Wednesday
07 October 2026

Sistem Kamera Depth AI Mendokumentasi USG Anak

Para ahli menciptakan kamera depth berbasis AI yang memungkinkan dokumentasi ultrasonografi (USG) otomatis pasien anak tanpa terpapar radiasi.

Kamera depth (kedalaman) memungkinkan visualisasi 3D otomatis dari posisi pencitraan ultrasonografi (Foto/©: Fraunhofer IPA)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IPA (sumber): Teknologi medis terus berkembang untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan pasien. Contohnya, para ahli Fraunhofer IPA telah menciptakan depth camera atau kamera depth (kedalaman) yang digunakan dengan AI untuk dokumentasi.

 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Peneliti Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA mengembangkan sistem dokumentasi ultrasound otomatis berbasis kamera depth dan kecerdasan buatan (AI).

 

Peralatan medis ini mampu merekam posisi dan sudut pemindaian ultrasonografi atau USG secara tiga dimensi (3D), khususnya untuk pemeriksaan anak tanpa terjadi paparan radiasi.

 

Anak-anak biasanya diperiksa dengan menggunakan ultrasonografi untuk melindungi mereka dari paparan radiasi. Para peneliti mengerjakan sistem dokumentasi untuk secara otomatis merekam posisi spasial pemindaian ultrasonografi (USG) yang berkaitan dengan tubuh pasien.

 

Menurut peneliti, jutaan pemeriksaan ultrasonografi dilakukan di Jerman setiap tahun. Karena tubuh manusia sangat sensitif terhadap sinar-X selama pertumbuhan (seperti anak-anak) maka ultrasonografi lebih sering digunakan sebagai pengganti dalam pediatri.

 

Dokumentasi otomatis mengurangi beban kerja

 

Mendokumentasikan gambar ultrasonografi saat ini membutuhkan banyak waktu. Contohnya, jika dokter menemukan kista atau tumor dalam tubuh anak, dokter harus terlebih dahulu mengukurnya dan secara manual merekam posisi tumor dalam piktogram 2D.

 

Ini membutuhkan transfer posisi probe ultrasonografi pada tubuh pasien ke piktogram di layar sistem ultrasonografi. Dalam rutinitas harian yang sibuk di rumah sakit, dokumentasi manual ini menghabiskan sekitar seperempat waktu perawatan, dan hasilnya berpotensi tidak akurat.

 

Dalam proyek SonoMap, para peneliti di Fraunhofer IPA tengah mengerjakan dan merampungkan peningkatan yang signifikan:

 

“Berkat kamera depth (kedalaman), secara otomatis menangkap posisi probe ultrasound dan memvisualisasikannya secara tiga dimensi, sekaligus merekam sudut sesuai poisi gambar yang dorekam/difoto,” papar Oliver Gölz, seorang peneliti di Fraunhofer IPA.

 

Ini karena sisi dan sudut dari mana suatu objek dipindai membuat perbedaan yang jerlas.

 

“Informasi tambahan tentang kemiringan dan sudut dalam pemindaian 3D dapat membantu menemukan tumor atau kista lebih cepat – dan dengan demikian membuat pemeriksaan lanjutan lebih efisien.”

 

Setelah kamera depth (kedalaman) digunakan untuk pertama kalinya dalam prosedur ini, mendeteksi probe ultrasound dan mengukur permukaan tubuh, algoritma pemrosesan gambar berbasis AI menentukan posisi probe.

 

Selanjutnya, merepresentasikan dalam kaitannya dengan permukaan tubuh yang diabstraksikan. Sistem tersebut kemudian membuat visualisasi 3D otomatis yang dapat diputar dan disimpan, memungkinkan tubuh pasien dilihat dari berbagai perspektif.

 

“Berkat sistem baru kami, dokter hanya perlu menyimpan gambar ultrasound, dokumentasi spasial dihasilkan secara otomatis,” kata Oliver Gölz. “Hal ini berpotensi membuat prosesnya lebih cepat dan lebih tepat – sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk pasien.”

 

Saat ini belum ada pendekatan yang sebanding di pasar ultrasound. Sebuah demonstrator teknologi baru sudah ada, demonstrator ini akan digunakan dalam studi klinis yang telah diajukan oleh Oliver Gölz dan timnya.

 

Setelah menyelesaikan studi, para peneliti berencana untuk melengkapi sistem ultrasound dengan fungsi baru ini bekerja sama dengan mitra industri.

 

Saat ini, mereka memastikan bahwa kamera depth (kedalaman) hanya menghasilkan gambar yang aman, sehingga menjamin privasi data pasien.

 

Oliver Gölz senang dengan keberhasilan sejauh ini: “Saya sangat gembira bahwa kami secara langsung mengatasi masalah dari praktik klinis sehari-hari – dan dengan demikian mengurangi beban pada dokter.”

 

Bagi pelaku industri medis, rumah sakit, produsen alat kesehatan, dan pengembang teknologi di Indonesia, inovasi ini membuka peluang besar untuk melakukan:

 

Transformasi digital layanan kesehatan, khususnya di bidang radiologi dan pediatri.

Peningkatan efisiensi klinis, karena dokumentasi USG tidak lagi memakan waktu manual hingga 25% dari durasi pemeriksaan.

Kolaborasi riset dan industri, terutama bagi produsen alat USG dan startup health-tech local.

Standar baru dokumentasi medis, dengan visualisasi 3D yang lebih akurat untuk tindak lanjut diagnosis.

 

Teknologi seperti SonoMap menunjukkan bahwa integrasi AI, sensor visual, dan sistem medis akan menjadi kunci daya saing industri alat kesehatan global.

 

Inovasi kamera depth untuk dokumentasi ultrasound otomatis menandai langkah penting menuju praktik medis yang lebih presisi, efisien, dan berorientasi pada pasien.

 

Dengan mengurangi beban kerja dokter serta meningkatkan akurasi pelacakan tumor dan kista, teknologi ini berpotensi menjadi standar baru dalam pemeriksaan USG, khususnya bagi anak-anak.

 

Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, solusi seperti ini tidak hanya relevan untuk peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi peluang strategis dalam pengembangan industri teknologi medis berbasis AI yang berdaya saing global. #SalamSobatmmINDUSTRI

 

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik