Wednesday
07 October 2026

Ericsson Indonesia Fokus Infrastruktur dan Ekosistem 5G

Ericsson menunjuk Nora Wahby sebagai Presiden Direktur Ericsson Indonesia. Dengan pengalaman lebih 24 tahun tingkat global, dia lebih fokus membangun infrastruktur dan ekosistem 5G di Indonesia. 

5G adalah platform untuk menghubungkan segala sesuatu yang dapat dihubungkan, mulai dari perangkat wearable sehari-hari hingga mesin industri, dan drone pengiriman hingga robot logistik. Pada tahun 2029, Ericsson  memperkirakan hampir 40 miliar perangkat IoT yang terhubung di dunia – masing-masing secara cerdas menggabungkan dunia nyata dengan kemungkinan tak terbatas dari dunia maya. Ini termasuk perangkat 5G RedCap. Kekuatan pendorong di balik gelombang perangkat 5G berikutnya – menghadirkan semua manfaat 5G untuk teknologi konsumen dan perusahaan, dengan kompleksitas yang lebih rendah. Nora Wahby (kanan) Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia  (Foto/@: Ericsson)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Ericsson Southeast Asia (sumber): Ericsson menunjuk Nora Wahby sebagai Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia sejak awal tahun 2026.

Dengan jabatan itu maka Nora Wahby dipercaya mengoperasikan perusahaan Ericsson dan memperkuat kemitraan dengan pelanggan, pemerintah, dan pelaku industri guna mempercepat pengembangan konektivitas yang krusial di Nusantara.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Nora Wahby selama lebih 24 tahun berpengalaman pada tingkat kepemimpinan di grup Ericsson meliputi kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dan kini ditempatkan di Indonesia. 

Sebelum terbang ke Indonesia, ia menjabat sebagai Head of Northern and Central Europe di Ericsson yang berbasis di Swedia.

Nora Wahby pernah memimpin operasional perusahaan di 16 negara dalam mendukung penerapan dan pemanfaatan jaringan 5G secara optimal.

Jaringan dan teknologi 5G adalah generasi kelima dari jaringan seluler. Kapasitasnya mencapai hingga 100 kali lebih cepat dibanding 4G.  Jaringan  5G menciptakan peluang yang belum pernah tercapai sebelumnya bagi masyarakat dan bisnis demikian tertulis pada laman Ericsson.

Kecepatan konektivitas yang lebih cepat, latensi ultra-rendah, dan bandwidth yang lebih besar memajukan masyarakat, mentransformasi industri, dan secara dramatis meningkatkan pengalaman sehari-hari. 

Cakupan 5G lebih meluas

Layanan yang dulu kita anggap futuristik, seperti e-health, kendaraan dan sistem lalu lintas yang terhubung, dan game cloud seluler canggih telah hadir.

Dengan teknologi 5G, kita dapat membantu menciptakan masa depan yang lebih cerdas, lebih aman, dan lebih berkelanjutan tulis laman Ericsson. Kaitannya dengan Indonesia? 

CEO Ericsson Southeast Asia, Oceania & India, Andres Vicente menuturkan, “Indonesia merupakan wilayah strategis bagi Ericsson dan kami berkomitmen untuk terus mendukung transformasi digital nasional.”

Andres Vicente percaya bahwa kombinasi pengalaman Nora Wahby di kancah global dengan kekuatan teknologi Ericsson akan mampu menghadirkan manfaat teknologi 5G bagi pelanggan dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Menanggapi penunjukannya, Nora Wahby mengatakan, “Indonesia merupakan wilayah yang dinamis dengan populasi muda yang sangat terkoneksi serta dukungan kuat dari pemerintah (Indonesia)  terhadap pengembangan digital.”

Bersama tim Ericsson Indonesia, Nora Wahby akan membangun kolaborasi yang erat dengan para penyedia layanan telekomunikasi dan pelaku industri dalam membangun infrastruktur 5G yang aman dan andal bagi masyarakat Indonesia. 

“Kami siap bekerja sama dengan ekosistem lokal untuk mendorong pengembangan use case lokal sekaligus mendorong inovasi di Indonesia,” tandas Nora Wahby. 

Nora Wahby meraih gelar MBA dari Arab Academy for Science, Technology and Maritime Transport bekerja sama dengan Michigan State University, serta gelar Sarjana Teknik Elektronika dari Ain Shams University di Mesir.

Fitur dan kemampuan utama 5G dengan kecepatan lebih cepat oleh karena 5G dirancang untuk memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat dibandingkan 4G, termasuk kecepatan unduhan data puncak hingga 20Gbps, dengan kecepatan unggahan yang jauh lebih baik hingga 10Gbps.

Sementara spektrum pita menengah dan tinggi,  5G memperkenalkan kemampuan bandwidth baru yang lebih luas untuk jaringan seluler. Solusi multi-antena 5G juga dapat membuka kapasitas yang lebih tinggi pada bandwidth tertentu tanpa penambahan situs radio baru demikian laman Ericsson.

Agregasi operator 5G dan berbagi spektrum memungkinkan untuk menggabungkan dan menggunakan kembali situs dan spektrum yang telah digunakan, memungkinkan cakupan 5G yang lebih luas melalui situs radio yang ada.

Penggunaan teknologi 5G mengurangi waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh perjalanan melalui jaringan ke perangkat end user hingga lima kali lipat, menurunkan latensi hingga hitungan milidetik dan memungkinkan aplikasi real-time 5G baru. #SalamSobatmmINDUSTRI

Sedangkan koneksinya sangat massif oleh karena 5G versi Ericsson dirancang untuk mengelola volume data 1000 kali lebih tinggi dibandingkan 4G, sehingga memungkinkan untuk mendukung penyebaran IoT skala besar di titik-titik lalu lintas padat.

Teknologi 5G meningkatkan akurasi penentuan posisi hingga seratus kali lipat, menghadirkan kemungkinan baru untuk aplikasi IoT yang bergerak cepat di bidang manufaktur, logistik, dan transportasi – termasuk jaringan non-terestrial.

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik