia.

“Kami terus bekerja keras untuk menata struktur dan efisiensi biaya, serta memperkuat fokus pada unit bisnis yang memiliki potensi keuntungan,” jelas Stefan Hartung.

Untuk memperkuat daya saing, Bosch menyesuaikan struktural dan pengurangan jumlah tenaga kerja di beberapa area. Bosch membicarakan hal itu dengan perwakilan karyawan dan mendorong agar kesepakatan bersama segera dicapai serta proses implementasi dapat dimulai.

“Langkah ini dipandang penting agar perusahaan dapat segera memanfaatkan berbagai peluang pasar, termasuk yang muncul secara tak terduga,” lanjut Stefan Hartung.

Bosch memperkirakan jumlah tenaga kerja di perusahaan akan menurun, terutama di wilayah Jerman dan Eropa. Meski demikian, inovasi tetap dilakukan dengan investasi Euro 250 juta untuk startup

Bosch memanfaatkan keunggulan dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan untuk dapat menghadapi transformasi pasar dan teknologi yang sedang berlangsung.

“Sebagai pelopor teknologi global, Bosch memiliki komitmen yang kuat untuk mengoptimalkan setiap keunggulan kami, terutama pada kemampuan inovasi yang tinggi,” urai Dr Stefan Hartung.

Bosch bersemangat dan fokus pada inovasi, berbagai peluang akan terbuka di masa depan, bahkan di tengah lanskap yang penuh dinamika. Buktinya, Bosch mencatat lebih dari 6.700 paten tahun 2024, menjadikannya salah satu dari 100 perusahaan paling inovatif di dunia menurut analis Clarivate.

Kolaborasi dengan perusahaan startup sebagai pendorong utama pertumbuhan. Sebagai salah satu investor ventura korporat terbesar di Eropa, Bosch menyediakan Euro 250 juta untuk modal ventora.

“Investasi  ini mendorong kemajuan teknologi, dan memberikan manfaat langsung pada seluruh divisi di Bosch,” jelas Chairman Bosch itu. “Inovasi merupakan salah satu pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.”

Dalam politik global, sama seperti industri lainnya, Bosch melihat adanya pergeseran tatanan dunia.

“Kita menghadapi perubahan besar dalam lingkungan bisnis, sementara perdagangan bebas di ekonomi global sedang mengalami tekanan yang hebat,” ungkap Stefan Hartung.

Menanggapi pembentukan pemerintahan baru di Jerman, Stefan Hartung menekankan bahwa peningkatan utang negara tidak menghilangkan keharusan untuk tetap berhemat diberbagai bidang.

“Paket stimulus bernilai miliaran Euro tidak boleh mengalihkan perhatian dari perlunya perubahan kebijakan yang mendesak demi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Di tengah ketidakstabilan global ini, Bosch menunjukkan komitmennya terhadap aksi iklim dengan menetapkan target  baru untuk emisi Scope 3-yaitu emisi karbon yang tidak secara langsung dikendalikan oleh perusahaan, seperti emisi dari penggunaan produk oleh konsumen.

Dr Stefan Hartung menargetkan penurunan emisi karbon Scope 3 yang lebih tinggi hingga tahun 2030, yang dilakukan dengan menggandakan target pengurangan dari 15 persen menjadi 30 persen dibandingkan tahun 2018.

“Perubahan iklim tidak akan berhenti hanya karena ekonomi global sedang menghadapi tantangan lain,” urai Stefan Hartung. “Keberlanjutan tetap menjadi prioritas utama bagi Bosch.”

Bosch Indonesia

Sementara anak usahanya di Indonesia, PT Bosch Indonesia menunjukkan perkembangan bisnis yang positif pada tahun 2024. Peluncuran berbagai produk baru  seperti peralatan rumah tangga dan  perkakas listrik—meningkatkan pertumbuhan signifikan.

Bosch Indonesia memperluas jaringan distribusi melalui peluncuran toko resmi di berbagai e-commerce platform dan membuka Home Experience Store baru di Jakarta dan Surabaya, memberikan pelanggan kesempatan untuk merasakan langsung produk, dan berkonsultasi dengan ahli dari Bosch.

Bosch Indonesia membangun kerjasama dengan beberapa universitas untuk mendorong adopsi teknologi industri 4.0, dan aktif mendukung transfer pengetahuan kepada pelanggan lokal dan para calon insinyur.

Sebagai wujud komitmen jangka panjang di Indonesia, Bosch meluncurkan program sosial yang disebut Bosch Impact for Life.

Program sosial itu dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan Foodback of Indonesia dan Yayasan Sahabat Anak: bertujuan untuk meningkatkan gizi dan mendukung pendidikan anak-anak diberbagai wilayah Indonesia.

Menyikapi dinamika perdagangan global yang terus berubah, Bosch memandang prospek tahun 2025 masih diliputi ketidakpastian. Dampak tarif tambahan serta potensi pengaruh ekonomi dari investasi infrastruktur di Eropa dan Jerman menambah kompleksitas proyeksi.

Bosch memperkirakan pertumbuhan ekonomi global yang cenderung moderat, berkisar antara 2,25 persen hingga 2,75 persen pada tahun 2025.

Anggota dewan direksi merangkap Chief Financial Officer  Robert Bosch GmbH, Markus Forschner, menuturkan, “Kami harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan efisiensi biaya demi menjaga daya saing, dan mendorong strategi pertumbuhan melalui investasi, inovasi dan akuisisi.”

Bosch komit untuk terus memperluas strategi regionalisasi yang terbukti berhasil. “Kedekatan dengan konsumen adalah dan akan selalu menjadi prioritas utama Bosch,” ujar Markus Forschner.

Tahun 2025, Bosch menargetkan pertumbuhan pendapatan penjualan sebesar 1 hingga 3 persen meskipun tantangan pasar utama yang lemah diperkirakan akan mewarnai lingkungan bisnis.

Margin EBIT dari operasional diproyeksikan akan meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024, meskipun laba diperkirakan masih akan terpengaruh oleh besarnya investasi awal untuk teknologi masa depan serta penyesuaian struktural yang sedang berjalan.

Markus Forschner  menyampaikan rencana akuisisi sebagian bisnis Johnson Controls dan Hitachi berjalan sesuai target dan selesai pada pertengahan tahun 2025, maka Bosch memproyeksikan pertumbuhan total penjualan di tahun 2025 akan meningkat sebesar 1 hingga 2 persen.

Inovasi perangkat lunak dan hidrogen

Pada sektor bisnis Mobilitas, Bosch melihat perkembangan bidang elektrifikasi kendaraan, hydrogen, dan kendaraan berbasis perangkat lunak sebagai pendorong utama pertumbuhan.

Masa depan mobilitas akan ditentukan oleh perangkat lunak  dan Bosch ingin berada di garis depan sebagai mitra bagi para produsen otomotif.

Di pameran Auto Shanghai, China belum lama ini, Bosch memperkenalkan berbagai inovasi seperti sistem modular untuk bantuan pengemudi yang tersedia dalam tiga segmen—untuk segmen entry level, menengah,  premium, dan kokpit cerdas dengan fungsi kecerdasan buatan (AI).

Dalam bidang elektromobilitas, Bosch memproduksi 50 produk baru pada tahun 2025 yang berlokasi di Eropa dan China. “Salah satu teknologi masa depan yang krusial adalah mesin berbahan bakar hidrogen,” pendapat Stefan Hartung.

“Teknologi ini memiliki keunggulan tidak menghasilkan emisi CO₂ di lokasi penggunaannya dan sangat ideal untuk kendaraan komersial berat seperti truk off-highway serta alat berat di sektor konstruksi dan pertanian,”  lanjut Dr Stefan Hartung.

Melalui Hannover Messe expo, Bosch memperkenalkan Hybrion Stacks—merupakan  komponen utama dari pabrik elektrolisis untuk memproduksi hidrogen. Perusahaan memproyeksikan Hybrion Stacks  akan memberikan kontribusi penjualan hingga miliaran euro pada tahun 2030.

Manajemen Bosch melihat kebutuhan baru konsumen sebagai peluang pertumbuhan penting bagi lini bisnis consumer goods kendati kondisi ekonomi masih lesu.

Fokus utama Bosch dalam kategori Power Tools adalah memperluas lini produk nirkabel (cordless) termasuk cordless hidrolik. “Bosch secara signifikan telah meningkatkan jumlah peluncuran produk pada tahun 2024,” ungkap Dr Stefan Hartung.

Upaya untuk memperluas ekspansi, Bosch meluncurkan sekitar 90 produk baru untuk power tools pada 2025. Di sisi lain, Bosch mengadopsi standar the new Matter connection untuk produk Home Appliances.

BSH Hausgeräte akan meluncurkan kulkas-freezer pertama yang mengadopsi teknologi Matter di pasar, sebuah teknologi yang memungkinkan konektivitas lintas merek yang cepat, mudah, dan aman.

Bosch berencana untuk meresmikan fasilitas produksi home appliances pertama di Mesir tahun 2025. Di pabrik baru itu, Bosch  menghasilkan hingga 350.000 unit oven setiap tahun untuk konsumen di Afrika dan Timur Tengah.

Bosch memproyeksikan pemesanan akan kembali stabil dan memiliki target pendapatan sekitar Euro 1 miliar dari perangkat lunak dan layanan berbasis software pada awal dekade mendatang. Salah satu langkah untuk mencapai target itu dengan meluncurkan berbagai layanan digital.

Tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat servis serta pemeliharaan produk hidrolik industri, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan mesin.

“Kami akan terus memacu pengembangan software di sektor teknologi industri,” jelas Stefan Hartung.

Keunggulan Bosch terletak pada pendekatan ‘dari pengguna untuk pengguna’, dengan mengintegrasikan pengalaman langsung dari proses manufaktur internal.

Selain itu, otomasi pabrik untuk sektor-sektor pertumbuhan seperti produksi baterai, semikonduktor, dan barang konsumsi akan menjadi fokus lebih lanjut di masa mendatang. Bosch Rexroth memperkenalkan berbagai inovasi untuk mendukung transisi energi misalnya elektrifikasi aplikasi industri dan mobile.

Pada sektor teknologi bangunan dan energi, Bosch memproyeksikan akuisisi bisnis pemanas, ventilasi dan pendingin udara (HVAC) milik Johnson Control dan Hitachi akan mendorong pertumbuhan yang substansial.

Pertumbuhan akan didorong oleh sistem pompa panas hibrida terbaru (all-in-one-heating) yang pertama kali diperkenalkan oleh Bosch. Sistem ini dioperasikan secara mandiri sebagai boiler kondensasi berbahan bakar gas atau minyak, atau dikombinasikan dengan unit pompa panas luar ruangan.

Sistem ini dikonversi untuk beroperasi sepenuhnya menggunakan listrik. Di ranah teknologi bangunan, fokus yang lebih kuat pada layanan integrator mulai membuahkan hasil, sementara akuisisi sebelumnya memperkuat bisnis otomasi gedung.

Salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan di seluruh sektor ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Sebagai contoh, solusi Wildfire Detection dari Bosch memungkinkan deteksi dini kebakaran hutan melalui sensor gas yang menggunakan algoritma AI dan informasi tambahan dari drone.

Bosch berambisi untuk menjadi pemimpin dalam teknologi sensor kuantum, terutama dalam bidang medis dan mobilitas.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik