Keeper menjamin keamanan data bisnis dengan menggunakan enkripsi end-to-end dan arsitektur zero-knowledge dan zero-trust—terhadap serangan malware. Ini penjelasan Takanori Nishiyama, Wakil Presiden Senior Country Manager APAC & Jepang.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Keeper Security, Inc. (sumber): Langkah terbaru Jepang tentang menjamin keamanan data bisnis perusahaan atau organisasi. Perusanaan Keeper Security memperkenalkan pelaporan serangan siber yang wajib bagi operator infrastruktur.
Perlindungan dan keamanan data bisnis itu merupakan titik balik dalam kebijakan keamanan siber di negara Sakura tersebut.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Keeper Security pembuat solusi keamanan data, memperkenalkan teknologi keamanan kelas dunia untuk melindungi data bisnis perusahaan atau instansi pemerintah dari ancaman keamanan data dari serangan hackers.
Dengan menggunakan enkripsi end-to-end dan arsitektur zero-knowledge serta zero-trust, Keeper menjamin keamanan data dan melindungi bisnis dari akses yang tidak sah atau peretas data seperti malware.
Teknologi persembahan Keeper Security memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses data milik organisasi, sehingga meningkatkan kepercayaan dan keamanan bisnis.
Pada bulan April 2025, Kabinet Jepang menyetujui rancangan undang-undang yang menetapkan kerangka kerja nasional untuk “pertahanan siber aktif.”
Undang-undang itu bertujuan untuk memberdayakan lembaga pemerintah untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman siber yang muncul.
Pihak otoritas mengamanatkan bahwa penyedia layanan penting—seperti yang bergerak di bidang energi, keuangan, dan telekomunikasi—melaporkan sistem TI (teknologi informasi) mereka dan memberi tahu kepada pihak yang berwenang selekas mungkin atas insiden siber yang terdeteksi.
Langkah ini mengatasi kesenjangan yang sudah lama terjadi dalam postur pertahanan Jepang: kurangnya pelaporan serangan siber.
Secara historis, entitas sektor swasta enggan mengungkapkan insiden semacam itu. Mereka takut akan konsekuensi reputasi dan finansial. Akan tetapi, dalam ekonomi digital yang sangat terhubung maka sikap kebungkaman atau diam itu jangan dijadikan tindakan yang berkelanjutan.
Tanpa visibilitas terhadap ancaman waktu nyata, baik pemerintah mau pun industri menjadi rentan, tidak mampu memberikan respons yang tepat waktu atau melakukan koordinasi.
Pelaporan wajib bukan sekadar menyesuaikan diri terhadap perubahan regulasi—melainkan perubahan budaya. Pelaporan wajib mengakui bahwa ancaman siber merupakan risiko nasional bersama, bukan masalah perusahaan yang terisolasi.
Transparansi dan pembagian informasi harus menjadi standar baru dalam menjaga infrastruktur digital di Jepang. Akan tetapi, undang-undang saja tidak cukup untuk menjamin keamanan data bisnis.
Agar pelaporan efektif, organisasi memerlukan kemampuan internal untuk mendeteksi, menilai, dan menanggapi insiden dengan cepat.
Tindakan itu termasuk memiliki kontrol akses yang kuat, sistem manajemen akses istimewa dan kata sandi, serta alat visibilitas jaringan yang tersedia—sehingga ancaman dapat diidentifikasi dan dikomunikasikan dengan jelas dan cepat.
Selain itu, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada seberapa baik kepercayaan yang dibangun dalam sistem. Mekanisme pelaporan harus melindungi integritas organisasi yang melaporkan.
Pedoman dan perlindungan hukum yang jelas sangat penting untuk memastikan perusahaan bersedia mengungkapkan tanpa takut akan reaksi keras.
Jika diterapkan secara efektif, pelaporan wajib dikombinasikan dengan pertahanan internal yang lebih kuat dan koordinasi antarlembaga, dapat meningkatkan ketahanan siber (Jepang) secara signifikan.
Di dunia—di mana satu titik akhir yang disusupi—menyebabkan gangguan yang cepat menyebar secara luas. Oleh sebab itu, komitmen pemerintah Jepang terhadap pertahanan aktif dan transparansi harus tepat waktu, dan sangat diperlukan.
Enkripsi ujung-ke-ujung terkuat
Keeper Security melindungi kata sandi, rahasia, dan informasi pribadi Anda dengan enkripsi AES 256-bit dan Elliptic-Curve cryptography (ECC), yang diterima sebagai enkripsi paling tangguh dalam industri keamanan siber.
Keeper adalah penyedia keamanan. zero knowledge adalah arsitektur sistem yang menjamin tingkat keamanan dan privasi tertinggi. Enkripsi dan dekripsi data selalu terjadi secara lokal di perangkat pengguna.
Keeper Security, Inc. berkomitmen untuk melindungi privasi dan data milik para pelanggan kami. Keeper menjamin keamanan data bisnis.
Misi Kepper adalah membangun aplikasi keamanan yang paling aman dan inovatif di dunia, dan yakin bahwa laporan bug dari komunitas peneliti keamanan di seluruh dunia merupakan komponen berharga untuk memastikan keamanan produk dan layanan Keeper.
Atas alasan ini, Keeper bermitra dengan Bugcrowd untuk mengelola program pengungkapan kerentanan atau disebut vulnerability disclosure program (VDP) dan program bug bounty.
Keeper Security, Inc. sangat antusias melindungi informasi pelanggannya dengan perangkat lunak keamanan seluler dan desktop Keeper.
Jutaan konsumen dan bisnis mempercayai Keeper untuk mengamankan dan mengakses kata sandi serta informasi pribadi mereka.
Perangkat lunak Keeper terus ditingkatkan dan diperbarui untuk menyediakan teknologi dan perlindungan terbaru milik para pelanggan.
Keeper menyediakan ikhtisar arsitektur keamanan, metodologi enkripsi, dan lingkungan hosting pada versi yang diterbitkan saat ini. Ikhtisar detail teknis yang melibatkan metode enkripsi dan keamanan dijelaskan dalam dokumen khusus.
Jepang ingin memperkenalkan pelaporan serangan siber yang wajib diketahui oleh operator infrastruktur. Ini adalah pendekatan baru oleh pemerintah Jepang untuk mendekati keamanan siber melalui “pertahanan siber aktif”.
Dengan begitu maka tujuan Keeper tercapai untuk menjamin keamanan data bisnis
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form