Wednesday
07 October 2026

Riset In Vitro Uji Produk Rambut Salon                          

 Tim riset Fraunhofer ITEM  telah menguji aerosol produk pelurus rambut yang dilakukan di salon dengan sel paru manusia untuk menilai risiko inhalasi tanpa uji hewan. Informasi ini sebaiknya dicermati oleh pihak terkait seperti pelaku industri salon dan dunia medis. 

Bahan kimia yang lembap diaplikasikan ke helaian rambut dan kemudian ditarik ke atas rambut dengan catokan pada suhu sekitar 200 derajat Celcius (Foto/©:  Ralf Mohr/Fraunhofer ITEM)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer ITEM (sumber): Apakah produk rambut yang digunakan di salon benar-benar aman jika terhirup? Menarik kita cermati hasil temuan riset yang dilakukan oleh para ilmuwan. Apa dampak hasil temuan itu bagi industri kosmetik serta pekerja salon? 

Produk perawatan rambut yang digunakan di salon tidak hanya berinteraksi dengan rambut dan kulit, tetapi juga dapat menghasilkan aerosol yang terhirup pekerja. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Aerosol adalah campuran partikel yang sangat kecil dan berbentuk padat atau cair yang bisa tersebar lewat udara. 

Kondisi ini menjadi perhatian dalam keselamatan kerja, terutama saat bahan kimia untuk pelurusan rambut saat dipanaskan dengan menggunakan alat catok hingga sekitar 200 derajat Celsius.

Para peneliti Fraunhofer Institute for Toxicology and Experimental Medicine (Fraunhofer ITEM) mengembangkan pendekatan in-vitro inhalation berbasis sel paru manusia untuk menguji dampak aerosol dari produk perawatan rambut yang dipanaskan itu terhadap kesehatan manusia. 

Pendekatan tersebut memungkinkan evaluasi efek biologis tanpa menggunakan hewan sekaligus mendukung konsep Safe-by-Design yaitu memasukkan aspek keselamatan sejak tahap pengembangan produk. Bagaimana tim peneliti bekerja? 

Produk rambut yang digunakan di salon melepaskan aerosol yang dapat menyebabkan iritasi pernapasan jika terhirup. Para peneliti Fraunhofer ITEM menyelidiki efek aerosol yang dihasilkan selama pengaplikasian produk perawatan rambut kimia yang dipanaskan. 

Dengan menggunakan metode inhalasi in vitro berbasis sel yang inovatif, tim peneliti mampu menilai efek pernapasan dan mengidentifikasi zat-zat yang berpotensi berbahaya. 

Prosedur bebas hewan ini mendukung pengembangan produk yang aman—sepenuhnya sejalan dengan pendekatan Safe-by-Design yang mengintegrasikan keselamatan ke dalam pengembangan produk sejak awal.

Penata rambut terpapar bahan yang dapat dihirup seperti asap kimia atau partikel halus di udara dalam pekerjaan sehari-hari mereka. 

Menghirup aerosol yang dilepaskan selama pengaplikasian produk rambut berpotensi memengaruhi kesejahteraan dan keselamatan kerja secara keseluruhan. Akan tetapi, hingga saat ini, metode untuk menunjukkan efek kesehatan aerosol ini pada sistem pernapasan masih kurang. 

Apa peran komposisi produk? Apakah metode pengaplikasian memengaruhi potensi risiko kesehatan? Apa pengaruh jumlah aerosol yang dilepaskan? Ketiga pertanyaan itu tidak dapat diselidiki dan diklarifikasi dengan menggunakan metode-metode sebelumnya. 

Sesuai dengan peraturan di Uni Eropa, hanya metode tanpa pengujian hewan yang dapat digunakan untuk studi toksikologi kosmetik. Oleh karena itu, metode alternatif (baru) diperlukan untuk mencapai tujuan para ilmuwan.

Tim peneliti Fraunhofer ITEM di Hanover, Jerman, mengembangkan metode dengan  menggunakan pendekatan inhalasi in vitro berbasis sel—membantu industri mengembangkan produk yang aman sesuai dengan prinsip-prinsip desain yang aman dan memenuhi persyaratan peraturan.

Mengoptimalkan produk sebelum memasarkan produk

Perangkat paparan PRIT® ExpoCube® yang dikembangkan Fraunhofer ITEM, memungkinkan pengujian in vitro bahan kimia volatil atau aerosol (Foto/©: Ralf Mohr/Fraunhofer ITEM)

Menggunakan metode inhalasi in vitro, maka para ahli yang ditugaskan oleh pelaku industri, menyelidiki efek pernapasan dari produk perawatan rambut kimia yang dipanaskan saat digunakan untuk meluruskan rambut secara permanen. 

Bahan kimia yang lembap diaplikasikan ke helai rambut dan kemudian ditarik melintasi rambut dengan catokan pada suhu sekitar 200 derajat Celcius, melepaskan aerosol yang dapat memicu efek pernapasan pada penata rambut. 

Meskipun beberapa produk telah menunjukkan potensi yang lebih tinggi untuk efek tersebut dalam praktiknya, belum ada korelasi yang jelas antara produk dan metode aplikasi yang telah ditetapkan. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang efek pernapasan dengan menggunakan pendekatan baru tanpa uji coba ke hewan.

Secara realistis mengevaluasi risiko inhalasi aerosol, dan untuk memeriksa produk yang ada untuk mengoptimalkannya, jika perlu, sebelum peluncuran produk ke pasar.

Ilmuwan Fraunhofer ITEM, Dr. Detlef Ritter menjelaskan, “Metode inhalasi in vitro dapat digunakan untuk memeriksa apa pun yang dapat dihirup. Sumbernya tidak relevan. Ini dapat mencakup asap knalpot, nanopartikel, PFAS, atau bahkan aerosol dari semprotan kosmetik atau produk rambut.”

Misalnya, lanjut Dr. Detlef Ritter, dalam proyek sebelumnya, peneliti dapat berkontribusi untuk memodifikasi formulasi semprotan ruangan untuk klien sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Peneliti mengidentifikasi dan mengganti komponen yang tidak menguntungkan dari produk semprotan tersebut.

Langkah perusahaan kosmetik dan produsen produk perawatan rambut 

Dalam studi mereka tentang produk perawatan rambut kimia, tim Dr. Detlef Ritter memeriksa 4 bahan uji yang berbeda. 

Aerosol dihasilkan dengan mengaplikasikan produk ke helai rambut asli dan diambil sampel serta dianalisis dalam kondisi yang dioptimalkan dengan memaparkan sel paru-paru manusia ke sistem PRIT® ExpoCube® yang dipatenkan. 

Dikembangkan di Fraunhofer ITEM, perangkat paparan ini memungkinkan pengujian in vitro bahan kimia volatil atau aerosol yang tidak dapat diperiksa menggunakan metode kultur sel klasik, yang disebut “terendam”, di mana sel-sel ditutupi oleh media kultur. 

Sel-sel paru-paru dikultivasi pada antarmuka antara udara dan media kultur, seperti halnya di saluran pernapasan manusia. 

Dengan menggunakan sistem mikropompa, elektronik pemanas, saluran aerosol, dan sensor yang canggih, ExpoCube® memungkinkan kultur sel untuk terpapar berbagai aerosol pada antarmuka udara-cair secara terkontrol dan dapat direproduksi – seperti yang terjadi dalam paru-paru manusia.

Hasil in vitro berkorelasi dengan pengalaman para penata rambut.

Uji respons dosis digunakan untuk menyelidiki viabilitas sel, fungsi mitokondria, stres seluler, dan pelepasan interleukin-8 (IL-8) sebagai penanda representatif respons peradangan tubuh. 

Beberapa dari keempat bahan uji tersebut memicu gejala non-spesifik seperti rasa tidak nyaman ringan atau tenggorokan terasa gatal saat digunakan oleh penata rambut dalam situasi nyata. 

Produk lainnya sama sekali tidak menimbulkan rasa tidak nyaman. 

“Karakterisasi aerosol yang dilepaskan selama penggunaan keempat produk rambut pada helai rambut asli dalam kondisi praktis menunjukkan perbedaan signifikan dalam laju pembentukan aerosol dan hubungan dosis-respons,” ungkap Dr. Detlef Ritter. 

Viabilitas sel dan fungsi mitokondria tidak terpengaruh, namun perbedaan signifikan diamati terkait stres seluler dan pelepasan IL-8 demikian Dr. Detlef Ritter melanjutkan. 

“Yang terpenting, hasil uji yang kami lakukan mengenai karakteristik produk berkorelasi tepat dengan laporan para penata rambut. Hasil in vitro dan pengamatan dalam kondisi nyata menunjukkan konsistensi.” 

Lebih lanjut, tim peneliti menunjukkan bahwa meskipun tingkat pelepasan aerosol bergantung pada metode aplikasi yang digunakan untuk meluruskan helai rambut 

(lebih intensif pada suhu tinggi dan dengan banyak gerakan penyisiran; lebih moderat pada suhu rendah dan dengan sedikit gerakan), bahan uji yang digunakan merupakan faktor penentu dan secara signifikan memengaruhi efek biologisnya. 

“Tingkat pelepasan aerosol dan efek pernapasan terutama ditentukan oleh sifat spesifik produk, seperti komposisi bahannya,” urai Dr. Detlef Ritter.

Hasil ini diperoleh dengan menggunakan model in vitro yang sangat ringkas, sehingga membuka peluang untuk penggunaan rutin, integrasi ke dalam strategi pengembangan produk, dan penerapan lebih lanjut dalam penelitian toksikologi. 

Perusahaan kosmetik dan produsen produk perawatan rambut dapat mempertimbangkan beberapa langkah:

  • Evaluasi aerosol sejak tahap formulasi, bukan hanya setelah produk selesai.
  • Uji produk dalam kondisi penggunaan nyata, termasuk pemanasan dan teknik aplikasi.
  • Identifikasi komponen formulasi yang berkontribusi terhadap efek biologis aerosol.
  • Gunakan pendekatan Safe-by-Design untuk mengurangi potensi bahaya sejak awal pengembangan.
  • Integrasikan data paparan dengan data toksikologi, sehingga penilaian risiko tidak hanya berdasarkan komposisi bahan.
  • Berikan informasi penggunaan yang jelas kepada salon, termasuk kondisi aplikasi dan langkah pengendalian paparan.

Tim peneliti Fraunhofer ITEM  menawarkan layanan yang mencakup karakterisasi paparan, evaluasi keselamatan, pengujian toksikologi inhalasi in-vitro, serta pendekatan terintegrasi untuk pengembangan produk kosmetik yang lebih aman. 

Salon perlu melihat keselamatan inhalasi sebagai bagian dari manajemen keselamatan kerja. Pengendalian dapat diarahkan pada pemilihan produk, ventilasi yang memadai, pengaturan proses pemanasan, pengurangan paparan yang tidak perlu, serta kepatuhan terhadap petunjuk penggunaan produk.

Penting pula untuk tidak menyimpulkan bahwa semua produk pelurus rambut menghasilkan risiko yang sama. Hasil  penelitian justru menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan karakteristik produk dan kondisi penggunaannya.

Aerosol yang muncul ketika produk pelurus rambut dipanaskan dapat diuji menggunakan pendekatan in-vitro berbasis sel paru manusia. 

Temuan bahwa karakteristik produk berperan penting terhadap respons biologis memberikan perspektif baru bagi pengembangan produk kosmetik dan pengelolaan keselamatan kerja di salon. 

Perkembangan ini menunjukkan bahwa inovasi industri kosmetik tidak lagi hanya berbicara mengenai efektivitas produk, tetapi juga bagaimana produk dirancang agar lebih aman sejak awal.

Metode tersebut membuka ruang pengembangan model inhalasi yang lebih representatif, terukur, dan dapat digunakan untuk berbagai jenis aerosol.

Pesan strategisnya jelas: pengujian keselamatan dapat ditempatkan lebih awal dalam proses inovasi. Dengan pendekatan Safe-by-Design, formulasi dan proses aplikasi dapat dievaluasi sebelum produk mencapai pasar. 

Keselamatan pekerja salon, konsumen, dan keberlanjutan inovasi kosmetik dapat bertemu pada satu prinsip: produk yang lebih baik bukan hanya efektif digunakan, tetapi juga dirancang dengan keselamatan sebagai bagian dari proses pengembangannya. 

Pendekatan ini berkontribusi secara signifikan dalam memajukan peningkatan dan penerimaan metode alternatif dalam kerangka konclicksep Safe-by-Design atau keamanan sejak tahap perancangan dan strategi penilaian keamanan. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik