Berkat inovasi hijau Stockholm, Swedia menjadi n kota kayu pertama di dunia. Pendekatan placemaking—pembangunan kota dengan menggunakan kit standar kayu massal. Ruang publik tanpa karbon tercapai, tidak pengap seperti ruang kota yang ddiominasi bangunan beton.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Stora Enso (sumber): Upaya penerapan inovasi hijau merupakan proses untuk menciptakan dan menggunakan produk, layanan, dan teknologi yang ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Cara yang dilakukan untuk menghasilkan inovasi hijau dengan menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan, pilihan bahan bangunan misalnya kayu yang dapat diperbarui, dan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Mengembangkan teknologi untuk mengurangi konsumsi energi dengan menerapkan metode untuk mengurangi, mendaur ulang, dan mengelola limbah secara efektif. Selanjutnya, merancang produk dan bahan bangunan yang tahan lama dan dapat didaur ulang seperti kayu.
Selanjutnya dilakan placemaking yakni cara pendekatan untuk merancang dan mengelola ruang publik yang mengutamakan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Pendekatan placemaking bertujuan untuk menciptakan dan membangun tempat atau hunian dan perkantoran yang menarik, fungsional, rendah karbon atau emisi, dan inklusif, di mana orang merasa segar serta terhubung dengan lingkungan yang nyaman.
Stockholm Wood City–julukan karena menggunakan bahan kayu dan ditetapkan sebagai kota kayu terbesar di dunia. Kota ini adalah contoh terbaru tentang bagaimana bahan kit kayu massal prefabrikasi dapat mengubah cara pembangunan perkotaan.
Landmark mendatang di Swedia adalah salah satu dari beberapa pengembangan placemaking kayu massal yang menonjol dan dikembangkan dari kit standar kayu massal.
Kit kayu massal adalah sistem konstruksi yang menggunakan komponen kayu besar dan telah diproduksi sebelumnya (prefabrikasi) untuk membangun struktur bangunan.
Komponen terdiri dari balok, kolom, dan panel yang dirancang untuk dipasang dengan cepat dan efisien di lokasi konstruksi.
Beberapa bangunan menjadi perhatian publik yang diresmikan pada tahun 2024, antara lain, Wisdome Stockholm, Cederhusen, (di Stockholm)—sesuai daftar Dezeen, dan kantor pusat baru Stora Enso, Katajanokan Laituri, bangunan kayu massal terbesar di Finlandia—meregenerasi tepi pelabuhan Helsinki.
Bukan hanya di Skandinavia. Timber Square dengan skema kayu massal terbesar di Inggris—sedang dibangun dengan menggunakan kit Sylva™. Di Prancis, proyek Arboretum dibuka baru-baru ini, dan kampus baru di Nanterre, Paris—dibangun dengan cara yang sama: menggunakan kayu.
Meningkatnya penggunaan kayu massal dalam skala besar dikerjakan oleh kolaborasi yang berani dan kreatif antara pengembang dan kotamadya.
Proyek-proyek yang dibangun itu mencerminkan semakin banyak orang yang memilih untuk tinggal, bekerja, dan bermain di lingkungan dengan jejak karbon yang minim atau bersih.
Pergeseran dalam model pembiayaan, perubahan peraturan terkini, dan kemajuan dalam prafabrikasi mendukung pembangunan dengan bahan kayu. Hal itu bertujuan untuk mencapai manfaat iklim yang ditawarkan oleh pengembang dan kota.
Dengan menggunakan bahan kayu massal menggantikan beton ternyata mampu menurunkan jejak karbon bangunan, dan menyimpan karbon dalam struktur konstruksi (kayu).
Hal itu membantu kota-kota segera (mungkin) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pengembang mencapai target mereka.
Dampak positif ini bersifat instan—bukan dalam waktu di masa mendatang misalnya tahun 2030 atau 2050—karena kayu rekayasa dibuat sebagai kapsul karbon alami.
Kayu alami menyimpan karbon
Kayu alami itu menyimpan karbon setelah menghilangkan CO₂ dari atmosfer sementara pohon-pohon yang tumbuh di hutan merupakan potensi besar asalkan dikelola secara berkelanjutan.
Lonjakan pembangunan sebagian disebabkan oleh pergeseran model pembiayaan untuk membangun yang lebih hijau. Tayangan podcast terbaru tentang pendanaan transisi hijau dengan judul The Money Issue dengan nara sumber Profesor Greg Clark.
Ia mengingatkan lebih dari 400 kota tentang inovasi hijau. Selanjutnya, Grek Clark menjelaskan bahwa peningkatan model keuangan haruslah inovatif untuk memajukan pembangunan perkotaan yang lebih rendah emisi.
Model-model ini menjauhkan orang dari metode pembiayaan bisnis seperti biasa dan kebijakan pemerintah yang memfasilitasi dan mensubsidi praktik pembangunan yang tidak berkelanjutan.
Profesor Greg Clark menekankan bahwa para pemimpin lokal dan perencana kota berperan penting dalam mendorong investasi menuju pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Kemitraan Publik-Swasta atau Public-Private Partnerships (PPPs) dan para pemimpin daerah melayani lebih umum, menyatukan sumber daya dan berbagi risiko untuk membuat proyek hijau yang lebih layak dan bukan proyek asal-asalan.
Selain itu, lanjut Clark, investasi berpengaruh pada peningkatan investor yang mencari dana untuk mendanai proyek yang berdampak terhadap sosial, lingkungan yang positif, dan pencapaian keuntungan finansial.
Inisiatif seperti memonetisasi karbon yang tersimpan di gedung merupakan bagian dari tren ini simpul Prof. Greg Clark.
Sementara Direktur Kebijakan & Regulasi perusahaan Stora Enso, Gregory Richards melalui rilisnya belum lama ini mencatat bahwa tindakan regulasi utama menjadikan bangunan rendah emisi sebagai ‘pilihan default’.
Pemerintah semakin mengatur emisi dari bangunan, termasuk yang disebut emisi yang terwujud dari pembuatan bahan bangunan dan proses konstruksi itu sendiri.
Di Prancis, Denmark, Belanda, dan tak lama lagi seluruh negara di Uni Eropa—pemerintah menetapkan batasan emisi bangunan. Tindakan tersebut mendukung penggunaan bahan rendah emisi dan penyimpanan karbon–terutama di dalam bahan kayu.
Kemajuan dalam perangkat suku cadang juga membantu menjadikan bangunan rendah emisi sebagai ‘pilihan utama’. Alih-alih pengembang harus mencari berbagai elemen seperti glulam, kayu lapis laminasi, atau Panel Rib dari berbagai pemasok, tiap orang di Uni Eropa mudah mendapatkan semua bahan yang dibutuhkan dari satu perangkat.
Proses ini semakin disederhanakan pada tahun 2024 ketika Stora Enso membuka jalur pelapisan terotomatisasi penuh yang terbesar di dunia.
Hal itu secara signifikan meningkatkan kapasitas pembangunan dalam skala besar dengan menggunakan kayu secara massal. Elemen yang diperlukan mudah diperoleh, dan lapisan pelindung yang diaplikasikan sebelumnya, dan kayu siap dipasang oleh pengguna.
Di Kota kayu atau wood city julukan Stockholm, dan di Kvarter 7 menjadi contoh bagaimana Sylva dapat digunakan untuk menciptakan ruang yang hidup di perkotaan dengan rendah karbon.
Pembangunan perumahan memanfaatkan dinding, lantai, dan atap sylva atau Cross-Laminated Timber (CLT) serta balok dan kolom GLT untuk membangun apartemen yang hemat energi dan dicapai dalam waktu singkat.
Di Finlandia, kantor pusat baru Stora Enso, Katajanokan Laituri, menetapkan standar baru untuk desain dan konstruksi yang digerakkan oleh LCA. Gedung pencakar langit horizontal/landscape seluas 23.000 meter persegi ini dibangun atas upaya Helsinki selama satu dekade.
Mereka membuktikan dengan menyelesaikan proyek Wood City sesuai rencana mereka.
Wood City Helsinki di kawasan Jätkäsaari menjadi rumah hunian bagi 17.000 orang penduduk dan Kantor Pusat Supercell. Ini merupakan contoh transformasi dan inovasi hijau. Beberapa contoh lain yang direferensikan oleh manajemen Stora Enso.
Pergeseran dalam ekonomi dan peraturan dipadukan dengan kemajuan dalam prefabrikasi, terbukti menjadi tonik yang sempurna bagi setiap orang yang ingin membangun dengan benar dan inovasi hijau pun terlaksana di lapangan.
Kapan giliran Indonesia yang potensi kayunya demikian besar?
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form