Teknologi CellCore mengerjakan proyek High Temperature Applications 2.0 dari Siemens AG—selesai pada Juni 2025. CellCore mengembangkan konsep baru untuk aplikasi turbin gas.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – CellCore GmbH (sumber): Dengan menggunakan teknologi CellCore dan manufaktur aditif (3D printing), CekkCore GmbH menyelesaikan High Temperature Applications 2.0 tahap kedua pada Juni 2025.
Proyek dari Siemens Centre for Industry and Science yang berlokasi di Berlin, Jerman itu dikerjakan dengan memanfaatkan kebebasan desain untuk menghasilkan teknologi High Temperature Applications 2.0 guna menciptakan struktur pendingin yang sangat efisien.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Proyek ini melibatkan simulasi proses manufaktur dan penelitian mendalam tentang hubungan antara geometri komponen, proses produksi, dan mikrostruktur material.
Proyek merupakan platform kolaborasi antara institusi penelitian, perusahaan besar seperti Siemens, dan perusahaan rintisan milik CellCore GmbH.
Lokasi proyek menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur aditif dan penelitian material untuk aplikasi suhu tinggi, termasuk turbin gas.
CellCore GmbH melakukan pendekatan berbasis simulasi yang didukung oleh perangkat lunak canggih untuk desain parametrik dan optimasi komponen.
Meskipun mereka tidak secara eksplisit menyebutkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pekerjaan, pihak terkait mengandalkan teknologi simulasi dan analisis berbasis data untuk menciptakan desain biomimetik yang inovatif.
Hasilnya adalah komponen yang lebih ringan, lebih kuat, dan lebih efisien, yang telah diterapkan di berbagai sektor seperti otomotif dan luar angkasa.
Menurut laman CellCore GmbH berfokus pada pengembangan teknologi biomimetik yang terinspirasi dari struktur alami untuk menciptakan desain yang efisien dan inovatif.
Proyek terbaru High Temperature Applications 2.0 merupakan bagian dari Werner-von-Siemens Centre for Industry and Science di Berlin.
Dalam proyek ini, mereka menggunakan teknologi manufaktur aditif (3D printing) untuk mengembangkan konsep baru pada aplikasi turbin gas.
Fokus utama pihak terkait adalah untuk memahami hubungan antara geometri komponen, proses manufaktur, dan mikrostruktur material. Selanjutnya, mereka melakukan simulasi proses manufaktur untuk meningkatkan efisiensi.
Focus lainnya adalah pengembangan struktur pendingin yang sangat efisien menggunakan desain berbasis simulasi, yang tidak dapat dicapai dengan metode manufaktur konvensional.
Dengan teknologi ini memungkinkan CellCore menciptakan komponen yang lebih ringan, lebih kuat, dan lebih hemat energi, yang telah diterapkan di berbagai sektor seperti otomotif dan energi.
Dalam proyek ini, CellCore yang bekerja sama dengan Siemens Energy AG dan mitra lainnya untuk mengembangkan solusi inovatif di bidang energi, khususnya pada aplikasi turbin gas.
Kerja sama ini melibatkan penelitian mendalam dan pengembangan teknologi manufaktur aditif untuk menciptakan komponen yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara peran Siemens mencakup penyediaan teknologi manufaktur aditif, simulasi proses produksi, dan pengembangan struktur pendingin yang efisien.
Kolaborasi kedua perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan dalam industri energi.
Fasilitas dan aktivitas di Werner-von-Siemens Centre for Industry and Science (WvSC) yang berlokasi di Siemensstadt 2.0, Berlin, Jerman, dirancang sebagai pusat kolaborasi antara industri dan sains.
Fasilitas ini mencakup laboratorium penelitian, area manufaktur aditif (3D printing), dan ruang kerja bersama untuk kolaborasi. Salah satu fokus utama adalah pengembangan material baru untuk manufaktur aditif dan pengujian kualitas material tersebut.
Manajemen mitra mengadakan berbagai proyek penelitian yang berfokus pada digitalisasi, manufaktur aditif, dan transisi energi. Mereka menyelenggarakan program pendidikan, seperti pelatihan teknologi baru dan seminar untuk mendukung inovasi.
Selain itu, mereka memiliki jaringan 5G kampus pribadi untuk mendukung pengembangan teknologi Industry 4.0.
Proyek sejenis juga dikerjakan oleh pihak PT Siemens Indonesia dengan dukungan pengembangan teknologi—seperti bidang energi terbarukan dan digitalisasi. Beberapa proyek yang dilakukan antara lain, kerja sama dengan Pertamina Power.
Siemens mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), teknologi hidrogen, dan kendaraan listrik di Indonesia.
Siemens bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia, guna mendorong transformasi digital dan pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia.
Tiga anak muda mendirikan CellCore
Tiga anak muda yang dipimpin oleh Andreas Krüger, Rene Giese, dan satu lagi rekan mereka mendirikan CellCore GmbH s sebagai start-up usaha rintisan di Berlin, Jerman pada akhir 2016.
Sektor industri di Jerman telah menggunakan perangkat lunak buatan CellCoreGmbH. Selain digunakan di ruang angkasa, produk CellCore memasuki dunia industri sepeda motor dan mobil rally yang digunakan oleh para balap.
Dengan proses manufaktur yang inovatif, demikian Andreas Kruger, Chief Executive Officer CellCore GmbH membuka peluang baru untuk menciptakan optimalisasi pada proses produksi komponen.
Inti komponen yang dioptimalkan dengan menggunakan teknologi CellCore adalah struktur sarang lebah khusus yang dicetak oleh pengusaha berusia muda. Berat komponen yang digunakan dalam mobil balap formula itu, turun hingga 33 persen dari berat konvensional.
Sementara peningkatan kekakuan mencapai 300 persen. Mobil balap dengan spoiler belakang yang dioptimalkan—tidak hanya melanjutkan untuk mencapai kinerja terbaik dalam kompetisi (balap) hingga saat ini.
Penggunaan teknologi CellCote dalam mobil balap itu juga memenangkan hadiah pertama dalam kompetisi desain BASF bertajuk Best Use of Fi-bre Reinforced Plastics beberapa tahun lalu.
Tim insinyur CellCore mendesain elemen sarang lebah sebagai konstruksi sandwich dengan lapisan atas karbon.
“Apa yang membedakan teknologi buatan kami adalah pengetahuan aplikasi berbasis luas,” tutur Andreas Krüger. “Kami memiliki insinyur di bidang industri kedirgantaraan, otomotif, dan ilmu material, dan memiliki keahlian pengembangan perangkat lunak,” tandas Krüger.
Bagi Andreas Krüger, hal-hal yang paling menarik tentang pekerjaannya adalah beragam topik dan kebebasan untuk mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, pakar CellCore sering dipanggil untuk membantu pembuatan desain khusus.
“Berbeda dengan basis die-cast (cetak atau cor) dengan alat tua yang berbentuk salib, alat itu menciptakan struktur yang mengingatkan pada tulang panggul. Dengan teknologi CellCore maka dimungkinkan untuk menggunakan bahan baku (material) 21 persen lebih sedikit,” cerita Krüger.
CellCore memvalidasi konsep trem baru berkat pengalamannya dalam menangani berbagai struktur dan menjalankan simulasi numerik di bawah beban yang berbeda.
Konsep Panik Ebner mengurangi berat dengan jumlah yang signifikan sambil mempertahankan stabilitas yang sama. Ini membuat mobil trem lebih mudah bergerak yang pada gilirannya menghemat energi.
Trem baru itu lebih luas dan menawarkan permukaan jendela yang lebar bagi penumpang berkat desain sarang lebah yang terbuka.
“Kami memberikan landasan teoritis yang diperlukan untuk konsep inovatif bagi pelanggan, berkenaan dengan kekuatan mekanik. Pelanggan dapat mengambil hasil simulasi buatan kami dan berbicara dengan klien potensial tentang implementasi konkrit trem,” ungkap Andreas Krüger.
CellCore mengoptimasi teknis kepada para pelaku industri. Perusahaan CellCore bekerja dengan para ahli medis untuk mengembangkan orthosis jenis baru—sol ortopedi yang dibuat khusus.
“Kami membuat metode produksi otomatis untuk sol yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Teknologi pencetakan 3D dapat memberikan hasil yang sangat cocok dengan kaki tertentu,” kata Krüger.
“Metode manual saat ini dalam memproduksi sol ortopedi yang dibuat khusus relatif mahal, yang berarti bahwa harga pencetakan 3D yang lebih tinggi tidak menjadi masalah di sini.”
CellCore menjajaki area-area potensial optimasi dalam pembuatan alat. Dengan cetakan injeksi, misalnya pengaturan saluran pendingin ceras dan integrasi struktur grid khusus, mampu meningkatkan kuantitas dan tingkat kualitas produksi.
Teknik pendinginan baru juga sedang diselidiki. CellCore secara aktif terlibat dalam jaringan penelitian seperti jaringan Nowhum S untuk alat yang dioptimalkan. Langit merupakan batas ketika kita membayangkan area dan teknik biomimetik berpotensi digunakan.
Mungkin masih ada sejumlah kelemahan untuk pembuatan aditif, terutama yang berkaitan dengan harga.
“Kami melihat ke depan dan menunjukkan apa yang sudah mungkin hari ini dan juga cara-cara yang hal-hal itu dapat berkembang pada masa depan,” ujar Andreas Krüger kepada pewawancara Gerda Kneifel dari Asosiasi Mesin Perkakas Jerman.
“Istilah Aritifical Intelligency sangat sering digunakan dalam konteks yang salah dan terlalu penting. Satu hal yang pasti, kami menikmati bekerja dengan kecerdasan alami,” penjelasan Andreas Krüger.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form