Bilateral, Italia-Indonesia

Pameran Mesin Tekstil Lebih Baik di Bandung Usul John Pento dari Red Carpet

Pameran mesin tekstil lebih baik di Bandung usul ini disampaikan oleh John Pento dari Red Carpet. Sentuhan teknologinya diinspirasi poetry of finishing....

Written by Jurnalis Industri · 2 min read >
Pameran mesin tekstik lebih baik di Bandung

Pameran mesin tekstil lebih baik di Bandung usul ini disampaikan oleh John Pento dari Red Carpet. Sentuhan teknologinya diinspirasi poetry of finishing. PT Dharmatek Berkat Utama berlokasi di Yogyakarta dan Bogor siap melayani pembeli di Indonesia. Apakah mesin ini berguna hanya untuk wool?

Pameran mesin tekstik lebih baik di Bandung
Mesin Wool Basic buatan Red Carpet Slr (kiri dari laman Red Carpet Srl) dan John Pento Sales Manager Red Carpet Srl ikut berpameran di pavilun Italian Trade Agency (ITA) Jakarta, bersama 11 perusahaan lainnya yang tergabung dalam Association of Italian Textile Machenery Manufacturers. Pameran mesin tekstik lebih baik di Bandung (Foto: Rayendra L Toruan)

Apakah pengunjung pameran mesin tekstil dan produk tekstil (TPT) yang berlangsung di Kemayoran cukup berkualitas sesuai dengan harapan peserta? Sales Manager Red Carpet Srl John Pento tidak  menilai pengunjung dari segi jumlah yang ramai selama 4 hari.

Akan tetapi, tidak setiap orang yang mendatangi pavilun Italian Trade Agency (ITA) Jakarta memahami  gelaran peserta. Sebagian besar pengunjung adalah umum, bukan pelaku industri TPT yang mencari informasi tentang mesin atau  alat yang digunakan di industri TPT.

John Pento mengusulkan agar pameran sejenis diselenggarakan di daerah yang banyak pelaku industri TPT seperti Bandung dan Solo.  John mengetahui bahwa di Jawa Barat dan Jawa Tengah, banyak para pelaku industri TPT.

Jika pameran mesin TPT dilaksanakan di daerah atau provinsi yang banyak kegiatan industri TPT, ujar John Pento maka pengunjungnya pasti lebih berkualitas.

Usulan ini tentu bermanfaat bagi Hengky Iriawan Presiden Direktur PT Peraga Nusantara Jaya Saksi dan anaknya—sehingga hasil penyelenggara Indo Intertex expo lebih optimal bagi peserta dan pelaku industri TPT di tanah air.

Pemerintah menargetkan eskspot TPT dapat mencapai US$19 miliar pada tahun 2019. Ekspor produk TPT Indonesia pernah mencapai 90 persen dari total kapasitas produksi, namun menurun dalam 2 tahun belakangan—seperti disampaikan oleh pengurus Asosiasi Pengusaha Teksil Indonesia (API).

Salah satu cara untuk meningkatkan ekspor produk TPT, jika para pelaku industri tekstil mampu meningkatkan kualitas produk, lebih efisien agar mempunyai nilai dayang saing yang tidak kalah dengan produk TPT dari India, China, Bangladesh, Pakistan, Vietnam, dan negara-negara lainnya.

Red Carpet  salah satu perusahaan pembuat mesin finishing dari Italia tepat digunakan oleh pelaku TPT khususnya mesin untuk proses woven dan knitting—seperti pembuat serat wol,  sutra, kapas, poliester,  kombinsi wol-poliester, wol-sutra, dan pabrik viscose.

Red Carpet  menawarkan beberapa jenis mesin finishing yang disebut wool basic machine dengan harga mulai dari Euro 200.000 hingga Euro 300.000 per unit.  Apa lagi keistimewaan mesin finishing buatan Red Carpet yang berdiri pada Juni 2012?

Menurut  John Pento, mesin buatan Red Carpet merupakan solusi yang inovatif  di bidang  finishing tekstil. Mesinnya dirancang oleh para pekerja dengan dasar kompetensi, andal, dan berpengalaman cukup lama. Perusahaan ini proaktif  menciptakan proyek  industri dengan produk berkualitas dunia.

Manajemen Red Carpet mendengarkan dan memahami masalah yang dihadapi oleh para pelaku industri TPT. Solusi yang dibutuhkan oleh pelaku industri diimpelemtasikan sepenuhnya pada mesin-mesin.

Proses finishing merupakan penyempurnaan bahan tekstil—sebagai tahap pengerjaan serat, benang atau kain yang bertujuan untuk menyempurnakan tampilan produk yakni kain atau bahan—baik dari segi daya guna (fungsi) bahan tersebut.

Proses penyempurnaan atau finishing  pada industri tekstil, umumnya melalui tiga proses tahapan yakni proses persiapan penyempurnaan, pencelupan dan pencapan,  dan proses finishing atau penyempuraan khusus.

Pembuatan atau produksi mesin tekstil Red Carpet diinspirasi berdasarkan keinginan untuk mencapai hasil yang disebut poetry of finishing, dan didorong kehausan penguasaan atas peran teknologi inovasi yang berguna untuk pengembangan kinerja mesin Red Carpet.

Demikian pula, peningkatan kinerja mesin harus didukung oleh  kedekatan pihak manajemen Red Carpet ke pasar yang membutuhkan, dan kemampuan mendengarkan permasalahan yang dihadapai oleh pelaku industri TPT.

Manajemen Red Carpet utamanya pihak teknisi memiliki keinginan besar untul selalu terlibat atau proaktif  untuk membantu para pelanggan yakni pengguna mesin Red Carpet, misalnya saat mengalami kendala ketika proses impelemtasi teknologi mesin tekstil bermasalah di lapangan.

Salah satu teknologi dari Wool Basic adalah kemampuan untuk meningkatkan karakteristik masing-masing jenis serat untuk disiapkan secara optimal agar dapat menghindari kemelorotan bahan  untuk memasuki persiapan ke proses KD.

Mesin Wool Basic mengembalikan kelembutan dan memberikan pegangan yang lebih besar pada kain. Mesin juga merawat bahan yang bertujuan untuk menghilangkan kelebihan kilau saat dibuat pada KD dengan apa yang disebut finishing decatizing.

PT Dharmatek Berkat Utama berlokasi di Yogyakarta dan Bogor bertindak sebagai agen mesin buatan Red Carpet.

Sales Manager Red Carpet Srl, John Pento mengusulkan pameran mesin tekstil  lebih baik di Bandung agar pihaknya berkesempatan menjelaskan teknis dan spek mesin buatannya kepada para pelaku industri TPT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *