Industrialisasi, Sistem Produksi

Masker Kubah Penantang #Coronavirus, Tiga Mesin Satukan Produk

Gunakan masker kubah penantang #Coronavirus  yakni masker pernapasan berfilter tiga dimensi yang  berventilasi khusus di kelas perlindungan. Bagaimana tiga mesin menyatukan produk...

Written by Marinus L Toruan · 2 min read >
Masker Kubah

Gunakan masker kubah penantang #Coronavirus  yakni masker pernapasan berfilter tiga dimensi yang  berventilasi khusus di kelas perlindungan. Bagaimana tiga mesin menyatukan produk menjadi satu yang utuh?    

Masker Kubah
Memasuki produksi masker pernapasan untuk personal protective equipment yakni alat perlindungan orang, dan masker kubah penantang #Coronavirus merupakan produksi Weber Ultrasonics AG (Foto//@: Weber Ultrasonics AG)

Produk masker atau topeng pelindung anti #Coronavirus, demikian perusahaan Weber Ultrasonics AG menggunakan diksi untuk menyebut alat penghambat sebaran Covid-19 memasuki rongga mulut dan rongga hidung seseorang, menjadi rebutan di seantero dunia.    

Bagaimana pelanggan memperoleh topeng atau masker berbentuk kubah yakni masker pernapasan dengan berventilasi khusus di kelas perlindungan seri FFP2 yang dibatasi ketentuan ekspor di semua negara? 

“Bersama dengan pelanggan, kami mengembangkan desain pabrik untuk memproduksi elemen filter tiga dimensi dalam waktu yang singkat. Pelanggan memesan tiga produk buatan tiga mesin yang berbeda namun diwjudkan dalam satu produk yakni topeng pelindung anti #Coronavirus,” tandas  Christian Unser, Chief Sales Officer, Weber Ultrasonics AG. 

Sejalan dengan pengembangan, perusahaan Weber Ultrasonics mengubah desain menjadi mesin standar untuk produksi masker perlindungan pernapasan yang lengkap. Proses menggambar topeng atau masker kubah merupakan tantangan bagi produsen. 

Topeng pelindung ini butuh tempat melalui hot-forming, dan alat yang cocok dengan elemen pemanas khusus dan unit kontrol yang sesuai. 

Untuk mampu menghasilkan prototipe yang sesuai dengan cepat, Christian Unser mengajak pemain pasar yang kemudian bekerja sama untuk memroduksi masker kubah penantang #Coronavirus ini.

Ia memberikan elemen pemanas dan unit kontrol.  Kepala Desain di Weber Ultrasonics memperoleh desain yang kedua dari mantan majikannya. Alat yang diperlukan dibuat oleh pembuat model tetangga dan mitra lama perusahaan. 

“Sangat bagus bagaimana cara perusahaan yang berbeda dan menawarkan dukungan dan kerja sama secara spontan,” komentar Kepala Penjualan Weber Ultrasonics AG.

Kapasitas produksi mencapai 60 unit masker per jam.  Weber Ultrasonics menggunkan satu mesin produksi, dan dilakukan dengan  mesin standar dalam proses beberapa tahap. 

Pada langkah pertama, fibrebond sebagai stabilizer, lapisan melt blown—bukan bahan tenunan sebagai filter partikel, dan lapisan ikatan pintal yang dibentuk melalui proses pembentukan panas. 

Pinggiran masker kemudian digabungkan dalam proses pengelasan ultrasonik. Untuk melakukan ini, sebuah konverter ultrasonik mengubah sinyal listrik yang dihasilkan oleh generator menjadi osilasi mekanik. 

Hasil osilasi mekanik ini ditransfer melalui booster dan alat las khusus, sonotrode, ke permukaan yang  disambungkan.

Panas gesekan yang dihasilkan ini menyebabkan bahan bukan tenunan meleleh khusus di tepi, di mana mereka membentuk ikatan permanen tanpa mendistorsi. 

Pada saat yang sama, dapat diandalkan, hemat energi dan produktif penggabungan teknologi yang memastikan permukaan lembut dan ramah kulit. 

Produk masker kemudian ditinju yang keluar secara mekanis, kaset ditempelkan untuk pengencang produk.

Kapasitas produksi pabrik standar kompak dengan satu alat adalah sekitar 60 masker pelindung pernapasan per jam. 

Tujuannya adalah untuk mencapai kelas proteksi produk seri FFP3 untuk masker yang diproduksi sesuai arus standar dan untuk melakukan inspeksi dipercepat ountuk menghalau pandemi #Coronavirus. 

Perusahaan bentuk virtual start-up telah memesan masker bedah buatan Weber Ultrasonics—ternyata menerima banyak permintaan sehingga kapasitas produksi peralatan masker kubah penantang #Coronavirus dan juga digunakan  untuk masker bedah, meningkat dari waktu ke waktu. 

“Sejauh ini memungkinkan kapasitas produksi menjadi 200 pcs masker per menit. 

“Untuk aplikasi ini, kami  saat ini bekerja habis-habisan untuk mendirikan pabrik pengujian di lokasi baru. Kami menggunakan prosedur yang baru dikembangkan untuk pengelasan ultrasonik yang berkelanjutan,” tutur Christian Unser, Chief Sales Officer, Weber Ultrasonics AG.

Hal itu memungkinkan Weber Ultrasonics AG untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 400, bahkan mungkin 600 pcs masker kubah atau topeng pelindung tiap menit, demikian Christian Unser. 

Mesin ini menggabungkan lipatan kain, mengintegrasikan kawat berbentuk hidung, frame yang vertikal, pengelasan horizontal, pengelasan pada pita elastis, dan memisahkan frame yang pada gilirannya produk berbentuk kubah yang ukurannya sesuai dengan ukuran pengguna.

Salah satu alasan penerapan cepat sistem ini di pabrik yang berlokasi di kota Karlsbad, Jerman adalah batasan perjalanan atau distribusi ke berbagai negara saat ini. 

“Sekarang kami harus meletakkan mesin-mesin produksi yang beroperasi secara virtual di tempat pelanggan kami jauh dari Jerman. Dan untuk melakukan operasional virtual sangat penting bagi kami untuk menyesuaikan kualitas kinerja mesin yang sama di lokasi pabrik dan secara virtual,” urai  Christian Unser.

Artinya, pihak pelanggan misalnya di Indonesia—tidak perlu terbang ke Jerman—untuk melihat mesin topeng pelindung atau masker kubah penantang #Coronavirus saat dioperasikan di lokasi pabrik. 

Anda berpeluang menyelusuri dan menyaksikan mesin-mesin yang sedang beroperasi atau memroduksi topeng pelindung secara virtual.  Jadi, selain memasarkan masker pelindung, Weber Ultrasonics AG menawarkan mesin-mesin pembuat masker kubah penantang #Coronavirus atau Covid-19.

“Wabah Covid-19 ini memiliki efek positif, bahwa kita dapat mendorong perkembangan di masa depan tentang operasional langsung mesin-mesin di pabrik. Kita lakukan tes atau uji coba yang dapat disaksikan oleh para pelanggan, bagaimana cara mesin memproduksi semua produk masker bedah dalam jumlah besar,” tandas  Christian Unser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *