Untuk memberdayakan insinyur masa depan, Siemens memberikan hibah teknologi guna melengkapi smart building lab milik ITS yang berkolaborasi dengan Siemens Indonesia.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Siemens Indonesia (sumber): Dalam upaya memperkuat pendidikan teknik di Indonesia, Siemens Indonesia memberikan hibah teknologi senilai Rp920 juta kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Hibah yang diserahkan itu berupa panel Relay Protection Control (RPC) Substation Automation System (SAS) lengkap dengan Programmable Logic Controller (PLC) dan sistem proteksi relai, yang akan memperkuat fasilitas Smart Building Lab di ITS.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Inisiatif ini bertujuan mendekatkan dunia akademik dengan teknologi industri terkini, sekaligus menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan pasar kerja yang semakin kompleks dan berbasis digital disruption platform.
Siemens menegaskan komitmennya untuk ikut berperan dalam pengembangan talenta Teknik—khusunya bagi para mahasiswai Indonesia melalui hibah teknologi untuk mendukung pendidikan teknik elektro seperti di ITS dan perguruan tinggi lainnya.
Serah terima hibah itu dilakukan belum lama ini di kampus ITS Surabaya, Jawa Timur. Inisiatif itu mencerminkan komitmen Siemens dalam menjembatani teori akademik dengan praktik industri nyata.
Dengan menyediakan akses terhadap teknologi berstandar industri, Siemens membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang sesungguhnya.
“Kami sangat mengapresiasi hibah teknologi yang berdampak besar ini bagi komunitas akademik kami,” ujar Ronny Mardiyanto, Kepala Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS.
“Kolaborasi ini akan meningkatkan daya saing mahasiswa kami dengan membekali mereka pengetahuan dan keterampilan mutakhir, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri dan masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Siemens mendukung perkembangan teknologi di Indonesia
Dengan kemitraan itu maka peluang luar biasa terbuka untuk pengembangan keterampilan dan riset. Para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung dalam sistem proteksi relai dan otomasi, yang secara signifikan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Kolaborasi itu juga memperkuat hubungan antara akademisi dan industri melalui integrasi aplikasi nyata ke dalam kurikulum, termasuk kuliah tamu dan modul praktikum, serta mendorong riset lanjutan di bidang otomasi, proteksi gangguan, dan teknologi smart grid.
“Kami bangga dapat memberikan hibah teknologi ini kepada ITS,” imbuh Surya Fitri, Presiden Direktur dan CEO Siemens Indonesia.
Kemitraan itu mencerminkan kolaborasi berkelanjutan kami dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia, yang berfokus pada elektrifikasi hijau, kota pintar, dan keberlanjutan.
“Dosen dan peneliti ITS akan bekerja sama dengan para ahli Siemens untuk mengintegrasikan aplikasi dunia nyata ke dalam kurikulum,” tegas Surya Fitri.
Peralatan yang disumbangkan dapat mendukung pelatihan langsung yang dipimpin oleh tim Lingkaran Muda dari Siemens Indonesia – Smart Infrastructure, Electrification and Automation.
Para mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas akan memperoleh keterampilan praktis dalam pengoperasian switchgear, proteksi relai, dan sistem otomasi.
Siemens juga mengintegrasikan modul praktikum ke dalam kurikulum, memberikan kuliah tamu, serta menawarkan program magang dan trainee bagi mahasiswa terbaik—membangun jalur langsung menuju dunia kerja.
“Hibah teknologi dari Siemens memberikan akses kepada mahasiswa terhadap teknologi yang digunakan secara global di berbagai industri,” papar Rupinder Kumar, Kepala Smart Infrastructure – Automation and Electrification, Siemens Indonesia.
“Inisiatif ini mendukung manajemen energi yang komprehensif dan membekali lulusan ITS dengan keahlian relevan untuk menghadapi tantangan nyata.”
Pada Februari 2024, Siemens telah meghibahksn perangkat lunak kepada Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Teknologi PLN melalui program University Initiative.
Hibah itu mencakup perangkat lunak PSS®E dan PSS®SINCAL yang kini menjadi bagian dari kurikulum teknik, memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam perancangan dan perencanaan sistem tenaga listrik.
Pemerintah, institusi pendidikan tinggi, dan pelaku industri perlu memperkuat sinergi untuk mempercepat adopsi teknologi di lingkungan kampus.
Model kolaborasi seperti Siemens dan ITS bisa menjadi contoh dalam membangun ekosistem pendidikan teknik yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Diperlukan juga insentif kebijakan agar lebih banyak industri terlibat aktif dalam transfer teknologi dan pengembangan talenta nasional.
Hibah teknologi dari Siemens ke ITS bukan sekadar donasi, melainkan bentuk nyata komitmen dalam membangun masa depan teknik Indonesia.
Dengan dukungan fasilitas Smart Building Lab yang canggih, ITS kini memiliki fondasi lebih kuat untuk mencetak insinyur berdaya saing global.
Smart Building Lab adalah fasilitas atau laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi terkini untuk bangunan pintar (smart building).
Teknologi ini mencakup integrasi berbagai sistem seperti kontrol akses, sensor, manajemen energi, sistem otomasi, proteksi relai, sistem HVAC, pencahayaan otomatis, keamanan, sistem monitoring & kontrol terpadu, dan lain-lain.
Kolaborasi ini menegaskan pentingnya keterlibatan industri dalam pendidikan tinggi untuk menciptakan SDM unggul yang siap bersaing di era digital dan transisi energi.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form