Thursday
08 October 2026

Kinerja Berkelanjutan dan Kesolidan Semester 2026

 Schneider Electric mencatat kinerja keberlanjutan yang solid pada semester 2026 dengan keberadaan Impact 2030, dekarbonisasi, elektrifikasi, dan inovasi industri.

Teknologi Schneider Electric memungkinkan gedung, pusat data, pabrik, infrastruktur, dan jaringan listrik beroperasi sebagai ekosistem terbuka yang saling terhubung untuk meningkatkan kinerja, ketahanan, dan keberlanjutan (Foto/@: Schneider Electric)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Schneider Electric (sumber): Seberapa besar dampak nyata konsep Impact 2030 terhadap kinerja perusahaan Schneider Electric?

Schneider Electric mencatat kinerja keberlanjutan yang solid pada semester pertama 2026, enam bulan setelah meluncurkan roadmap keberlanjutan terbaru Impact 2030.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan perusahaan mulai bergerak dari target jangka panjang menuju implementasi yang terukur di berbagai lini, mulai dari operasional, pelanggan, rantai pasok, pengembangan talenta, hingga pemberdayaan komunitas.

Pada semester pertama 2026, skor Impact Schneider Electric mencapai 3,69/10, sejalan dengan target tahunan 2026 sebesar 4,20/10. Dalam roadmap tersebut, skor 10/10 menjadi ambisi perusahaan pada 2030.

Di tengah tuntutan dekarbonisasi dan efisiensi energi yang semakin tinggi, keberlanjutan bukan lagi sekadar menjadi agenda korporasi, tetapi mulai terintegrasi dengan strategi bisnis, inovasi teknologi, rantai pasok, serta penciptaan nilai bagi pelanggan dan masyarakat.

Elektrifikasi dan digitalisasi dorong dekarbonisasi. Melalui pilar Electrifying the World, Schneider Electric terus memperkuat peran elektrifikasi dan digitalisasi sebagai fondasi transisi energi.

Pada semester pertama 2026, emisi CO₂ Scope 1 dan Scope 2 dari operasional perusahaan berhasil ditekan 82 persen dibandingkan 2017. Sementara itu, emisi Scope 3 turun 12 persen dibandingkan 2021.

Dari sisi pelanggan, solusi Schneider Electric membantu menghemat energi atau mengelektrifikasi sekitar 129,5 juta MWh. Upaya tersebut berkontribusi terhadap penghematan dan penghindaran lebih dari 50 juta ton emisi CO₂ selama semester pertama 2026.

Secara kumulatif sejak tahun 2018, dampak tersebut telah mencapai 913 juta ton emisi CO₂ yang berhasil dihemat atau dihindari.

Schneider Electric melaporkan bahwa 29 persen perangkat lunaknya yang digunakan pada semester pertama 2026 telah menyediakan informasi mengenai energi dan karbon.

Data tersebut ditujukan untuk membantu pelanggan membuat keputusan yang lebih terukur terkait efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Program Future-Designed memperkuat konsep produk berkelanjutan. Pada pilar Reinventing our Industry, Schneider Electric memperluas pendekatan keberlanjutan ke dalam desain produk dan rantai nilai.

Sebanyak 27 persen produk dan solusi utama yang masih berada dalam tahap perancangan telah memenuhi kriteria keunggulan sirkularitas dan lingkungan pada semester pertama 2026.

Pencapaian tersebut terutama didorong oleh portofolio Energy Management dan Industrial Automation melalui program baru Future-Designed.

Program ini melanjutkan pengalaman Schneider Electric selama lebih dari dua dekade dalam menerapkan prinsip desain ramah lingkungan melalui berbagai inisiatif, termasuk EcoDesign Way, Green Premium, dan Environment Data Program.

Pengembangan talenta dan akses energi

Di sisi pemasok, program Zero Carbon Pathway (TZCP) diperluas hingga mencakup 1.500 pemasok. Persyaratan program kini mencakup pengukuran emisi Scope 3 dan Product Carbon Footprint (PCF).

Pada kuartal kedua 2026, sebanyak 15 pemasok memenuhi kualifikasi melalui pengukuran emisi operasional Scope 1 dan 2, penerapan target pengurangan emisi, serta penghitungan emisi tidak langsung Scope 3 dan PCF.

Schneider Electric melakukan lebih dari 200 sesi teknis bersama pemasok dan mempercepat penggunaan perangkat digital berbasis AI, termasuk Resource Advisor+ for Supply Chain, kepada lebih dari 1.000 pemasok selama semester pertama 2026.

Langkah ini menunjukkan bahwa dekarbonisasi rantai pasok mulai diarahkan menjadi program berbasis data, bukan hanya komitmen sukarela.

Pilar Unlocking Human Potential menempatkan manusia sebagai bagian penting dari agenda keberlanjutan.

Sebanyak  6 persen orang karyawan berpengalaman Schneider Electric terlibat dalam kegiatan pengembangan terstruktur atau transfer pengetahuan selama semester pertama 2026.

Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan, mentoring, mobilitas internal, serta program pengembangan bagi talenta senior.

Pendekatan tersebut kemudian mendapatkan pengakuan dari World Economic Forum (WEF) sebagai Future of Inclusion Lighthouse pada kuartal kedua 2026.

Di sisi akses energi, sebanyak 67 juta orang telah mendapatkan manfaat dari akses terhadap listrik berkelanjutan melalui dukungan Schneider Electric sejak 2009.

Pada kuartal kedua 2026 saja, lebih dari 2,2 juta orang memperoleh akses tersebut, dengan kontribusi besar dari Afrika dan India.

Sejak 2009, perusahaan juga telah membantu membekali sekitar 1,37 juta anak muda dengan keterampilan di bidang elektrifikasi dan keberlanjutan.

Pemberdayaan komunitas menjadi bagian Impact 2030. Pada pilar Empowering Local Communities, Schneider Electric mulai memperluas standar keberlanjutan ke lokasi operasional melalui kerangka Impact Workplaces.

Sebanyak lima lokasi Schneider Electric memenuhi kriteria dalam kerangka tersebut pada semester pertama 2026.

Sementara Impact Workplaces mencakup aspek efisiensi energi, dekarbonisasi, dan sirkularitas, sekaligus memperluas perhatian perusahaan terhadap biodiversitas serta dampak terhadap komunitas lokal.

Pendekatan ini memperlihatkan perubahan perspektif dalam pengelolaan fasilitas industri. Lokasi operasional tidak hanya dipandang sebagai pusat produksi atau aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial dan lingkungan di sekitarnya.

Kinerja keberlanjutan Schneider Electric juga mendapat sejumlah pengakuan eksternal pada kuartal kedua 2026. Perusahaan menempati peringkat pertama dalam daftar World’s Most Sustainable Companies 2026—menurut TIME dan Statista untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Dua fasilitas manufaktur Schneider Electric di El Paso, Amerika Serikat, dan Beijing, China juga memperoleh pengakuan baru sebagai Lighthouse dalam WEF Global Lighthouse Network.

Dengan tambahan tersebut, Schneider Electric memiliki 11 WEF Global Lighthouses, termasuk enam lokasi yang mendapatkan pengakuan khusus dalam bidang keberlanjutan.

Pengakuan lain datang melalui program Senior Talent Program, yang dinobatkan WEF sebagai Future of Inclusion Lighthouse. Schneider Electric juga masuk dalam Gartner Top 25 Global Supply Chains 2026.

Di Prancis, perusahaan ini menerima Jury’s Special Award atau Coup de Cœur du Jury dalam ajang Prix Entreprises avec les Réfugiés atas kontribusinya terhadap inklusi dan pemberdayaan perempuan pengungsi.

Bagaimana pembiayaan energi bersih perluas dampak di Asia? Schneider Electric  memperluas agenda keberlanjutan melalui investasi berdampak.

Perusahaan mengumumkan kemitraan untuk mengembangkan Schneider Electric Energy Access Asia Fund II (SEEAA Fund II), sebuah skema pembiayaan campuran yang ditujukan untuk mengatasi keterbatasan pendanaan tahap awal bagi perusahaan energi bersih di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Melanjutkan keberhasilan dana pertama yang telah berinvestasi di 13 perusahaan, SEEAA Fund II diperkirakan dapat membantu menghindari sekitar 3 juta ton emisi CO₂, memberikan manfaat kepada sekitar 3,5 juta orang,  serta mendukung penciptaan sekitar 5.000 lapangan kerja.

Komitmen tersebut juga mendapat pengakuan sebagai Social Fund of the Year dalam Sustainable Investment Awards dari Environmental Finance.

Capaian Schneider Electric memberikan satu pelajaran penting bagi pelaku industri: strategi keberlanjutan akan semakin relevan apabila diterjemahkan menjadi indikator yang dapat diukur, teknologi yang dapat diterapkan, dan dampak yang dapat diverifikasi.

Perusahaan industri di Indonesia dapat mengambil pendekatan serupa dengan memprioritaskan tiga area. Pertama, mengintegrasikan efisiensi energi dan digitalisasi ke dalam operasional. Kedua, memperluas pengukuran emisi hingga rantai pasok, termasuk Scope 3 dan product carbon footprint*.

Dan ketiga, mengembangkan kompetensi tenaga kerja agar transformasi teknologi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu perusahaan mengantisipasi tuntutan pelanggan, investor, regulator, dan pasar global yang semakin menempatkan aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian dari daya saing.

Enam bulan pelaksanaan Impact 2030 menunjukkan bahwa Schneider Electric berupaya menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan perusahaan.

Skor Impact 3,69/10, penurunan emisi operasional, kontribusi penghematan energi pelanggan, penguatan rantai pasok, pengembangan talenta, akses energi, hingga investasi pada ekosistem energi bersih menunjukkan bahwa agenda tersebut telah diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret.

Bagi industri, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa transformasi menuju ekonomi rendah karbon akan semakin bergantung pada kemampuan perusahaan menggabungkan teknologi, data, inovasi, sumber daya manusia, dan pembiayaan dalam satu strategi bisnis yang terukur.

Dengan target 10/10 pada 2030, perjalanan Impact 2030 perusahaan Schneider Electric masih panjang. Namun, capaian semester pertama 2026 memberikan indikasi bahwa perusahaan telah membangun fondasi untuk mempercepat integrasi keberlanjutan ke dalam operasional dan rantai nilai global.

“Enam bulan sejak peluncuran Impact 2030, kami mencatat kemajuan yang positif dalam mengubah ambisi menjadi aksi nyata,” ungkap Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

Menurut Martin Setiawan, keberlanjutan merupakan perjalanan transformasi berkelanjutan.

Melalui Impact 2030, Schneider Electric meningkatkan ambisinya dengan memperkuat fondasi yang telah dibangun sekaligus mempercepat integrasi keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis untuk mendukung kemajuan bagi semua. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik