PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. bertransformasi menjadi grup smart aquaculture infrastructure & ecosystem—terintegrasi dengan ASEAN. Apa hasil tim Chong Chee Hoong yang mengimplementasikan teknologi cerdas pada budidaya udang seluas 37 hektar di Sumbawa?

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (sumber): Transformasi bisnis kini menjadi langkah strategis yang menentukan daya saing perusahaan di era ekonomi pangan yang berkelanjutan.
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM) mengambil langkah progresif dengan berevolusi dari perusahaan konstruksi menjadi Smart Integrated Aquaculture Infrastructure & Ecosystem Platform Group yang berorientasi pada pengembangan ekosistem akuakultur modern berbasis teknologi.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Langkah itu memperkuat posisi SMKM dalam rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka peluang ekspansi regional ASEAN melalui integrasi infrastruktur, smart aquaculture, hilirisasi, dan pengelolaan operasional berkelanjutan.
Sebelumnya, SMKM yang dikenal dengan kemampuan konstruksi dan infrastrukturnya, mengumumkan evolusi strategis arah bisnis yang baru.
Perseroan bertransisi dari perusahaan konstruksi tradisional menjadi grup infrastruktur akuakultur dan ekosistem terintegrasi yang berfokus pada tingkat nasional dan regional, pengembangan ekosistem hilir, serta kemampuan operasional berbasis teknologi.
Evolusi strategis ini memanfaatkan DNA konstruksi infrastruktur SMKM untuk mendukung pertumbuhan operasi akuakultur terintegrasi dan ekosistem infrastruktur regional di seluruh Indonesia dan ASEAN.
Sebagai bagian dari integrasi strategis ini, Perseroan telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi PanAsia Aquaculture Pte. Ltd.
Group of Companies (PanAsia Group) dari Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO) dengan nilai transaksi diperkirakan sebesar US$100 juta. Transaksi ini diindikasikan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026.
Selanjutnya, SMKM memperkuat rantai nilai ekosistemnya melalui rencana akuisisi LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings) senilai SG$13 juta, yang dijadwalkan rampung pada Juni 2027.
Membangun ekosistem hilir kompetitif dan terintegrasi di Sumbawa: mesin pertumbuhan
PanAsia Group, di bawah kepemimpinan Chong Chee Hoong yang didukung oleh timnya semakin solid mengoperasikan dan mengimplementasikan teknologi smart aquaculture pada fasilitas budidaya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Operasi akuakultur itu secara konsisten menunjukkan tingkat kelangsungan hidup udang yang melebihi 80 persen didukung oleh sistem operasional yang disiplin dan implementasi akuakultur cerdas.
Keberhasilan ini semakin diperkuat oleh kinerja luar biasa dari operasi akuakulturnya di Malaysia Timur, dan diharapkan dapat mendukung strategi skalabilitas regional PanAsia Group serta memperkuat kehadiran operasional jangka panjang SMKM di ASEAN.
Kapabilitas operasional di Malaysia Timur itu memperluas skala bisnis di luar Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Memperkuat posisinya sebagai pemain ekosistem di tingkat ASEAN melalui PanAsia Group, SMKM mengelola aset strategis di Sabah, Malaysia Timur—mencakup area sekitar 49 hektar. Aset ini telah beroperasi sejak tahun 1998.
Dari konstruksi menuju teknologi pangan masa depan — bagaimana strategi smart aquaculture SMKM bisa menjadi blueprint baru industri akuakultur ASEAN?
Transformasi SMKM menunjukkan bahwa integrasi antara infrastruktur, teknologi, dan hilirisasi dapat menjadi model pertumbuhan baru bagi perusahaan konstruksi maupun sektor pangan berbasis sumber daya alam.
Perusahaan sejenis disarankan mulai mengadopsi pendekatan ecosystem-driven business model dengan memanfaatkan digitalisasi operasional, smart farming system, dan integrasi supply chain untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan usaha.
Implementasi smart aquaculture memberikan sejumlah manfaat strategis, antara lain:
- Peningkatan survival rate dan produktivitas budidaya (udang) melalui monitoring berbasis teknologi;
- Efisiensi penggunaan sumber daya air, pakan, dan energi;
- Penguatan traceability dan standar kualitas produk ekspor;
- Dukungan terhadap hilirisasi industri pangan nasional; dan
- Peningkatan daya saing regional melalui operasional yang scalable dan terintegrasi.
Bagi sektor industri nasional, model transformasi seperti ini juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor antara konstruksi, teknologi, pangan, logistik, hingga energi terbarukan.
Direktur PanAsia Group, Chong Chee Hoong menekankan bahwa transformasi yang mereka lakukan merupakan sinergi strategis di mana DNA konstruksi SMKM menjadi fondasi utama untuk membangun infrastruktur akuakultur skala besar.
Perseroan semakin melangkah lebih jauh dari sekadar akuakultur murni untuk fokus pada penciptaan ekosistem hilir yang komprehensif, mencakup fasilitas pengolahan dan manajemen rantai pasok global.
“Evolusi ini memposisikan SMKM sebagai platform multi-layer yang menghubungkan kapabilitas pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan ekosistem akuakultur regional,” ungkap Chong Chee Hoong.
Menurut Chong Chee Hoong pihaknya mengelola aset produktif dan secara progresif membangun sistem operasional terintegrasi yang didukung oleh transfer teknologi, kapabilitas hilirisasi, dan integrasi ekosistem dari hulu ke hilir.
“Kami bekerja erat dengan tim manajemen SMKM saat ini, yang dipimpin oleh Budi Aris dan Ruben Partogi, untuk menyelaraskan visi jangka panjang yang sama dan menciptakan sinergi operasional yang lebih kuat sepanjang perjalanan transformasi ini,” beber Chong Chee Hoong.
Secara strategis, lanjut Chong Chee Hoong, manajemen fokus pada pertumbuhan margin melalui sektor perdagangan dan pengolahan, yang didukung oleh kemampuan pengembangan infrastruktur dan integrasi operasional PanAsia Group.
Dalam lima tahun ke depan, setelah penyelesaian RTO, Perseroan berencana membangun infrastruktur akuakultur regional terintegrasi yang signifikan dengan operasi regional yang terus berkembang, partisipasi ekosistem hilirisasi, dan kemampuan operasional berbasis teknologi.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan nilai yang berkelanjutan dan terukur bagi seluruh pemegang saham,” tekad Chong Chee Hoong.
Transformasi SMKM menjadi Smart Integrated Aquaculture Infrastructure & Ecosystem Platform Group mencerminkan arah baru industri nasional yang semakin berfokus pada keberlanjutan, teknologi, dan ketahanan pangan.
Dengan memadukan DNA pembangunan infrastruktur dan kemampuan operasional akuakultur modern, SMKM berpotensi menjadi salah satu pemain regional yang mampu menghadirkan ekosistem pangan terintegrasi berstandar ASEAN.
Bagi masyarakat luas, langkah tim Chong Chee Hoong menjadi sinyal positif bahwa inovasi smart aquaculture bukan sekadar tren industri, melainkan solusi strategis untuk menghadapi tantangan pangan, efisiensi produksi, dan keberlanjutan ekonomi di masa depan. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form