Wednesday
07 October 2026

Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar GenAI

Coursera mengungkap perempuan Indonesia lebih tekun belajar sehingga tingkat kelulusan kursus GenAI 0,9 persen lebih tinggi dibanding laki-laki. Temuan itu menegaskan pentingnya akses pendidikan AI yang inklusif untuk masa depan ekonomi digital.

Temuan ini menyoroti ketekunan yang tinggi di kalangan peserta didik perempuan, sekaligus menegaskan pentingnya perluasan pendidikan AI yang inklusif dan merata bagi masyarakat (Foto/@: Coursera Inc.)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Coursera Inc. (sumber): Transformasi digital yang semakin cepat menuntut keterampilan baru, terutama di bidang kecerdasan buatan generatif (GenAI) yang kian menarik bagi generasi muda.

 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Kecerdasan Buatan Generatif (GenAI) adalah jenis kecerdasan buatan yang mampu membuat konten baru secara otomatis berdasarkan data yang telah dipelajari oleh seseorang. Konten yang dihasilkan bisa berupa teks, gambar, musik, video, kode komputer, atau suara.

 

Secara sederhana, GenAI bukan hanya menganalisis data, tetapi juga menciptakan sesuatu yang baru.

 

Kabar menggembirakan itu bahwa perempuan menunjukkan ketekunan luar biasa dalam mempelajari teknologi masa depan. Laporan terbaru Coursera Inc. mengungkap bahwa perempuan Indonesia memiliki tingkat kelulusan kursus GenAI 0,9 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

 

Temuan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa ketika akses pendidikan teknologi terbuka secara adil, perempuan mampu menunjukkan komitmen dan daya juang yang tinggi untuk menguasai keterampilan masa depan.

 

 

Platform pembelajaran daring global merilis laporan terbarunya bertajuk One Year Later: The Gender Gap in GenAI—mengungkapkan perempuan di Indonesia menyelesaikan kursus GenAI dengan tingkat kelulusan 0,9 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

 

Meskipun mereka masih kurang terwakili dalam ekosistem pembelajaran GenAI secara keseluruhan namun temuan itu mencerminkan ketekunan yang konsisten di kalangan peserta didik perempuan, khususnya ketika mereka memperoleh akses terhadap peluang pembelajaran berkualitas tinggi.

Laporan itu menemukan bahwa perempuan menyumbang 32 persen dari pendaftaran kursus GenAI di Indonesia pada tahun 2025, naik dari 31 persen pada tahun 2024, dengan peningkatan 1 poin persentase secara tahunan (YoY).

Meskipun kesenjangan gender masih ada, tingkat kelulusan yang lebih tinggi menunjukkan bahwa hambatan utama kemungkinan terletak pada akses, bukan pada kemampuan atau motivasi.

Temuan itu memperkuat urgensi untuk menurunkan hambatan masuk dan memperluas akses terhadap jalur pembelajaran AI.

Seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia, perluasan peluang bagi perempuan di bidang teknologi menjadi faktor kunci dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, perempuan menyumbang 49 persen dari total pengguna internet di negara ini, namun hanya 27 persen yang bekerja di sektor teknologi, angka yang masih jauh di bawah rata-rata global sebesar 40 persen.

Peningkatan literasi digital dan keterampilan kecerdasan buatan (AI) menjadi langkah strategis untuk mendorong partisipasi perempuan yang lebih luas dalam ekosistem digital Indonesia yang terus berkembang.

Desain kursus berkaitan dengan partisipasi yang lebih tinggi

Kursus GenAI yang bersifat ramah pemula (beginner-friendly) dan menekankan penerapan praktis di dunia nyata cenderung menarik tingkat partisipasi perempuan yang lebih tinggi secara global.

 

Contoh, kursus Social Media Management (Meta) berhasil mencapai 54,6 persen pendaftaran dari peserta perempuan di Indonesia.

 

Di seluruh platform, kursus GenAI yang berorientasi pada penerapan di bidang-bidang seperti pendidikan, alat produktivitas, dan integrasi di tempat kerja menunjukkan tingkat partisipasi perempuan yang mendekati kesetaraan dalam beberapa kasus.

 

Kursus-kursus ini menyajikan GenAI sebagai alat praktis untuk meningkatkan produktivitas dan pemecahan masalah, alih-alih sebagai teori teknis yang abstrak, dan kerap mengaitkan alat AI dengan tujuan yang bermakna bagi peserta didik, seperti peningkatan kualitas pengajaran, penulisan, maupun pekerjaan kreatif.

 

Temuan ini mengindikasikan bahwa ketika keterampilan AI diposisikan sebagai sesuatu yang praktis, mudah diakses, dan relevan secara langsung dengan pengembangan karier, partisipasi pun menjadi lebih luas dan merata.

 

“Masa depan kecerdasan buatan (AI) akan dibentuk oleh keberagaman orang-orang yang membangunnya dan memanfaatkannya,” ungkap Dr. Alexandra Urban, Learning Science Research Lead, Coursera Inc.

 

Data menunjukkan bahwa ketika perempuan di Indonesia mendapatkan kemudahan akses terhadap peluang pembelajaran GenAI, mereka memperlihatkan ketekunan dan komitmen yang kuat untuk menguasai keterampilan yang mereka dambakan.

 

Indonesia memiliki basis perempuan yang sangat besar dan penuh motivasi, dan perluasan akses terhadap pendidikan GenAI akan menjadi kunci untuk menggali potensi penuh talenta bangsa ini demikian Dr. Alexandra Urban.

 

Di luar GenAI, peserta didik perempuan juga menunjukkan momentum yang kuat dalam mengembangkan keterampilan manusia, seperti berpikir kritis.

 

Pada 2025, perempuan di Indonesia menyumbang 40 persen dari total pendaftaran kursus keterampilan berpikir kritis, meningkat dari 38 persen pada 2024.

 

Tren ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga secara aktif mengasah keterampilan mereka yang penting untuk pertumbuhan profesional jangka panjang dan kesuksesan di tempat kerja yang semakin didorong oleh kecerdasan buatan (AI).

 

Implikasi bagi Tenaga Kerja Digital Indonesia

Seiring dengan kemajuan Indonesia dalam mewujudkan ambisi transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), perluasan akses yang adil terhadap pendidikan AI menjadi faktor kunci dalam membangun tenaga kerja yang beragam dan siap menghadapi masa depan.

 

Laporan ini menguraikan beberapa pendekatan yang dapat mendukung partisipasi yang lebih inklusif, antara lain:

Merancang kursus tingkat pemula dengan penerapan nyata yang jelas

Menjamin keterwakilan yang nyata dan pedagogi yang inklusif

Memperluas akses melalui lokalisasi konten dan kemitraan strategis

Mengintegrasikan keterampilan GenAI dengan kemampuan manusia yang saling melengkapi, seperti berpikir kritis

Setahun setelah peluncuran panduan awal Coursera bertajuk Closing the Gender Gap in GenAI Skills, data terbaru menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, dan sekaligus mengungkap peluang yang nyata untuk mempercepat perubahan.

 

 

 

 

 

 

10 Kursus Terpopuler di Indonesia Berdasarkan Persentase Pendaftaran Peserta Didik Perempuan

Nama Kursus

Persentase Pendaftaran oleh Peserta Didik Perempuan

Social Media Management dari Meta

54.6 %

Satisfaction Guaranteed: Develop Customer Loyalty Online dari Google

46.9 %

Design Fundamentals with AI dari Adobe

46.1 %

Digital Marketing: Platforms, Data, and Technologies dari University of Illinois Urbana Champaign

42.1 %

Introduction to Data Analytics dari IBM

42.1 %

Digital Marketing: Customer dari University of Illinois Urbana Champaign

39.7 %

Design a User Experience for Social Good & Prepare for Jobs dari Google

38.1 %

Google AI Essentials dari Google

37.5 %

Introduction to AI dari Google

34.3 %

Maximize Productivity With AI Tools dari Google

33.7 %

 

Sumber: Coursera Inc.

 

Peningkatan partisipasi perempuan di Indonesia, dikombinasikan dengan tingkat penyelesaian yang lebih tinggi di kalangan mereka, menandai momentum yang semakin kuat.

 

Seiring dengan terus berlanjutnya transformasi industri dan karier yang digerakkan oleh AI, perluasan akses terhadap peluang pembelajaran AI menjadi kunci untuk memastikan perempuan tidak hanya berperan sebagai peserta dalam revolusi AI—sebagai pemimpin yang turut membentuk masa depannya.

 

Data di atas mengirimkan pesan penting bagi semua pihak—industri, pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat. Potensi talenta digital Indonesia sangat besar, baik dari perempuan maupun laki-laki.

 

Ketika akses pembelajaran AI semakin inklusif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, lebih banyak individu dapat berkembang dan berkontribusi dalam ekonomi digital. Bagi perempuan, capaian ini menjadi bukti bahwa ketekunan mampu menembus batas representasi.

 

Bagi laki-laki, ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi dan persaingan sehat akan mendorong inovasi lebih cepat. Masa depan AI tidak dibangun oleh satu kelompok saja, tetapi oleh keberagaman talenta yang berani belajar, beradaptasi, dan memimpin perubahan.

 

Coursera Inc. didirikan oleh Andrew Ng dan Daphne Koller pada tahun 2012 dengan misi menyediakan akses universal terhadap pembelajaran berkelas dunia. Coursera merupakan salah satu platform pembelajaran daring terbesar di dunia, dengan 197 juta pengguna terdaftar per 31 Desember 2025.

 

Coursera bermitra dengan lebih dari 375 universitas dan mitra industri terkemuka untuk menghadirkan katalog konten dan sertifikasi yang komprehensif, mencakup kursus, spesialisasi, sertifikat profesional, dan gelar akademik. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik