Thursday
08 October 2026

Mikroorganisme dan Bahan Baku Lokal Pengganti Minyak Bumi

Untuk menghasilkan produk pembersih gunakan mikroorganisme dan bahan baku lokal sebagai pengganti minyak bumi. Bagaimana potensi bahan ini di Indonesia?

Sampel produk yang dimurnikan untuk pengujian aplikasi: lipid selobiosa kering (CL) sebagai bubuk putih dan lipid mannosileritritol (MEL) (Foto/©: Fraunhofer IGB)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IGB (sumber): Ketergantungan industri pembersih dan perawatan pribadi terhadap bahan berbasis minyak bumi telah ditemukan sebagai alternatif atau pilihan yang berkelanjutan dan potensinya di Indonesia cukup besar.

Melalui penelitian dan pengembangan intensif selama bertahun-tahun, Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology IGB tim ahli menghadirkan biosurfaktan mikroba berbasis glikolipid yang diproduksi dari bahan baku dan residu lokal yang terbarukan.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Biosurfaktan ini dapat digunakan sebagai bahan aktif pada cairan pencuci piring, pembersih rumah tangga, hingga produk perawatan tubuh, dengan keunggulan mudah terurai secara hayati dan ramah lingkungan.

Biosurfaktan mikroba menawarkan alternatif lain untuk surfaktan yang disintesis secara kimia dalam cairan pencuci piring, pembersih rumah tangga, dan gel mandi.

Apa pengertian microbial biosurfactants? Microbial biosurfactants disingkat biosurfaktan yang diproduksi oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau ragi melalui proses metabolisme mereka.

Biosurfaktan adalah senyawa aktif permukaan (surfaktan) yang memiliki bagian hidrofilik (yang larut air) dan hidrofobik (yang bersenyawa dengan minyak), dan mampu menurunkan tegangan permukaan dan antar-muka antara dua fase yang berbeda seperti air–minyak demikian Universitas Airlangga Repository melaporkan.

Karena struktur amfifiliknya, biosurfaktan dapat membentuk emulsi, meningkatkan kelarutan minyak/hipdrofobik dalam air, dan mempermudah interaksi antara zat yang biasanya sulit bercampur tulis laman Scribd.

Berbeda dengan surfaktan sintetis, biosurfactants memiliki biodegradabilitas tinggi, toksisitas rendah, dan ramah lingkungan menurut penelitian IPB.

Contoh jenis biosurfaktan yang umum adalah rhamnolipid, sophorolipid, dan surfactin dari berbagai mikroba tulis laman Wikipedia.

Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian dan pengembangan intensif, Institut Fraunhofer untuk Rekayasa Antarmuka dan Bioteknologi IGB menyediakan sampel biosurfaktan glikolipid yang sangat murni – serbaguna, dan mudah terurai secara hayati,

Selanjutnya diproduksi dari bahan baku dan residu terbarukan yang bersumber dari bahan lokal tanpa harus meengimpor.

Optimalisasi biosurfaktan ini juga diteliti dengan menyelesaikan proyek Aliansi Biosurfaktan. Aliansi strategis antara mitra penelitian dan pelaku industri ini direncanakan mempresentasikan hasil temuan mereka pada konferensi final pada tanggal 4 Februari 2026 di Stuttgart, Jerman.

Potensi Indonesia: bioremediasi, pengolahan limbah, enhanced oil recovery, aplikasi industri

Surfaktan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari kita seperti zat aktif permukaan yang memastikan bahwa lemak dan kotoran larut, sampo berbusa, dan campuran minyak-air dalam krim membentuk emulsi yang stabil.

Di seluruh dunia, lebih dari 18 juta ton surfaktan disintesis setiap tahun, sebagian besar dari bahan bakar fosil.

Meskipun para produsen beralih ke bahan baku nabati yang dapat terurai secara hayati, produksi surfaktan berbasis bio terutama bergantung pada minyak tropis seperti minyak kelapa dan minyak sawit (inti) yang mudah ditemukan di Indonesia.

Ketika substrat ini berasal dari budidaya di lahan yang dulunya digunakan untuk hutan hujan, hal ini memiliki konsekuensi negatif terhadap iklim dan keanekaragaman hayati.

Alternatif dibutuhkan, juga karena meningkatnya permintaan akan produk “hijau” dan berkelanjutan.

“Beberapa mikroorganisme menghasilkan berbagai zat aktif permukaan dalam kondisi alami. Biosurfaktan mikroba ini dicirikan oleh keragaman struktur yang besar dan dengan demikian berbagai macam aplikasi, dan mudah terurai secara hayati,” jelas Dr.-Ing. Susanne Zibek Institut Fraunhofer untuk Rekayasa Antarmuka dan Bioteknologi IGB di Stuttgart.

Selama bertahun-tahun, ia dan kelompok penelitinya berupaya untuk mengoptimalkan produksi biosurfaktan secara bioteknologi sehingga dapat juga menjadi kompetitif secara ekonomi.

Dr.-Ing. Susanne Zibek meneliti bahan biosurfaktan glikolipid, yang terdiri dari gula sebagai gugus kepala hidrofilik dan satu (atau lebih) ester asam lemak sebagai residu hidrofobik: lipid selobiosa (CL) dan lipid mannosileritritol (MEL).

Ini diproduksi dalam jumlah besar oleh mikroorganisme dari famili Ustilaginaceae, seperti spesies Ustilago atau Moesziomyces.

“Untuk produksi, kita dapat menggunakan substrat terbarukan seperti gula atau minyak nabati yang tersedia di wilayah tersebut,” lanjut Dr.-Ing. Susanne Zibek ahli biologi dan insinyur teknik tersebut.

Selain sifat penurun tegangan permukaan yang khas dari semua surfaktan, beberapa glikolipid mikroba juga menunjukkan sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus, sehingga ideal untuk digunakan dalam kosmetik atau perlindungan tanaman.

Di Indonesia, berbagai penelitian telah menemukan mikroba penghasil biosurfaktan dari lingkungan lokal, termasuk laut dan tanah tercemar minyak seperti dilaporkan Open Journal UNPAM.

Potensinya sangat luas — dari bioremediasi, pengolahan limbah, enhanced oil recovery, hingga aplikasi industri dan pertanian, menunjukkan bahwa biosurfaktan mikroba memiliki peran besar dalam teknologi ramah lingkungan masa depan demikian ojs.uajy.ac.id melaporkan.

Biosurfaktan Mikroba: Solusi Berkelanjutan untuk Produk Pembersih dan Perawatan Pribadi merupakan uraian lengkap dalam naskah berikutnya. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik