Wednesday
07 October 2026

Kolaborasi Wartawan – AI Memudahkan Pekerjaan

Apakah kolaborasi wartawan-AI memudahkan pekerjaan peliputan berita? Menurut studi Vero, wartawan di Asia Tenggara telah mengadopsi teknologi AI. Bagaimana nasib para wartawan jika AI lebih dominan dan mencaplok pekerjaan jurnalisme?

Kolaborasi wartawan dengan teknologi AI perlu ditingkatkan. Kehadiran AI justru membantu para wartawan dan tidak perlu khawatir mereka akan kehilangan pekerjaan asalakan mampu berlaborasi dan beradatasi. Wartawan bebas menggunakan tools dan tentu saja berdasarkan etika (Foto/@: memo.co.id/Vero)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Vero & Microsoft Copilot (sumber): Upaya kolaborasi wartawan-AI harus lebih intensif dilakukan oleh para jurnalis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Penggunaan teknologi AI semakin meningkat namun jangan sampai perangkat itu lebih dominan karena ketidaktahuan para wartawan.

Ungkapan di atas merupakan inti sari dari hasil studi yang dilakukan oleh Vero sebuah konsultan komunikasi yang bermarkas di Bangkok, Thailand.

Vero menyimpulkan para wartawan harus mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara baik. Para wartawan mencari pelatihan yang komprehensif dan berkesinambungan.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Vero yang didirikan oleh Brian Griffin pada tahun 2007 itu, menyimpulkan bahwa para wartawan di Asia Tengara semakin menyadari peran penting AI dalam pekerjaan mereka dan merasa perlu untuk memperdalam pemahaman terhadap peran teknologi AI di dunia jurnalisme.

Mengusung tajuk AI and Journalism in Southeast Asia: A Survey of Opportunities and Challenges Vero yang juga mempunyai perwakilan di Indonesia, menjelaskan cara teknologi AI mempengaruhi dan mengubah praktik jurnalisme di Asia Tenggara.

Berdasarkan temuan Vero, sebanyak 75 orang wartawan yang ditemui di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, hasil studi disimpulkan tentang dampak teknologi AI terhadap praktik jurnalisme.

AI menghadirkan standar baru dalam mengumpulkan berita, menyampaikan cerita, dan mengakses informasi dari sumber yang kredibel.

“Pengaruh AI terhadap jurnalisme tidak sebatas pada otomatisasi namun teknologi AI berperan penting dalam meningkatkan akurasi, kecepatan, dan menyajikan laporan yang lebih komprehensif,” cerita Raphael Lachkar, Chief Operating Officer (COO) Vero Asean.

“Sebagai pelopor dalam komunikasi dan teknologi, kami berkomitmen untuk memimpin perubahan ini serta membantu klien dan mitra kami, tidak hanya untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, tetapi juga mencapai kesuksesan di era yang semakin didorong oleh AI,” tambah Raphael Lachkar.

Menerapkan kolaborasi wartawan- AI lintas batas
Di Indonesia dan Thailand, 95 orang wartawan memahami secara mendalam tentang peran teknologi AI. Contohnya di Thailand, hasil studi menunjukkan tingkat adaptasi terhadap teknologi AI mencapai 95 persen, menandakan integrasi yang efektif dalam pekerjaan mereka.

Sementara di Filipina, 90 persen sudah mengenal AI meki hanya 52 persen dari jumlah wartawan yang telah mengintegrasikannya ke dalam pekerjaan mereka.

Sedangkan di Vietnam, sebanyak 78 persen para wartawan yang familiar dengan teknologi AI, dan 100 persen menunjukkan sikap positif terhadap adaptasi dampak AI dalam pekerjaan jurnalisme.

Akan tetapi, para wartawan tak lepas dari rasa kekhawatiran terhadap peran teknologi AI, seperti isu tata kelola, dampak terhadap tenaga kerja, dan masalah keamanan siber—terutama di Thailand, di mana ada kecemasan tentang ketergantungan yang berlebihan pada penggunaan teknologi AI—hal itu mempengaruhi kualitas dan kepercayaan pada jurnalisme.

“Di Vietnam, antusiasme terhadap teknologi AI disertai dengan perhatian yang mendalam terhadap privasi data dan tindakan keamanan yang ketat,” imbuh Raphael Lachkar.

Kebutuhan pendidikan dan pelatihan khusus peran teknologi AI semakin penting bagi para wartawaan. Vero menyimpulkan para wartawan di kawasan Asia Tenggaa demikian urgen untuk memahami potensi penggunaan teknologoi AI secara komprehensif untuk membantu mereka agar tetap kompetitif dalam lanskap media digital yang terus berkembang.

Vero merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk mendukung integrasi dan kolaborasi antarwartawan dengan teknologi AI untuk menghasilkan hal yang positif:

Edukasi: Mengembangkan dan menyediakan program pelatihan khusus untuk memfasilitasi integrasi AI yang lancar dalam pekerjaan kewartawanan.

Mengakui: Mengatasi kekhawatiran wartawan berpengalaman tentang dampak penggunaan teknologi AI terhadap keamanan kerja, hak cipta, dan integritas jurnalisme.

Bersikap transparan: Komunikasikan dengan jelas tentang fungsi dan batasan AI untuk membangun kepercayaan dan mengelola ekspektasi.

Bertanggung jawab: Pertahankan sistem dukungan yang kuat untuk mengatasi tantangan apa pun yang dihadirkan oleh teknologi AI, pastikan akuntabilitas dan penggunaan yang etis.

“Kami melihat isi white paper yang kami susun dapat digunakan sebagai dorongan untuk penelitian yang berkelanjutan dan keterlibatan lebih lanjut mengenai peran AI dalam meningkatkan praktik jurnalisme. Kami berharap studi ini dapat memastikan bahwa teknologi AI tidak hanya dapat mendukung kepentingan publik, namun juga mematuhi prinsip-prinsip dasar jurnalisme.” jelas Chatrine Siswoyo, Senior Advisor Vero ASEAN.

Bagaimana wartawan memanfaatan teknologi AI? Wartawan menggunakn teknologi AI bertujuan untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin seperti transkripsi wawancara, pengumpulan data, dan analisis tren.

Teknologi AI merupakan alat bantu untuk penyusunan konsep konten dengan menghasilkan draf artikel berdasarkan data yang telah dihimpun. Penggunaan teknologi AI sebagai alat penganalisis data besar dan menemukan pola atau tren yang relevan untuk peliputan berita.

Dihimpun dari beberapa sumber yang dicarikan oleh Microsoft Copilot dan Bing, penggunaan teknologi AI dalam pekerjaan wartawan memudahkan proses dan menganalisis data dalam jumlah besar untuk menemukan anomali atau pola yang mungkin terlewatkan oleh manusia.

Jika wartawan melakukan cek, re cek, tripel cek, bahkan kuartet cek untuk menguji kebenaran data atau fakta dari lapangan (sumber informasi) maka dengan teknologi AI pekerjaan verifikasi fakta dengan memeriksa sumber informasi dan membandingkannya dengan data yang terkumpul dapat dilakukan dengan cepat dan lebih efisien (waktu dan biaya).

Teknologo AI pun dapat digunakan untuk menulis draf artikel (berita) yang kemudian diedit dan disempurnakan oleh wartawan—cara ini bertujuan untuk mempercepat proses penulisan.

Bagaimana mengadopsi teknologi AI? Seperti diuraikan oleh hasil studi yang dilakukan oleh Vero belum lama ini, maka para wartawan mengadopsi teknologi AI degan pelbagai cara untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam peliputan berita.

Penggunaan teknologi AI memudahkan wartawan untuk transkripsi otomatis wawancara, analisis data besar, deteksi tren, dan bahkan penulisan artikel secara otomatis. Misalnya, teknologi AI membantu dalam memverifikasi fakta, menganalisis sentimen, dan menghasilkan laporan berdasarkan data yang tersedia demikian laman prnewswire.com

Para wartawan bebas memilih perangkat teknologi AI yang disediakan oleh perusahaan seperti: Jasper.ai, pembuat perangkat yang membantu pembuatan kosep konten dan optimasi SEO; Pinpoint (Google) guna membantu dalam pencarian fakta dan analisis data; dan Murf.AI yang menyediakan alat untuk transkripsi dan pengenalan suara.

Selanjutnya, Connexun perusahaan yang menyediakan aplikasi yang membantu pekerjaan analisis data dan pelaporan otomatis (theconversation.com).

Apakah teknologi AI akan mencaplok pekerjaan wartawan? Penggunaan teknologi AI mengubah cara kerja jurnalisme, tetapi tidak serta merta merampas pekerjaan wartawan. Penggunaan teknologi AI justru membantu untuk lebih mudah mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan memungkinkan lebih fokus pada peliputan yang lebih mendalam dan investigatif.

Teknologi AI mampu mengidentifikasi tren dan cerita yang mungkin terlewatkan oleh manusia demikian kesimpilan vero-asean.com. Oleh karena itu, para wartawan mutlak mengembangkan keterampilan diri dan beradaptasi dan berkolaborasi dengan teknologi AI yang terus berkembang dan tetap relevan di industri media.

Akan tetapi, para wartawan perlu menerapkan etika dalam penggunaan teknologi AI—diatur melalui beberapa pedoman dan regulasi yang bertujuan untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai lokal.

Etika penggunaan teknologi AI di media massa di Indonesia telah diatur melalui Surat Edaran Menkominfo No. 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Buatan tulis inet.detik.com

Surat edaran itu memberikan pedoman etika bagi pelaku usaha dan penyelenggara sistem elektronik dalam pengembangan dan pemanfaatan AI. Nilai-nilai etika yang ditekankan meliputi inklusivitas, aksesibilitas, keamanan, kemanusiaan, serta kredibilitas dan akuntabilitas.

Sebagai pengganti bahan white paper yang disediakan oleh Vero melalui link yang harus diunduh, maka tulisan berikut ini berupa pusi—hasil kolaborasi antara wartawan www.mmindustri.co.id dengan Microsoft Copilot. Silakan menikmati:

Kolaborasi Wartawan-AI

Era digital pemberi harapan baru
Wartawan dan AI bersinergi menghasilkan karya
Menggali berita dengan presisi tinggi
Menyajikan kebenaran, penuh makna.

Di balik layar, algoritma bekerja
Menganalisis data, mencari makna
Wartawan menulis dengan data dan fakta
AI membantu tanpa kenal lelah.

Berita tersebar cepat tanpa batas
Melintasi benua dalam sekejab menembus masa
Kolaborasi wartawan-AI hasilkan perubahan
Menyatukan persepsi dalam satu pandangan.

Dengan AI, wartawan lebih kuat
Menghadapi tantangan, penuh semangat
Mengungkap fakta, membuka tirai
Membangun masa depan, penuh inspirasi.

Setiap kata tersentuh teknologi
Setiap berita ditulis dengan inovasi
Kolaborasi wartawan-AI adalah kunci
Pembuka pintu harapan masa depan nan pasti.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



3
FOLLOW US
  • Rubrik