Bagaimana SCG memperkuat resiliensi lintas sektor dan menjaga ekspansi regional di tengah ketidakpastian ekonomi global? SCG justru tumbuh 17 persen pada Q1 2026 dan bisnis menguat di regional ASEAN di tengah gejolak global.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
MmINDUSTRI.co.id – PT SCG Indonesia (sumber): SCG memperlihatkan ketangguhan bisnis regionalnya dengan membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 17 persen pada kuartal I 2026 di tengah tekanan geopolitik global dan volatilitas harga energi serta bahan baku.
Melalui strategi pengelolaan risiko terpadu, efisiensi operasional, dan penguatan daya saing lintas sektor di ASEAN, Perusahaan ini mampu menjaga kinerja positif dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang—penjualan terbesar SCG di kawasan.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
SCG, pemimpin bisnis regional ASEAN, mengumumkan kinerja konsolidasi pada kuartal I 2026 dengan EBITDA tumbuh 17 persen (year-on-year) sebesar Rp8,3 triliun (setara US$472 juta).
Perusahaan meraih laba sebesar Rp3,4 triliun (US$197 juta) dan total pendapatan dari penjualan sebesar Rp68,9 triliun (US$3.902 juta).
Pencapaian Itu didukung oleh langkah pro-aktif perusahaan dalam menghadapi situasi di Timur Tengah yang mengakibatkan perlambatan ekonomi global dan volatilitas harga bahan baku dan energi. SCG melakukan strategi seperti:
1). Pengelolaan risiko menyeluruh melalui Daily War Room, 2). Pengelolaan biaya bahan baku dan energi, dan 3). Memperketat disiplin keuangan.
President and CEO SCG, Thammasak Sethaudom mengungkapkan, “Di tengah tingginya volatilitas yang masih berlangsung, baik di kawasan Timur Tengah maupun perekonomian global, SCG tetap menjaga disiplin keuangan secara ketat.”
Thammasak Sethaudom menambahkan pihaknya mempercepat upaya untuk memperkuat daya saing seluruh bisnis agar tetap tangguh. SCG akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat dan proaktif beradaptasi di berbagai aspek guna menghadapi dinamika yang ada.
“Dengan posisi keuangan yang kuat dan kas yang memadai, SCG optimistis dapat menjaga pertumbuhan jangka panjang.”
Langkah pro-aktif SCG mengantisipasi situasi geopolitik global
SCG membentuk Daily War Room yang sebagai sentral pengambilan keputusan manajemen tingkat tinggi.
Dari pendekatan ini, SCG mampu mempercepat pengadaan bahan baku mentah dari seluruh dunia dan memastikan pasokan produk kunci, khususnya bahan yang High Value-Added Products (HVA) tetap tersedia.
Dalam mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan minyak dunia, SCG terus meningkatkan efisiensi energi, memperluas penggunaan energi alternatif, dan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik untuk distribusi produk.
Melalui restrukturisasi operasional dan penghentian bisnis yang kurang menguntungkan, SCG mampu menghemat biaya sekitar Rp3,46 triliun (US$136 juta) pada tahun 2026.
Membangun kekuatan bisnis regional dalam 2 tahun

SCG fokus memperkuat infrastruktur regional untuk meningkatkan daya saing dan resiliensi lintas sektor industri, melalui:
Memanfaatkan kekuatan diversifikasi jaringan pabrik. SCG telah melakukan konsolidasi produksi, adopsi teknologi robotik, serta otomatisasi sejumlah pabrik di kawasan ASEAN. Langkah ini mampu mengurangi biaya produksi di kawasan ini hingga sekitar Rp1,8 triliun (US$104 juta) per tahun.
Mendorong pemasaran produk ramah lingkungan (green product), produk bernilai cerdas (smart-value product), dan produk bernilai tinggi (high-value product), sekaligus meningkatkan rasio laba terhadap pendapatan di seluruh bisnis.
Mempercepat studi kelayakan untuk kemitraan bisnis olefin dan poliolefin antara SCGC dan GC di Thailand. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keamanan rantai pasok dan meningkatkan daya saing industri petrokimia di Thailand.
SCG di Indonesia: Menjadi kontributor sales tertinggi di ASEAN dengan 16 persen year-on-year pertumbuhan penjualan
pada kuartal I, SCG di Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan tertinggi di kawasan ASEAN, yaitu kenaikan 16 persen sebesar Rp5,05 triliun (US$285 juta), ditopang oleh peningkatan bisnis SCG dengan kenaikan ekspor regional.
Pencapaian ini membuat SCG Indonesia menyumbang kontribusi penjualan terbesar di ASEAN sebesar 28 persen.
Sementara itu, SCGP membukukan laba sebesar Rp835,84 miliar (US$47,56 juta), didorong oleh pemulihan operasional di Indonesia setelah peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya, serta pertumbuhan konsumsi domestik yang berlanjut di pasar ASEAN.
Pada saat yang sama, Jayamix by SCG berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, dalam proyek perbaikan jalan menggunakan Rapid Setting Patching Concrete K-350, solusi inovatif yang memungkinkan beton mengeras hanya dalam waktu tiga jam.
SCG memperkuat posisinya di pasar Indonesia melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satunya adalah kerja sama dengan Aquaproof dalam program Caravan Collaboration di wilayah Cianjur dan Bekasi, Jawa Barat.
Kedua perusahaan menerapkan solusi terintegrasi untuk fondasi bangunan yang kuat dan perlindungan waterproofing, sebuah inovasi yang dirancang khusus berdasarkan permasalahan yang dihadapi di wilayah tersebut. SCG memahami pasar melalui pengembangan bisnis berbasis solusi.
Bagaimana inisiatif SCG di bidang sosial? Melalui PT Semen Jawa mendonasikan semen rendah karbon SCG untuk mendukung peletakan batu pertama pembangunan hunian permanen bagi masyarakat terdampak di Sukabumi yang terkena bencana.
Tingginya kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah ini semakin menegaskan eksistensi SCG di Sukabumi, khususnya dalam memimpin transisi penggunaan produk semen hijau.
Sementara itu, PT Fajar Surya Wisesa Tbk. memberikan bantuan kepada karyawan yang terdampak banjir di Jakarta, Bekasi, dan Karawang.
Di luar kontribusi bisnisnya, SCG terus mendukung pembangunan sosial dan ketahanan masyarakat di Indonesia melalui pendidikan, pemberdayaan generasi muda, dan program bantuan masyarakat.
Tahun 2026, SCG melanjutkan program SCG Sharing the Dream yang telah dilaksanakan selama 14 tahun. Selain memberikan beasiswa, program ini membuka peluang pengembangan dan pembelajaran bagi generasi muda Indonesia untuk mendukung talenta masa depan.
SCG juga memperluas programnya melalui pelatihan literasi digital bagi guru guna memperkuat kemampuan pembelajaran digital.
Untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan masyarakat, SCG memperluas program SCG Mentari di Desa Tanjungsari, Kabupaten Sukabumi.
Melalui perluasan program ini, perusahaan berhasil mengumpulkan 7 ton sampah dengan melibatkan lebih dari 1.000 masyarakat dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan melalui praktik ekonomi sirkular.
Berbagai upaya ini mencerminkan komitmen jangka panjang SCG dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, memperkuat ketahanan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia.
Kinerja unit bisnis SCG Q1 2026
A. SCG CBM (Bisnis Semen dan Material Konstruksi)
Pendapatan SCG CBM pada kuartal I didukung oleh pertumbuhan pasar di kawasan ASEAN dan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.
SCG Cement & Green Solutions
SCG fokus pada penetrasi pasar domestik SCG Low Carbon Cement hingga lebih dari 80 persen di Thailand, didukung oleh ekspansi ekspor ke pasar internasional. Selain itu, SCG juga fokus pada produk high value added meliputi CPAC Super Coastal Concrete, CPAC Extra Marine Concrete, dan CPAC Extra Saline Soil Resistance Concrete.
SCG Smart Living
SCG Smart Living dan SCG Distribution & Retail mencatat keuntungan lewat pertumbuhan Smart Value Product yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen.
SCG juga fokus mengembangkan produk HVA dengan fitur inovatif dan performa yang lebih baik, seperti SCG Comfort Pavement Tile untuk mengurangi panas pada permukaan jalan,
SCG Heat Insulation Roofing System untuk membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah, serta SCG Celica Zera Ceramic Roof yang menawarkan nilai guna optimal dan mendapat respons positif dari pasar.
SCG Decor
SCG Decor fokus menjalankan strategi optimalisasi regional melalui ekspansi kapasitas produksi glazed porcelain tile di Vietnam dan Thailand, yang dipersiapkan sebagai manufacturing dan export hub regional, guna meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, serta memperkuat daya saing terhadap produk impor.
B. SCGC (Bisnis Petrokimia)
Pendapatan SCGC pada kuartal I didorong oleh keuntungan revaluasi inventori, peningkatan margin petrokimia, dan pendapatan ekuitas yang lebih tinggi dari perusahaan afiliasi.
Di tengah ketidakpastian pasokan bahan baku dari Timur Tengah, SCG melakukan berbagai penyesuaian strategi, mulai dari penggunaan bahan baku alternatif, optimasi pengelolaan bahan baku, hingga peningkatan efisiensi perencanaan produksi.
Juga dengan mendorong persiapan peningkatan utilitas dan fleksibilitas proyek ethane feedstock di kompleks Long Son Petrochemicals (LSP) Vietnam.
C. SCGP (Bisnis Pengemasan)
Pendapatan SCGP pada kuartal I didorong oleh pemulihan operasional di Indonesia setelah peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya, serta pertumbuhan konsumsi domestik yang terus berlanjut di pasar ASEAN.
Ke depan, SCGP berfokus meningkatkan proporsi pendapatan dari consumer packaging di ASEAN, serta meningkatkan efisiensi dan optimasi penggunaan energi saat produksi.
Melalui berbagai kolaborasi strategis, inovasi produk dan solusi konstruksi, program pengembangan masyarakat, hingga inisiatif sosial dan lingkungan, SCG terus memperkuat kontribusinya di Indonesia dan cakupan regional.
Langkah ini sejalan dengan komitmen SCG Inclusive Green Growth untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi pelanggan, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung, langkah SCG memperkuat resiliensi bisnis melalui diversifikasi jaringan produksi, pengembangan produk ramah lingkungan, serta efisiensi energi menjadi strategi yang relevan bagi industri regional.
Pendekatan berbasis inovasi dan kolaborasi yang dijalankan SCG juga menunjukkan pentingnya transformasi bisnis yang adaptif untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar ASEAN.
Kinerja SCG pada kuartal I 2026 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan melalui disiplin finansial, optimalisasi operasional, dan penguatan bisnis berkelanjutan.
Tidak hanya memperkuat posisi di tingkat regional, SCG juga terus memperluas kontribusinya di Indonesia melalui inovasi konstruksi, pengembangan solusi hijau, serta berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen Inclusive Green Growth menjadi landasan penting bagi SCG dalam menghadirkan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan pembangunan sosial di kawasan ASEAN. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form