Schneider Electric dan ITS Kembangkan Talenta Industri Masa Depan Program magang dan rekrutmen strategis disusun oleh Schneider Electric yang menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan talenta industri masa depan. Bagaimana kerja sama dengan ITB?

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Schneider Electric (sumber): Schneider Electric, salah satu perusahaan global dalam teknologi energi dan otomasi, menggandeng ITS untuk mengembangkan talenta para mahasiswa supaya pro-aktif dan berperan merancang asa depan industri di Indobesia,
keterlibatan itu dilakukan melalui program magang dan rekrutmen strategis yang disusun oleh Schneider Electric dan Institut Teknlogi Sepuluh Nopember (ITS) yang berkampus di Surabaya.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Kolaborasi ini merupakan komitmen Schneider Electric dalam menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri modern yang terus berkembang seiring transformasi digital dan keberlanjutan di Indonesia.
Kemitraan strategis dengan ITS berfokus pada program magang (internship) dan inisiatif rekrutmen talenta kaum muda yakni para mahasiswa. Kedua belah pihak bersepakat dengan menandatangani dokumen kerja sama yang dilakukan di Schneider Electric Cikarang (SEC) pada 24 Noveember 2025,
Dengan kesepakatan itu maka para mahasiswa ITS yang berencana melakukan kerja magang diizinkan praktik kerja di seluruh operasi Schneider Electric di Indonesia—termasuk tim komersial serta fasilitas manufaktur Schneider Electric di Batam.
Kolaborasi ini menjadi kemitraan formal pertama Schneider Electric dengan ITS, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem talenta masa depan yang mampu menjawab kebutuhan industri modern khususnya di Indonesia.
Schneider Electric membuka kesempatan bagi mahasiswa ITS tingkat akhir—minimal semester enam—dari jurusan Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Otomasi, dan Teknik Fisika, untuk mengikuti program magang jangka panjang melalui konversi Satuan Kredit Semester (SKS) akademik menjadi penilaian berbasis kinerja melalui pengalaman kerja nyata.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan menjelaskan, “Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan talenta (anak) muda di Indonesia agar semakin relevan dengan kebutuhan industri modern.”
Melalui Program Magang Mahasiswa, Schneider Electric ingin memberikan pengalaman magang yang lebih dalam, terstruktur, dan berbasis kinerja, sehingga mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan akademik mereka langsung pada proses industri yang sesungguhnya.
Membangun jejaring global
“Program Magang Mahasiswa ini adalah komitmen Schneider Electric untuk membangun ekosistem talenta yang siap menghadapi era elektrifikasi dan digitalisasi,” tandas Martin Setiawan.
Penyelenggaraan Program Magang Mahasiswa ini memungkinkan mahasiswa ITS mempelajari kurikulum kampus secara langsung melalui penerapan praktis di industri.

Pada tahap awal, program akan berfokus pada fungsi-fungsi terkait operasional pabrik, termasuk teknik/engineering, otomasi, dan project engineering, dengan potensi perluasan ke fungsi lain seiring kebutuhan bisnis.
Dari pihak kampus, kolaborasi ini sekaligus membuka peluang bagi ITS untuk memperkuat kurikulum berbasis industri.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, M. Si., Ph.D. menjelaskan, “Penerapan program magang yang dapat dikonversi ke SKS merupakan terobosan penting dalam pendidikan tinggi, karena memungkinkan mahasiswa belajar secara lebih fokus melalui pengalaman nyata di luar kampus.”
Melalui kerja sama dengan Schneider Electric, mahasiswa ITS dapat mengikuti program magang yang lebih lama, terstruktur, dan mendalam sehingga kompetensi mereka semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja.
“Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah relevan dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industry,” kata Prof. Nurul Widiastuti, M. Si., Ph.D.
Sebelum menandatangani kerja sama dengan ITS, Schneider Electric telah menjalin kolaborasi dengan beberapa institusi pendidikan teknik terkemuka di Indonesia. Di antaranya adalah kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tujuan kerja sama adalah untuk integrasi kurikulum EcoStruxure™ Automation Expert ke dalam pendidikan Teknik Fisika, serta kolaborasi bersama Politeknik Negeri Batam untuk penguatan pendidikan vokasi dan pembangunan Schneider Innovation Corner sebagai fasilitas pembelajaran berbasis teknologi Industri 4.0.
Kemitraan dengan ITS menjadi kesinambungan upaya Schneider Electric untuk memperluas akses pendidikan berbasis industri dan memperkuat pengembangan talenta nasional.
Kemitraan antara Schneider Electric dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi langkah strategis dalam menyiapkan talenta industri masa depan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Melalui program magang dan rekrutmen terintegrasi, kolaborasi ini memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, dan menciptakan ekosistem pengembangan talenta berkelanjutan.
Bagi mahasiswa program ini meupakan peluang untuk mengembangkan keterampilan teknis dan soft skills seperti problem solving, komunikasi profesional, dan kolaborasi lintas tim sejak dini.
Juga membangun jejaring profesional selama magang sebagai bekal karier jangka panjang di industri global, dan lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi, khususnya di bidang energi, otomasi, dan industri berkelanjutan.
Hal itu mendukung pertumbuhan industri nasional dan transformasi menuju masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form