Industrialisasi, Otomatisasi & Inovasi

Teknologi Mesin Penggergajian Baja, Penyimpanan Bahan Baku Secara Otomatis

Sejak akhir tahun 1970-an, teknologi  penggergajian baja berbasis otomatisasi diterapkan di perusahaan KASTO Maschinenbau yang bermarkas di Achern, Jerman.   Sektor otomotif,...

Written by Marinus L Toruan · 4 min read >

Sejak akhir tahun 1970-an, teknologi  penggergajian baja berbasis otomatisasi diterapkan di perusahaan KASTO Maschinenbau yang bermarkas di Achern, Jerman.   Sektor otomotif, konstruksi, dan pembuatan pesawat terbang membutuhkan bahan baja yang harus dipotong.  Apa itu gudang sarang laba-laba? 

Teknologi Mesin Penggergajian
Dari gambar kiri, akhir tahun 1970-an, perusahaan KASTO memperkenalkan sistem penyimpanan berbasis otomatisasi yang pertama.Oliver Ellermann, Ketua Asosiasi Industri Baja Jerman (BDS). Pusat penggergajian modern milik KASTO. Semua proses dilakukan secara otomatis seperti penyimpanan bahan mentah dan commissioning potongan yang sudah jadi. (Foto/@: KASTO Maschinenbau GmbH & Co. KG)

Sektor otomotif, konstruksi, dan pesawat terbang membutuhkan bahan baja yang berkualitas tinggi. 

Bahan baja yang hendak dikembangkan menjadi bagian atau produk seperti kompomen, terlebih dulu dipotong atau digergaji dan selanjutnya dibentuk sesuai desain. Proses pembentukan produk itu dilakukan melalui pemotongan atau penggergajian.

Sedangkan proses pemotongan atau penggergajian membutuhkan mechanical engineering sawing technology atau teknologi penggergajian. Dan proses teknologi pemotongan itu  sekaligus bermanfaat untuk proses penyimpanan dan pengembangan produk baja di gudang. 

Berkat penguasaan teknologi, perdagangan atau industri baja menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan, dan sejauh ini merupakan kelompok pelanggan terpenting bagi perusahaan KASTO yang bermarkas di Achern, Jerman.  

Persyaratan dan peran industri baja telah berubah secara signifikan selama beberapa dekade terakhir—meliputi produk dan solusi yang didukung oleh KASTO utamanya para pelaku perdagangan produk baja.

Sektor perdagangan baja sama usianya dengan produksi baja itu sendiri. Sebagai penghubung antara pabrik baja dan proses selanjutnya, hal ini memainkan peran sentral untuk semua industri. 

Bahan baku baja digunakan di industri konstruksi, otomotif, pemasok, teknologi mesin, pabrikasi, dan sektor dirgantara seperti pembuatan pesawat terbang. 

Banyak perusahaan membutuhkan produk baja dalam jumlah yang tertentu dan dalam banyak dimensi, kualitas, geometri atau paduan yang berbeda. Sebagian besar perusahaan yang secara bisnis tidak mungkin  membeli bundel lengkap secara langsung dari pabrikan. 

Pedagang baja membeli material dalam jumlah besar dari pabrik baja dan menjualnya berdasarkan pesanan. 

“Selain ukuran lot yang kecil dari kuantitas pengiriman, area pengiriman yang luas dan lokasi pelanggan yang sering kali jarak jauh menimbulkan tantangan logistic,” jelas Oliver Ellermann, Ketua Asosiasi Federal Industri Baja Jerman (BDS).

Untuk mengatasi tantangan tersebut, penyimpanan dan teknologi pemrosesan yang sesuai sangat diperlukan. Butuh waktu yang lama di lantai penumpukan bahan baja yang dikelola secara manual dengan sistem penyimpanan kantilever. Cara itu mendominasi di ruang pabrik dan distributor baja. 

Cara manual itu berubah menjelang akhir tahun 1970-an, Ketika dilakukan cara dan pendekatan pertama dengan menerapkan otomatisasi di sektor industri baja. 

Pada saat itu, Jepang menunjukkan tanda-tanda kemajuan tertentu yang sejak awal, industri baja  mengambil alih pemotongan bahan baja yang dipesan untuk digunakan di industri pengolahan untuk sektor industry otomotif Jepang. 

Pada saat yang bersamaan, KASTO Maschinenbau GmbH & Co. KG memperkenalkan sistem penyimpanan otomatis dan car aitu merupakan yang pertama kali dilakukan di dunia. 

Sistem otomatisasi itu tidak hanya memungkinkan prosedur penyimpanan dan pengambilan tanpa melibatkan tenaga manusia—ini memungkinkan pasokan bahan baku secara independen yang akan diolah mesin gergaji yang terhubung.

Bahkan dengan diperkenalkannya gergaji besi pertama, cara kerja gergaji besi tersebut dapat dilihat di industri baja yang sering kali berhubungan dengan conveyor roller (konver pemutar) baik infeed dan outfeed.

Periode tahun 1980-an hingga 1990-an, kombinasi teknologi penyimpanan dan penggergajian menjadi lebih penting diterapkan di negara-negara lain seperti Jerman dan negara produsen baja. 

Semakin banyak perusahaan manufaktur yang mentransfer langkah-langkah pemrosesan awal seperti menggergaji ke pemasok mereka. Perusahaan KASTO bertindak berdasarkan tren bisnis dan mengembangkan sistem penyimpanan baja yang berkinerja tinggi. 

Mesin penggergajian dengan periferal infeed dan outfeed secara otomatis meningkatkan pedagang bahan baja. Kedua divisi bisnis ini—infeed dan outfeed—digabungkan dalam bentuk sawing center yang terintegrasi. 

Semua proses dilakukan secara otomatis, mulai dari penyimpanan bahan baku hingga commissioning atau pemeriksaan potongan bahan-bahan (baja) yang sudah jadi (produk akhir).

Sistem penyimpanan yang bergerak dari overhead bersamaan dengan undercarriages sangat populer di kalangan pelanggan. Memanfaatkan prinsip Material to Operator yakni bahan material menuju operator yakni sistem pengiriman material yang dibutuhkan tersedia dengan cepat dan efisien. 

Pada pertengahan 1990-an, perusahaan KASTO memperkenalkan sistem penyimpanan sarang lebah otomatis pertama. Sebagai perbandingan, sistem ini adalah solusi hemat ruang dan tidak memerlukan terowongan besar untuk gerbong pengangkut bahan. 

Jenis sistem penyimpanan ini masih tetap pilihan terbaik di kalangan pelaku industri baja hingga sekarang  ini. Dalam hal mesin gergaji, perusahaan mengandalkan mesin berkinerja tinggi yang serbaguna seperti gergaji pita seri KASTOtec atau gergaji bundar KASTOvariospeed

Dengan mesin periferal yang sesuai, kedua mesin tadi menghasilkan  kinerja tinggi tanpa merepotkan tenaga manusia, dan memastikan operasi produksi yang lebih efisien. 

Didesain khusus untuk pemesinan material tubular, tabung KASTOwin menawarkan solusi khusus yakni, hasil pemotongannya lurus dan pihak pengangkut baja mudah melakukan dengan menggunakan mesin  KASTOmiwin.

Perusahaan dealer baja semakin berkembang menjadi penyedia layanan lengkap yang harus menawarkan rangkaian bahan yang terus melayani area pengiriman yang semakin luas.

“Lima puluh tahun silam, industri baja memasok bahan ke sekitar 2.200 lokasi dengan volume yang hampir sama seperti tahun 2020, dan hanya 600 dari lokasi tersebut yang tersisa saat ini,” ujar Oliver Ellermann, Ketua Asosiasi Industri Baja Jerman.

Dengan teknologi penggergajian, distributor baja mengandalkan mesin serbaguna berperforma tinggi dan konektivitas robot (kiri). Distributor baja besar mencoba melakukan beberapa langkah dan secara bersamaan membuat Gudang penyimpanan yang lebih sedikit namun volume lebih besar sehingga biaya lebih efisien. (Foto/@: KASTO Maschinenbau GmbH & Co. KG)

“Membutuhkan waktu lama, distributor baja harus membangun gudang penyimpanan berukuran yang lebih besar, dan secara bersamaan harus mengirit biaya. Konsentrasi dan konsolidasi ini hanya berfungsi jika perusahaan menjadi lebih fleksibel dan efisien dengan menggunakan teknologi,” ujar Oliver Ellermann.

Kuncinya adalah otomatisasi dan digitalisasi. Ellermann berkata, “Baik dalam penjualan, rantai pasokan, manajemen-potensi kemajuan teknis yang berarti sangat besar,” seraya melanjutkan, “kami membutuhkan ide-ide baru – juga karena perubahan demografis, semakin sedikit profesional terampil yang kami miliki.”

KASTO menggunakan solusi digital dan otomatis—termasuk, misalnya, sistem manajemen gudang sendiri yakni KASTOlogic yang secara independen mengontrol dan mengelola semua proses yang terkait dengan penyimpanan dan penggergajian bahan baja. 

Perangkat lunak ini juga dapat dihubungkan secara mulus melalui antarmuka yang telah ditetapkan sendiri ke sistem ERP dari berbagai penyedia. Dengan solusi seluler, KASTOlogic mobile memungkinkan pengelolaan yang fleksibel untuk seluruh gudang yang dilakukan melalui smartphone atau tablet—termasuk  inventaris di luar gudang otomatis. 

Untuk menampilkan dengan jelas data status dan pesan kesalahan dari mesin yang terhubung pada perangkat seluler, KASTO mengembangkan aplikasi KASTO. Contoh tambahan adalah sistem distribusi cerdas yang dinamai KASTOrail yang efisien dan ergonomis.

Aplikasi itu  menyediakan bundle (berkas) pengambilan untuk pengiriman, integrasi robot di lingkungan industri untuk penanganan hilir dan langkah-langkah pemrosesan, atau pemeliharaan jarak jauh interaktif dengan menggunakan aplikasi dan kacamata cerdas.

“Penting meningkatkan secara otomatisasi dan jaringan tetap dapat dikelola oleh para karyawan,” jelas Oliver Ellermann. 

“Cara ini berlaku bagi  perusahaan kecil dan menengah yang beroperasi secara regional dan menangani kebutuhan kecil secara lokal. Sentralisasi dan spesialisasi belum terlihat di sini seperti halnya perusahaan besar,” imbuh Oliver Ellermann. 

KASTO memiliki banyak solusi yang inovatif agar pekerjaan sehari-hari di sektor industri baja lebih fleksibel, efisien, dan lebih mudah dikerjakan.

Apakah manajemen KASTO Maschinenbau GmbH & Co. KG siap ekspansi bisnis ke Indonesia yang sedang giat-giatnya membangun pabrik pengolahan nikel yakni smelter yang pada gilirannya menghasilkan bahan baja. 

Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia dan susul Filipina yang juga anggota perhimpunan ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *