Penggunaan kendaraan listrik meningkat dan menciptakan diversifikasi bisnis baru bagi PT Astra Otoparts yang membangun charging station. Presiden Joko Widodo pun mengajak pengusaha Australia untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Penulis/editor: Marinus L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Astra Otoparts Tbk. (sumber): Potensi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) semakin meningkat di Indonesia. Peluang itu dimanfaatkan oleh PT Astra Otoparts Tbk. dengan diversifikasi pembangunan charging station.
Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah mendorong masyarakat untuk beralih ke penggunaan kendaraan listrik yang disosialisasikan melalui Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan potensi kendaraan listrik mencapai 125.000 unit roda empat dan motor listrik 1,34 juta unit pada tahun 2021.
Peningkatan penggunaan kendaraan listrik itu berpengaruh terhadap pengurangan penggunaan bahan bakar minyak yang menurut Kementerian ESDM sebesar 0,44 juta kilo liter per tahun.
Sementara itu, pada lawatan Kengaraan ke Australia belum lama ini,
Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha dari neara Kanguru itu untuk berinvestasi di energi hijau, hiliriasi, dan pengembangan haterei untuk kendaraan listrik di Indonesia.
Sebelumnya, Astra Otoparts telah membangun infrastruktur kendaraan listrik sebagai bukti dukungan pada kebijakan pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih. Grup Astra pun membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
Direktur Astra merangkap Presiden Direktur PT Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim menyatakan pihaknya berkolaborasi dengan PLN guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik—tentu mengurangi emisi dengan meningkatkan bauran energi terbarukan.
Astra Otoparts mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik termasuk menyediakan infrastruktur charging machine yang dikembangkan dan produksi sendiri.
Informasi itu terungkap pada pameran The 11th Indonesia EBTKE ConEx 2023 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Astra Otoparts menggelar fasilitas pengisian daya mobil listrik—ini merupakan informasi yang bermanfaat bagi pengguna electric vehicle (EV).
Menurut Direktur PT Astra Otoparts, Wanny Wijaya divisi Research & Development mendesain dan memproduksi charging station yang diperuntukkan sesuai kebutuhan semua jenis brand EV.

PT Astra Otoparts Tbk. membangun fasilitas charging station di rest area dan lokasi yang data jumlah kendaraan listrik diketahui di mana paling banyak. Astra Otoparts berencana menjual charging station kepada pemilik unit kendaraan seperti kendaraan roda dua, roda empat, dan EV.
Menurut Wanny Wijaya pengadaan charging station difokuskan untuk keperluan komersial. Contonya, fasilitasnya dapat jual putus kepada Original Equipment Manufacturer (OEM).
Dilansir dari situs Astra Otoparts, perseroan memproduksi tipe medium fast charger, ultra fast charger, dan jenis lain bergantung pada kapasitas baterai EV.
Astra Otopower menerapkan fitur inovatif berupa safety flooding system yang secara otomatis mati jika fasilitas terendam air hujan.
Sedangkan fitur humidity control system berguna untuk pencegahan kesusakan ketika mesin dalam proses pengisian sedang berada dalam keadaan lembab berlebih agar sesuai dengan kondisi cuaca di Indonesia.
Selanjutnya, Wanny menyatakan, Astra Otoparts akan mendukung komponen otomotif sesuai brand produk yang diluncurkan oleh OEM.
Menyikapi peningkatan jumlah kendaraan listrik di Indonesia, Astra Otoparts siap untuk memproduksi dan menjualnya secara masal bersamaan dengan penjualan EV.
Kesiapan perseroan itu tentu berpengaruh bukan saja pada pertumbuhan bisnis Astra Otoparts, namun perseroan ini tentu berpeluang memperluas penerapan tenaga kerja bagi anak-anak muda yang menguasai teknologi otomotif dan digital.
Pegembangan dan desain charging station yang dilakukan oleh Astra Otoparts sejak tahun 2022 itu sepenuhnya dikembangkan oleh Astra Otopower.
Setelah sukses membangun fasilitas pengisian daya untuk kendaraan listrik di di 13 lokasi lengkap dengan charging machine bermerek ALTRO, maka di masa mendatang, fasilitas pengisian daya mobil listrik ditargetkan akan terus ditambah di seluruh Indonesia.
Bisnis Astra Otoparts juga berdampak positif bagi PLN. Kemitraaa yang dibangun bertujuan untuk mengakselerasi pemasangan PLTS Atap di 94 lokasi yang tersebar di Indonesia dengan total kapasitas 10,94 megawatt peak (MWp).
Sementara, PT Energia Prima Nusantara (EPN), anak grup Astra, yang membangun penyediaan PLTS Atap sebesar 37,3 MWp kepada PLN yang dilakukan melalui PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus).
Kerja sama itu merupakan bagian implementasi solar photovoltaic (PV) Rooftop di Indonesia yang bertujuan untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.
Diprediksi bahwa tahun 2030, potensi kendaraan listrik terus meningkat 2,19 juta unit dan motor listrik mencapai 13 juta unit. Sedangkan jumlah SPKLU akan mencapai sejumlah 31.859 unit dan SPBKLU sebanyak 67.000 unit.
Penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghemat penggunaan BBM menjadi 6,03 juta kilo liter per tahun.
Informasi lebih rinci simak penjelasan Direktur PT Astra Otoparts Tbk. Wanny Wijaya melalui video
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form