AGRI-FOREST TECH, FARMING INNOVATIONS

Budidaya Lebah di Lingkungan Hijau, Metode Ilmiah Khas Romaco dan beefuture

Cara budidaya lebah di lingkungan hijau yang dikelola perusahaan Romaco dan beefuture menarik kita simak. Potensi industri madu demikian besar di Indonesia. Tiga...

Written by Erwin Prasetyo · 3 min read >
Budidaya Lebah

Cara budidaya lebah di lingkungan hijau yang dikelola perusahaan Romaco dan beefuture menarik kita simak. Potensi industri madu demikian besar di Indonesia. Tiga lokasi disiapkan sebagai tempat sarang untuk menghasilkan 150.000 ekor lebah untuk menghinggapi 5 jutaan tanaman berbunga.  

Budidaya Lebah
Para pimpinan Grup Romaco dan beeffuture yang bekerja sama untuk membudidayakan lebah penghasil madu. Budidaya lebah di lingkungan hijau (Foto/@: Romaco GmbH)

Jika mengunjungi Jerman, mampirlah di tiga kota yakni di Karlsruhe, Cologne, dan Steinen yang dijadikan sebagai kawasan budidaya atau peternakan lebah penghasil madu.

Perusahaan mesin farmasi yakni grup Romaco menyelesaikan pembangunan fasilitas yang menjadi sarang tiga koloni lebah yang berlokasi di tiga kota yakni Karlsruhe, Cologne, dan Steinen. 

Melalui tiga lokasi pembudidayakan itu, direncanakan menghasilkan lebih 150.000 ekor lebah yang kelak menghasilkan madu—asalkan dirawat dengan baik berdasarka metode ilmiah. 

Romaco menunjuk beefuture GmbH perusahaan yang piawai merawat, memelihara, dan mengembangkan para lebah menjadi pekerja harian untuk menghasilkan uang. 

Proyek kerja sama itu merupakan pertanda dan komitmen tinggi untuk menyediakan peralatan pemrosesan dan pengemasan madu yang dihasilkan puluhan ribu ekor lebah. Pengelola melakukan  konservasi sesuai habitat alam bagi para lebah.

Bayangkan, perusahaan Romaco mampu mempekerjakan puluhan ribu ekor pekerja seperti lebah yakni hewan alam untuk menghasilkan revenue untuk mengisi kas perusahaan. 

Perpindahan lokasi budidaya lebah dilakukan sebelum liburan musim dingin tiba di Eropa, tiga koloni pengembangan lebah telah ditetapkan dekat lokasi pabrik pembuat mesin farmasi milik Romaco. 

Diharapkan,  pada musim panas tahun 2021, populasi lebah di dekat pabrik Romaco Pharmatechnik ( Karlsruhe), Romaco Kilian (Cologne), dan Romaco Innojet (Steinen) meningkat menjadi 150.000 ekor lebah. Para pekerja itu tanpa diupah bakal menghasilkan jutaan Euro bagi grup Romaco. 

Sarang-sarang budidaya lebah ditempatkan di padang rumput dekat lokasi pabrik mesin farmasi sehingga para karyawan yakni manusia yang bekerja di Romaco dapat menyaksikan ulah para lebah di sarang yang dikembangkan secara alamiah.

Proyek pelestarian alam dan lingkungan itu merupakan hasil kerja sama Romaco dan beefuture GmbH yang berkantor di Weissenhorn, kawasan Selatan Jerman. 

Perusahaan beefuture didirikan oleh orang Swabia yakni warga Jerman yang berasal dari wilayah etnokultural dekat negara bagian Baden di Barat Daya Jermanb. Orang Swabia memahami secara mendalam tentang budidaya lebah yang dilakukan secara modern sejak tahun 2015.

Manajemen beefuture GmbH piawai membangun sarang lebah dengan melibatkan komunitas lokal, otoritas publik, individu, swasta, dan perusahaan lainnya di Jerman dan di Eropa bagian tengah.  

Manajemen perusahaan beefuture memastikan bahwa perawatan dan budidaya lebah harus baik—antara lain dengan menerapkan: cara berternak lebah dengan metode ilmiah dengan dukungan teknologi tanpa mengabaikan hidup alamiah koloni lebah. 

Perusahaan pun memiliki izin secara resmi.

“Kami berkolaborasi dengan beefuture sehingga kami dapat berkontribusi maksimal untuk melestarikan populasi lebah di daerah kami meskipun kami bukan ahli kebah,” kata Andreas Detmers, Pejabat Keberlanjutan Lingkungan grup Romaco

Saat meresmikan sarang lebah sebagai budidaya calon pekerja yang menghasilkan revenue bagi Romaco (Foto/@: Romaco GmbH)

“Proyek lebah adalah contoh yang baik tentang bagaimana bisnis dapat membuat komitmen berkelanjutan untuk melestarikan habitat alami, dan pada saat yang sama menambahkan produk ekonomi yang baru yaitu madu masuk ke dalam portofolio bisnis dengan usaha atau biaya yang efisien,” tambah Andreas Detmers.  

Andreas Detmers merencanakan produk madu dari Romaco yang pertama harus siap dipanen pada akhir Juli 2021. Produk alami ini dikumpulkan secara manual dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan dan karyawan. 

Untuk membuat satu botol madu berukuran standar, para lebah harus terbang sejauh 150.000 kilometer, dan para lebah itu menghinggapi sekitar lima juta tumbuhan berbunga—sekaligus diserbuki—dan membawa pulang manisan ke sarang mereka dekat pabrik pembuat mesin. 

Sekitar 80 persen dari semua tanaman yang berbunga asli bergantung pada penyerbukan serangga yakni lebah—sekaligus mengembangkan komoditas pertanian seperti apel, pir, dan labu. 

Sayangnya, jumlah serangga yakni lebah menurun di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir seperti penurunan jumlah populasi keanekaragaman hayati lainnya. Contohnya di Jerman, jumlah total serangga darat di beberapa habitat menyusut lebih dari 60 persen dalam dekade terakhir.

“Penurunan lebih dari 60 persen populasi lebah di Jerman yang kita amati,  dibandingkan dengan situasi pada tahun enam puluhan,” tutur Frank Weiß, pendiri perusahaan beefuture

“Keadaan ini merupakan perkembangan dramatis yang mengkhawatirkan pada ekosistem kita serta pada rantai makanan global,” jelas Frank Weiß.  

Apa yang menyebabkab penurunan lebah? Monokultur pertanian, penggunaan pestisida, penyakit, dan perubahan iklim dianggap sebagai penyebab utama kematian lebah. 

“Dengan memelihara lebah, kami secara aktif membantu memastikan kelangsungan hidup ternak yang terancam dari kepunahan,” Andreas Detmers mendukung pernyataan partnernya, Frank Weiß. 

“Bagi kami di Romaco, inisiatif budidaya lebah merupakan langkah kecil menuju keberlanjutan perusahaan yang lebih baik,” tandas Andreas Detmers yang selanjutnya menjelaskan strategi keberlanjutan yang dilakukan grup Romaco. 

Contohnya sejak Oktober 2020, manajemen grup Romaco mengadopsi strategi keberlanjutan resmi dan menetapkan target iklim untuk periode hingga 2030. Produsen mesin farmasi dalam posisi saat ini mampu memasok pelanggan dengan alat pres tablet netral iklim, garis blister, dan pembuat karton. 

Emisi CO2 yang dilepaskan saat membangun mesin ini diimbangi dengan mensponsori proyek perlindungan iklim. Tujuannya adalah agar konsumsi energi semua mesin buatan Romaco dapat dikurangi hingga 30 persen pada tahun 2030. 

Selain itu, direncanakan untuk meningkatkan bagian komponen yang dapat didaur ulang seperti bahan daur ulang yang jumlahnya mencapai 70 persen. 

Dalam upayanya untuk mewujudkan tujuan keberlanjutan tersebut, grup Romaco berpedoman pada prinsip, “Tindakan menghindari lebih baik dibanding pengurangan dan lebih baik lagi daripada kompensasi.”

Kapan grup Romaco bekerja sama dengan peternak madu di Indonesia? Catat, Indonesia memiliki 143 juta hekter hutan alam dengan 115 aneka tanaman penghasil bunga untuk dihinggapi para lebah.  

Lebah raksasa di Indonesia, seperti apa bentuknya? Simak di penjelasan lain. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *