Berkat kinerja bisnis Gria—PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk tumbuh 26,50 persen YoY hingga September 2024. Perusahaan ini membangun rumah di Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

Penulis/editor: Marinus L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (sumber): Pertumbuhan kinerja bisnis suatu perusahaan tamak dari performa korporat atau corporate performance yang ditentukan pendapatan perusahaan itu sendiri.
Seperti kinerja binsis PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Gria) yang berdiri pada tahun 2013, telah membukukan pendapatan usaha yang meningkat 26,5 persen YoY atau Year on Year—dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Kenaikan pendapatan usaha ini meningkatnya seiring dengan penjualan unit rumah dan apartemen sebesar 15,2 persen YoY hingga September 2024.
Kinerja bisnis atau usaha Gria dibuktikan catatan pertumbuhan laba kotor sebesar 29,2 persen YoY atau dengan margin laba kotor sebesar 34,5 persen.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba kotor tersebut, Gria mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 6,6 persen YoY hingga September 2024.
Berdasarkan segmen lokasi, proyek perumahan yang berlokasi di Kalimantan Timur memiliki kontribusi terbesar ke total pendapatan usaha perseroan dengan kontribusi sebesar 72,2 persen.
Pendapatan usaha area ini tumbuh sebesar 18,8 persen YoY ditopang oleh proyek Gria Mahakam City yang luas areanya mencapai 115 ha yang akan dibangun rumah sejumlah 5.311 unit.
Selain itu, Gria juga memiliki area proyek di Jawa Barat yang berkontribusi terbesar kedua di bawah proyek perumahan di Kalimantan Timur, atau sebesar 23,5 persen terhadap total pendapatan usaha perusahaan.
Pendapatan usaha segmen ini juga tumbuh sebesar 55,5 persen YoY didukung oleh proyek seperti Bukit Esma Cicalengka, Gria Panorama Cimanggung, The Valley of Esma, dan Gria Panorama Sumedang, Jawa Barat.
Secara total, Gria akan membangun 8 proyek perumahan pada segmen yang berlokasi di Jawa Barat dengan total lahan seluas 45,6 ha dengan perencanaan pembangunan unit rumah sebanyak 4.167 unit.
Direktur Utama PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk, H.K. Hakim Noor yang disapa Hakim itu mengatakan kenaikan pendapatan usahanya meningkat signifikan di tengah sentimen positif properti di tanah air meskipun dalam fase investasi, Gria mampu menjaga pertumbuhan kinerja bisnis yang berkelanjutan hingga September 2024.
Pihaknya optimis untuk dapat mencetak kinerja gemilang pada sisa waktu tahun 2024 dan ke depannya terutama dengan kesiapan land bank dan sumber daya manusia (SDM) Gria.
Saat ini, Gria memiliki land bank lahan seluas 140,8 ha dan akan membangun 7.918 unit rumah di area tersebut. Sedangkan kesiapan land bank dan SDM telah terbukti dengan suksesnya Gria mendapatkan pendanaan melalui IPO pada tahun 2023.
“Berbekal strategi investasi itu, Gria mampu memenuhi permintaan rumah subsidi maupun nonsubsidi di tanah air dengan area yang strategis dan fasilitas yang lebih nyaman.” jelas Hakim.
Peluang Gria masih terbuka lebar dengan kebijakan pemerintah yang akan membangun 3 juta rumah per tahun dan menaikkan anggaran sektor perumahan.
Dengan anggaran ratusan triliun rupiah, program ini berpotensi meningkatkan sektor riil, dan memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk memiliki hunian layak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lanju Hakim Noor.
Untuk mendukung kinerja bisnis, kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) naik dari sebelumnya ditargetkan 200 ribu menjadi 334 ribu, serta peluang diperpanjangnya tenor cicilan rumah subsidi dari 20 tahun menjadi hingga 40 tahun.
Peluang semakin terbuka dengan rencana pemerintah untuk membangun rumah di atas lahan PT KAI. Pemerataan ekonomi dengan penguatan UMKM dan penyelesaian Ibu Kota Nusantara menjadi peluang untuk meningkatan kinerja bisnis Gria.
Dengan demikian, manajemen Gria melihat seluruh katalis positif ini sebagai peluang yang semakin cerah bagi pengembang properti ke depannya demikian Hakim Noor menjelaskan.
Direktur Keuangan Gria, Hugofeber Parluhutan menambahkan, perseroan berhasil menjaga rasio-rasio keuangan sesuai dengan ketentuan kredit yang telah disepakati bersama kreditur dengan rasio utang dan modal (DER) sebesar 0,08 kali serta rasio modal disetor dan utang sebesar 4,89 kali.
Proyek pembangunan 3 juta unit rumah
Dengan rasio yang sehat ini, Gria mampu meningkatkan kapasitas untuk mengembangkan land bank di masa depan dengan menyesuaikan demand dan kebijakan rumah subsidi.
“Gria fokus untuk mengembangkan perumahan nonsubsidi untuk menargetkan pasar di atas Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan ingin memiliki rumah yang lebih baik. Kami melihat peluang yang besar untuk rumah nonsubsidi dengan katalis komposisi populasi usia muda yang mendominasi penduduk Indonesia,” tandas Hugofeber.
PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk bergerak di bidang pengembangan properti real estat, dengan fokus utama pembangunan perumahan subsidi. Proyek real estat yang dimiliki Gria antara lain, Mahakam Grande City dan New Mahakam Grande di Kalimantan Timur.
Demikian juga proyek Gria Panorama Cimanggung, Gria Panorama Sumedang, Puri Artha Kencana, Bukit Esma Cicalengka, The Valley of Esma, Puri Epicentrum Karawang, Gria Indah Cibarusah di Jawa Barat, dan Apartemen Epicentrum Sepatan di Banten, meningkatkan kinerja bisnis Gria.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form