Wednesday
07 October 2026

Bisnis United Tractors: Dari Alat Berat ke Nikel dan Emas

Bagaimana perkembangan bisnis bisnis United Tractors? Kondisi cuaca dan penurunan harga batu bara dihadapi dengan strategi diversifikasi lini bisnis seperti diuraikan oleh  Sophie Handili,  Finance Director PT United Tractors Tbk. 

Gambaran lini bisnis PT United Tractors Tbk. (kiri) seperti dijelaskan oleh Sophie Handili,  Finance Director PT United Tractors Tbk., yang disampaikan pada Astra Media Day di Menara Astra belum lama ini (Foto/@: mmINDUSTRI.co.id/Rayendra L Toruan)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT United Tractors Tbk. (sumber): PT United Tractors Tbk. dikenal oleh publik sebagai pemimpin distribusi alat berat dan jasa pendukung pembangunan konstruksi di Indonesia, terutama melalui merek Komatsu dan aktivitas kontraktor pertambangan.  

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini semakin memperluas sayapnya ke sektor pertambangan langsung seperti tambang batu bara, emas, investasi nikel, dan energi baru terbarukan serta konstruksi demikian paparan yang disampaikan oleh Sophie Handili, Finace Director of PT United Tractors Tbk. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Di tahun 2025, Perusahaan menghadapi tantangan  bisnis seperti harga batu bara yang melemah dan cuaca yang kurang bersahabat, sehingga profitabilitas terpengaruh meskipun pendapatan tetap tumbuh. 

Tulisan singkat ini membedah lini bisnis, teknologi dan produk baru yang diluncurkan, kinerja keuangan terbaru, hingga rekomendasi strategis bagi investor dan berdasarkan penjelasan Sophie Handili,  Finace Director of PT United Tractors dan sumber lain seperti laman perusahaan. 

Menurut Sophie Handili, United Tractors menjalankan bisnis melalui lima segmen utama yakni bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan langsung seperti batu bara, emas dan  mineral, serta nikel/investasi, industri konstruksi, dan energi.  

Selaku distributor dan lauyanan pasca-jual, United Tractors menyediakan mesin konstruksi yang merupakan salah satu tulang punggung bisnisnya. Perusahaan memasarkan alat berat merek Komatsu, serta kendaraan niaga seperti UD Trucks dan Scania. 

Selain penjualan unit baru, pihak United Tractors melakukan layanan purna jual seperti penyediaan spare parts, servis, rekondisi mesin dan peralatan merupakan sumber pendapatan yang potensial.

Menurut laman Perusahaan,  pangsa pasar Komatsu di Indonesia tetap konsisten di atas 24 persen dan penjualan suku cadang dan pemeliharaan pun meningkat. 

United Tractors melakukan bisnis jasa operasional tambang melalui anak usaha yang dikelola PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Mereka melakukan pemindahan tanah atau disebut overburden removal, produksi batu bara sesuai permintaan klien, dan melayani bisnis tambang secara lengkap. 

Menurut Sophie Handili bisnis ini sangat rentan terhadap kondisi cuaca seperti hujan yang sering turun pada bulan-bulan terakhir dan mengganggu rute logistik, dan bahkan fluktuasi permintaan klien batu bara pun terjadi. 

Bagaimana lini pertambangan dan sumber daya mineral? Dalam usahanya menjadi pemain pertambangan, United Tractor mengelola langsung tambang batu bara melalui PT Tuah Turangga Agung, sedangkan pertambangan emas dan mineral dilakukan oleh manajemen PT Agincourt Resources atau proyek Martabe yang berlokasi di Tapanuli. 

Segmen emas dan mineral lain mengalami pertumbuhan pesat, terutama karena kenaikan harga dan volume penjualan emas. Perusahaan menargetkan penjualan emas 240.000 ounce pada tahun 2025, naik dari target sebelumnya.

Sementara PT Sumbawa Juta Raya melakukan ekspansi tambang nikel dengan kepemilikan saham di Nickel Industries Limited (NIC) dan usaha ekstraksi bijih nikel melalui entitas seperti PT Stargate Pacific Resources (SPR). 

Alat berat Komatsu digunakan di tambang (Foto/@: PT United Tractors Tbk.)

Sebagai perusahaan diversifikasi komoditas-alat berat

Melalui PT Acset Indonusa, Perusahaan  ikut serta dalam pembangunan konstruksi sipil, infrastruktur, maritim, pelabuhan, dan teknik fondasi. Diakui bahwa segmen ini memainkan peran diversifikasi agar Perusahaan tidak terlalu bergantung pada komoditas. 

Melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN) dan akuisisi saham di Supreme Energy Sriwijaya (SES), United Tractors memperluas bisnis di sektor energi terbarukan dengan meningkatkan kepemilikan saham dalam proyek geothermal Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) dengan kapasitas 91,2 MW.

Investasi energi dan panas bumi dengan mengakuisisi tambahan 30,6 persen saham SES senilai US$30,8 juta untuk meningkatkan kepemilikan menjadi 80,2 persen dan  memperkuat posisi perusahaan di sektor pembangkit panas bumi.

Sophie Handili mengakui bahwa pihaknya menghadapi disrupsi kompetisi alat berat seperti produsen alat berat dari China yang menawarkan harga lebih murah. Akan tetapi, manajemen United Tractors  menghadapi tantangan itu dengan menjaga kualitas dan layanan produk Jepang (Komatsu) yang tetap lebih unggul.  

Langkah inovasi dan menjaga kualitas dilakukan dengan re‑manufacturing melalui unit usaha PT Komatsu Remanufacturing Asia yang memperbaharui atau rekondisi mesin-mesin lama agar memiliki performa mendekati mesin baru dengan biaya lebih rendah.

Sedangkan perkembangan teknologi & digitalisasi di United Tractors dengan menggunakan teknologi KOMTRAX yakni sistem monitoring jarak jauh dari Komatsu dengan tujuan guna peningkatan produktivitas dan efisiensi alat berat seperti memantau kondisi mesin, lokasi, penggunaan, dan lainya. 

Fitur‑fitur baru termasuk peta interaktif, antarmuka yang lebih user friendly, kemampuan monitoring dari ponsel, tablet, dan komputer. Versi terbaru KOMTRAX menambah kemudahan seperti satu akses user ID tanpa perlu login ulang, analisa beberapa unit sekaligus, dan data pekerjaan tiap operator serta berbagai jenis alat berat.

Perusahaan ini menyediakan unit‑alat berat yang lebih ramah lingkungan seperti motor grader dan  excavator dengan spesifikasi yang diperbarui termasuk untuk efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah.

Sedangkan kendaraan niaga (UD Trucks, Scania) memiliki teknologi transmisi terbaru dan teknologi pengurangan emisi seperti Selective Catalytic Reduction (SCR) serta penerapan standar emisi Euro 5 pada beberapa model.

United Tractors menggandeng Microsoft untuk cloud (Azure, Microsoft 365), infrastruktur data besar (big data), integrasi sistem seperti SAP HANA on Azure untuk mendukung efisiensi dan koordinasi antar site, cabang, dan head office.

Uninted Tractors memperkenalkan Forklift bertenaga baru dari TRAKNUS yakni:  Toyota Order Picker 8FBP15 berbaterai lithium‑ion dan Toyota Forklift Fuel Cell 70‑8FBE18, yaitu forklift hidrogen pertama di Indonesia. 

Menurut Direktur Keuangan United Tractors, Sophie Handili, pada semester pertama 2025, Perseroan mencatat pendapatan bersih sekitar Rp68,5 triliun, naik ~6 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 atau sebesar Rp64,5 triliun.

Meski demikian, laba bersih menurun (~15 persen) menjadi Rp8,1 triliun yang disebabkan penurunan pada segmen Mining Contracting dan Thermal dan Metallurgical Coal Mining, yang dipengaruhi cuaca seperti hujan lebat dan harga batubara pun lebih rendah.

Untuk tahun penuh 2024, laba bersih mencapai Rp19,5 triliun (turun ~5 persen dari 2023) meskipun pan endapatan naik sekitar 4‑5 persen.

United Tractorss pada 2025 dengan pendapatan masih tumbuh secara moderat meski laba tertekan oleh segmen batu bara dan tantangan kontraktor. Mesin konstruksi serta pertambangan emas/mineral menjadi titik terang dalam portofolio bisnisnya. 

Langkah diversifikasi ke energi dan logam baterai sangat strategis untuk menghadapi pergeseran ekonomi global. Meski ada risiko pasar dan operasional, neraca yang kuat dan pengalaman manajerial memberikan Perusahaan pijakan untuk terus beradaptasi. 

Kita patut mencermati United Tractors sebagai perusahaan diversifikasi komoditas-alat berat dengan potensi besar meski menghadapi tantangan—nilai investasinya akan sangat tergantung pada eksekusi strategi, pengendalian beban, dan kemampuan membaca tren energi dan logam di masa depan.

Mesin konstruksi dan pertambangan emas/mineral sebagai segmen yang sedang naik daun dalam kondisi saat ini—bisnis ini membantu meredam penurunan yang disebabkan segmen batu bara dan  kontraktor penambangan.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik